Walaupun Dinilai Susah Kaya, Milenial Dianggap Masih Makmur

Walaupun Dinilai Susah Kaya, Milenial Dianggap Masih Makmur

Ada laporan menarik yang dirilis oleh sebuah lembaga keuangan asal Swiss, Credit Suiss, tentang kekayaan di dunia lengkap dengan permasalahannya. Menurut laporan ini, generasi yang lahir di rentang tahun 1981 sampai 1996 atau yang dikenal sebagai milenial, sulit untuk menjadi kaya.

Laporan berjudul Global Wealth 2017 ini menyatakan bahwa awal yang sulit ditambah dengan buruknya kondisi pasar membatasi generasi milenial untuk meningkatkan kekayaannya.

Hal ini dijelaskan dalam kutipan berikut “generasi ini tidak hanya terpukul oleh kerugian modal akibat krisis keuangan global, namun juga menghadapi langsung masalah pengangguran yang timbul setelah krisis, meningkatnya ketidaksetaraan pendapatan serta harga properti yang meningkat, peraturan hipotik yang lebih ketat, dan di beberapa negara terdapat kenaikan utang mahasiswa yang cukup besar”.

Generasi ini juga cenderung mendapatkan akses lebih sedikit untuk dana pensiun jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Data terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kekayaan rata-rata orang berusia 30-39 di tahun 2017 adalah 74.400 dollar Amerika. Sedangkan mereka yang di tahun 2017 berusia 40 sampai 49 tahun memiliki rata-rata kekayaan senilai 134.000 dollar Amerika saat mereka berusia 30an.

“Data ini mengisyaratkan, milenial berada di posisi awal yang tidak menguntungkan membuat mereka lebih berhati-hati terhadap utang daripada gerenasi sebelumnya. Rasio utang terhadap pendapatan mereka dimulai lebih tinggi daripada kelompok sebelumnya, sebelum menurun karena mereka tampaknya menjadi lebih berhati-hati setelah krisis,” dikutip dari laporan Global Wealth 2017.

Namun walaupun dalam keadaan krisis, sebagian milenial dianggap tetap makmur. Hal ini tercermin dari milenial yang tinggal di China dan negara berkembang lainnya. Laporan ini mencatat bahwa jumlah miliarder muda di negara-negara ini meningkat.

Meskipun demikian, secara global para milenial ini tidak hanya akan menghadapi tantangan dalam membangun kekayaan di masa depan, melainkan juga mengalami ketidaksetaraan kekayaan yang lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Menurut laporan ini, jumlah jutawan tercatat meningkat hingga 170 persen sejak tahun 2000, jumlah individu dengan kekayaan bersih ultra tinggi juga meningkat lima kali lipat, membuat mereka menjadi kelompok yang memegang kekayaan tertinggi dan yang paling cepat tumbuh.

Komposisi para jutawan milenial ini didominasi oleh negara berpenghasilan tinggi sebanyak 98 persen atau 23,9 juta jutawan baru. Sedangkan 12 persennya, atau 2,7 juta, berasal dari negara berkembang.
Sejak tahun 2000 juga, 17.700 orang jutawan baru di dunia atau 15 persen dari individu berkekayaan bersih ultra tinggi di dunia.

[Source]

Komentar