5 Festival Unik Cermin Kekayaan Budaya Tanah Air

5 Festival Unik Cermin Kekayaan Budaya Tanah Air

Indonesia merupakan negara yang kaya akan ragam budaya. Jadi, kalau bicara soal objek wisata Tanah Air, maka bukan hanya wisata alam, kuliner, atau sejarah. Lebih dari itu, Indonesia juga menyuguhkan wisata budaya.

Salah satu bentuk suguhan wisata budaya ini adalah adanya festival-festival yang diadakan sepanjang tahun di berbagai daerah di Indonesia.

Jika Anda menginginkan pengalaman liburan yang unik, maka rekomendasi festival ini bisa jadi referensi untuk Anda.

Jakarnaval

Kegiatan Jakarnaval diadakan untuk merayakan hari ulang tahun kota Jakarta. Jakarnaval sendiri merupakan kegiatan pawai yang menampilkan berbagai kesenian, baik itu kesenian Betawi maupun kesenian modern dan daerah lainnya.

Selain pawai kesenian, pada hari Jakarnaval juga menjadi surga bagi pecinta jajanan pasar. Karena ada penjual makanan berjajar di sekitar tempat pawai. Makanan tradisional seperti pecel, kerak telor, dan kue rangi bisa ditemukan di sini.

Pada Jakarnaval 2019, tercatat ada sekitar 5.000 peserta yang mengikuti pawai. Mereka terdiri dari pelajar dan berbagai komunitas di Jakarta. Di antaranya adalah komunitas kesenian dan komunitas motor besar.

Bagi Anda yang berencana mengunjungi Jakarta, atau ingin hiburan gratis dan menarik di Jakarta, maka tunggulah Jakarnaval. Biasanya festival ini diadakan pada pertengahan atau akhir bulan Juni, baik setelah maupun sebelum hari ulang tahun Jakarta.

Sebagai informasi, peringatan hari ulang tahun Jakarta diadakan setiap tanggal 22 Juni. Jadi, sekitar tanggal ini adalah saat yang tepat untuk menikmati kota Jakarta.

Jangan lewatkan Jakarnaval tahun depan.

Jember Fashion Carnival (JFC)

Bicara soal festival di Indonesia tidak lengkap tanpa JFC. Festival fashion ini bahkan mampu menyaingi karnaval di Rio de Jainero dan Pasadena, dan menjadi festival terbaik di Asia.

JFC sendiri dimulai dari ide Dynand Fariz, seorang perancang busana yang memang membangun karirnya di Jawa Timur. Ia ingin memberikan tempat bagi perancang dan model di Jember untuk berkreasi. Sehingga, pada tahun 2003 dimulailah JFC 1 dengan tema cowboy, punk, dan gypsy.

Bagi masyarakat Jember dan wisatawan, JFC tidak pernah membosankan. Hal ini karena setiap tahun tema yang digunakan berbeda-beda. Jadi semua peserta karnaval harus membuat desain kostum sesuai dengan tema yang sudah ditentukan.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan festival ini, cukup datang pagi-pagi dan menunggu di sepanjang jalan protokol yang menjadi jalur runway para model. Jika Anda datang setelah jam 9, maka siap-siap bersaing dengan ribuan orang yang ingin berdiri di barisan terdepan. Ingat, tidak perlu tiket masuk untuk jadi penonton.

Sedangkan, kalau Anda merupakan fotografer profesional, silakan mendaftar di kantor JFC jauh hari sebelumnya. Anda akan mendapatkan akses untuk mengikuti para model saat mereka berparade, sehingga pengambilan gambar jadi lebih jelas.

Jember Fashion Carnival atau JFC diadakan setiap tahun di kota Jember, Jawa Timur. Jika Anda berasal dari pulau atau provinsi lain, maka dari bandara Juanda Surabaya Anda harus naik kereta atau bus ke Jember. Pasalnya, bandara di Jember merupakan bandara kecil, dan ketersediaan maskapainya masih terbatas. Hal ini membuat Anda tidak bisa fleksibel dalam memilih tanggal penerbangan.

Sebagai salah satu kota dengan biaya hidup yang paling murah di Indonesia, Anda tidak perlu takut mengeluarkan banyak uang untuk penginapan. Kisaran harga hotel termurah adalah Rp 150 ribuan, sedangkan dengan harga Rp 400 ribuan Anda sudah bisa menginap di hotel kelas bintang 4.

Tidak ada tanggal pasti kapan JFC diadakan setiap tahunnya. Namun, biasanya festival ini diadakan menjelang Hari Kemerdekaan, yaitu bulan Agustus.

Festival Bakar Tongkang

Satu lagi festival budaya menarik, kali ini dari kota Bagansiapiapi, Riau.

