Pedagang Hewan Qurban Raup Keuntungan Lewat Berjualan Online

Pedagang Hewan Qurban Raup Keuntungan Lewat Berjualan Online

Mustafa (38) tampak berdiri di depan Taman Riyadah, Kota Lhoksumawe, Aceh, dengan serius. Ia bersama dengan belasan pedagang hewan qurban lainnya.

Mustafa merupakan seorang pedagang hewan qurban yang mendapatkan rejeki di momen menjelang Idul Adha seperti sekarang ini. Tidak hanya jalur berdagang langsung, offline, yang ditempuh. Ia pun memasarkan dagangannya secara online, yaitu melalui e-commerce dan media sosial.

Mustafa menggunakan foto dari hewan qurban yang dijualnya pada laman media sosial dan situs jual beli. Dalam berpromosi secara online, ia juga memberikan nomor ponselnya pada calon pembeli. Hal ini untuk memudahkan saat mereka ingin bernegosiasi atau melakukan proses jual beli.

Pria ini mengaku kaget dengan tanggapan yang diterimanya. Promosi online yang dilakukannya sejak sebulan lalu ini, dilihat banyak orang dan mampu menjangkau pasar luas.

“Banyak yang menelpon untuk datang ke kandang hewan qurban milik saya. Ini sungguh di luar dugaan saya sebelumnya. Ternyata, media online ini memang sungguh luar biasa dampaknya,” kata Mustafa.

Mustafa mengakui bahwa berjualan sapi qurban secara online merupakan langkah yang mempermudah pelanggan untuk memilih dan mendapatkan hewan qurban yang sesuai dengan harapan. Apalagi penjual hewan qurban online seperti Mustafa mencantumkan foto dari sapinya agar bisa dilihat oleh calon pembeli.

Dia juga rajin menyebarkan tautan media sosialnya ke sejumlah group WhatsApp.

“Teman-teman juga ikut membantu menyebarkan link itu. Jadi semakin banyak yang tahu soal saya menjual sapi untuk qurban,” jelasnya.

Mustafa menjelaskan bahwa sapi yang dijualnya adalah hewan peliharaannya selama ini. Ia tidak membeli sapi dari agen hewan ternak manapun di Lhoksumawe.

Untuk harga hewan qurban sendiri, satu ekor sapi diperkirakan dapat menghasilkan 70 kilogram daging. Harga jual sapi juga bervariasi mulai dari Rp 14 juta sampai Rp 21 juta.

Menurut Mustafa, harga jual hewan qurban naik sekitar Rp 1 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun demikian, permintaan merangkak naik.

“Tidak terpengaruh akan harga naik. Peminatnya tinggi. Sebagian peminat merupakan keluarga yang akan berkurban di Lebaran Idul Adha. Sebagian lainnya adalah instansi pemerintah dan swasta,” ungkapnya.

Mustafa merasa bersyukur akan perkembangan teknologi yang membantu usaha miliknya.

[Source]

Komentar