Festival ini merupakan upacara membakar replika kapal, untuk memperingati masa dimana para imigran China datang ke Riau. Oleh karenanya, selain pembakaran replika kapal, Anda juga bisa menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian khas masyarakat Tionghoa dari berbagai daerah.

Adapun festival Bakar Tongkang ini diadakan setiap bulan 5 tanggal 16 sesuai kalender China. Jadi, waktu penyelenggaraan berubah-ubah setiap waktunya. Jika ingin ke sini, pastikan Anda menyocokkan dengan penanggalan China (Lunar Calendar).

Atraksi utama dari festival ini tentunya adalah replika kapal yang tidak main-main ukurannya. Ukuran dari replika kapal yang akan dibakar pada tahun ini (2019) tingginya mencapai 8,5 meter, lebar 1,7 meter, dan berat 400 kilogram.

Karena pengunjung bisa menyaksikan festival ini secara gratis, maka tidak heran jika ribuan pengunjung tumpah ruah untuk menyaksikan prosesi pembakaran replika kapal ini.

Masyarakat setempat juga percaya bahwa arah bagian terakhir terakhir yang rubuh akan menentukan keberuntungan mereka setahun ke depan. Jika arah rubuhnya ke laut, maka sumber rejeki datang dari laut. Sedangkan, kalau arah rubuhnya ke darat, maka sumber rejeki akan datang dari darat.

Jika Anda dari luar provinsi Riau, maka Anda harus terbang ke Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru terlebih dahulu. Dari sini, Anda bisa menggunakan moda transportasi darat ke Bagansiapiapi. Letaknya 350 kilometer dari Pekanbaru, atau sekitar 6 sampai 7 jam perjalanan darat.

Pastikan Anda mendapatkan akomodasi beberapa hari sebelumnya, karena pasti banyak wisatawan yang ingin mencari penginapan untuk menyaksikan festival ini.

pesta lampion

Sumber : rri.co.id

Dieng Culture Festival

Festival kali ini disebut Dieng Culture Festival (Festival Budaya Dieng), karena memang ada rangkaian acara yang diadakan selama festival berlangsung. Lama penyelenggaraan adalah 3 hari, dari pagi sampai malam.

Kegiatan yang diselenggarakan selama festival di antaranya adalah, ruwatan rambut gimbal, festival kesenian dan dolanan anak, pesta lampion, festival jazz, pameran kesenian, dan masih banyak lagi.

Pada hari ke dua, pengunjung akan bangun sebelum subuh untuk menyaksikan momen matahari terbit di lembah Dieng.

Karena letak dari Dieng yang berada di pegunungan, Anda harus menggunakan agen perjalanan untuk menghadiri festival ini. Mereka akan memberikan akses masuk ke venue penyelenggaraan festival, pemandu, penginapan, hingga transportasi pulang balik dari lembah Dieng.

Harga untuk jasa travel ini bisa beragam sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan. Sedangkan untuk tiket masuk festival selama tiga hari dua malam adalah Rp 350.000 per orang.

Tahun ini, Dieng Culture Festival diadakan pada awal bulan Agustus. Namun, biasanya festival ini memang diadakan pada pertengahan tahun.

Berhubung Dieng merupakan area yang sacral bagi masyarakat di Jawa Tengah, maka pelajari dan patuhilah norma-norma setempat.

Festival Danau Toba

Festival Danau Toba di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, juga merupakan festival budaya yang rangkaian acaranya cukup panjang. Ada banyak suguhan kesenian dan pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten dan sanggar kesenian setempat.

Kegiatan yang diadakan antara lain adalah, Karnaval Si Gale-Gale, pesta budaya, pameran tenun, dan lain-lain. Tidak ketinggalan juga, sepanjang festival diadakan, Anda bisa membeli makanan khas Sumatera Utara.

Selain berbagai kegiatan festival yang menarik, keindahan Danau Toba juga menjadi penarik para wisatawan untuk mengunjungi Festival Danau Toba ini.

Tahun ini, rangkaian kegiatan Festival Danau Toba sudah diadakan sejak bulan Mei hingga September. Jadi, para wisatawan memiliki kebebasan untuk memilih acara apa yang ingin mereka saksikan.

Untuk menuju ke kawasan Danau Toba, Anda harus menggunakan moda transportasi darat dari Bandara Kualanamu Medan. Sudah tersedia transportasi umum seperti taksi atau bus yang langsung menuju Danau Toba.

Saat menonton festival, pastikan untuk jaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Serta jaga keselamatan bersama, mengingat banyak anak kecil yang juga ingin menyaksikan festival-festival ini.

Baca juga destinasi wisata unik lainnya di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi, setidaknya sekali seumur hidup.

 

Sumber image : goodnewsfromindonesia.id

Komentar