Hikmah dari Pandemi; Apa Pelajaran Berharga yang Bisa Anda Ambil dari Situasi Saat Ini?

Hikmah dari Pandemi; Apa Pelajaran Berharga yang Bisa Anda Ambil dari Situasi Saat Ini?

Seluruh dunia saat ini menghadapi tantangan yang mempengaruhi semua segi kehidupan manusia. Mulai dari finansial, hingga kegiatan sehari-hari.

Anda mungkin melihat, atau bahkan mengalami, berbagai hal yang diakibatkan oleh resesi akibat pandemi ini. Mulai dari penurunan penghasilan, perubahan rencana perjalanan, perubahan gaya hidup, hingga perubahan psikologis.

Namun, sebenarnya di setiap cobaan ada hikmahnya. Nah, menyambut Hari Raya Lebaran 1441 Hijriah, mari kita gunakan saat ini untuk mengambil hikmah dari kondisi yang ada sekarang ini.

Bagian dari komunitas

komunitas

Kondisi pandemi akibat penyebaran virus COVID-19 yang sangat cepat memaksa kita untuk meminimalisir interaksi dengan orang lain di ruang publik.

Siapa sangka bahwa keluar rumah dan melakukan kegiatan sosial bisa berisiko terhadap jutaan jiwa lainnya, baik secara kesehatan maupun keuangan. Siapa sangka Anda akan berada dalam kondisi di mana, tidak tahu apakah keberadaan seseorang di ruang publik atau di rumah bisa membahayakan orang lain atau tidak.

Hal ini menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari komunitas. Bukan hanya komunitas di sekitar kita, melainkan juga komunitas di seluruh dunia. Karena kita tidak pernah tahu apakah orang yang ditularkan akan melakukan perjalanan ke luar negeri atau tidak.

Itulah sebabnya, pemerintah menerapkan peraturan yang meminimalisir pergerakan publik masyarakat. Langkah ini tentunya ditujukan untuk mengurangi kasus penularan penyakit, serta mempercepat bangkitnya stabilitas ekonomi dan sosial.

Dengan kesadaran bahwa kita adalah bagian dari komunitas, lokal dan internasional, maka kita akan lebih berhati-hati untuk menjaga diri agar tetap sehat dan bijak dalam bertindak.

Sikap egois atau mementingkan diri sendiri, serta tidak bijak dalam bertindak bisa membahayakan komunitas Anda. Jadi, tetaplah di rumah dan patuhi anjuran pemerintah daerah Anda.

Ketergantungan pada orang lain

bahagia

Sejak kecil kita selalu diajari untuk berteman, bermain di luar, bahkan salah satu tujuan kita disekolahkan adalah agar kita bisa memiliki teman. Kemudian setelah dewasa, keluarga akan menanyakan kapan kita menikah, atau setidaknya memiliki pacar.

Memiliki kemampuan sosial memang bagus. Sayangnya, pola pikir dan sosial seringkali tidak membantu kita mengembangkan kemampuan sosial yang sehat. Akhirnya, kuantitas menjadi lebih penting daripada kualitas, karena kuantitas atau jumlah bisa dilihat dan dinilai orang lain.

Pola pikir ini membuat kita terus menggantungkan kebahagiaan dan nilai diri kita pada orang lain. Mulai dari pendapat orang lain, penilaian orang lain, seberapa banyak like yang didapatkan, hingga mengalami FOMO (fear of missing out) atau rasa takut kalau ketinggalan tren.

Tidak mengherankan juga kalau banyak orang yang menjadikan teman, keluarga, bahkan pasangannya, sekedar properti untuk foto-foto di media sosial. Hal ini karena hubungan antar sesama tidak lagi didasarkan pada pemenuhan kebutuhan emosional dan intelektual, melainkan untuk memenuhi harapan atau ekspektasi sosial.

Satu hal yang bisa kita pelajari dari kondisi pandemi ini adalah, Anda bisa membangun kesadaran diri saat sedang sendiri. Sebagai makhluk sosial kita memang membutuhkan orang lain, namun jangan sampai kebutuhan kita pada orang lain mengorbankan kebahagiaan diri sendiri.

Oleh karena itu, gunakanlah masa pembatasan sosial berskala besar ini sebagai waktu untuk menjadi diri sendiri. Kenakan pakaian ternyaman yang Anda miliki, kemudian lakukanlah hal yang Anda sukai yang bisa membuat Anda bahagia.

Inilah saat di mana tidak ada mata yang menilai Anda, tidak ada yang peduli berapa orang teman Anda, bahkan tidak ada yang peduli seperti apa penampilan Anda hari ini.

Nah, jadikanlah saat ini juga untuk melihat kembali apa sebenarnya yang Anda inginkan, baik dalam kehidupan sosial, finansial, bahkan personal. Lalu, lakukan langkah atau kegiatan untuk mencapai apa yang diinginkan. Jangan lupa untuk beribadah, karena saat ini Anda tidak menerima banyak gangguan dari dunia luar.

Ketika dunia mulai membuka diri dan semua orang berangsur kembali ke kehidupan sosial yang normal, Anda sudah mengetahui apa yang diinginkan. Sehingga kuantitas tidak lagi mempengaruhi rasa percaya diri. Pada saat inilah Anda bisa mulai berhenti menggantungkan kebahagiaan pada orang lain.

Menyiapkan untuk masa darurat

dana darurat

Walaupun seringkali kami singgung dalam beberapa artikel sebelumnya, kali ini kami ingin mengingatkan kembali. Pelajaran berharga dari masa pandemi ini adalah mempersiapkan diri untuk masa darurat.

Buatlah evaluasi keuangan lalu tentukan langkah keuangan selanjutnya agar Anda bisa memiliki dana cadangan atau dana darurat. Evaluasi juga gaya hidup Anda, karena gaya hidup bukan hanya mempengaruhi keuangan, melainkan juga kesehatan.

Biasakan gaya hidup yang sehat. Mulai dari variasi menu yang dikonsumsi setiap harinya, kebiasaan disiplin dalam menjaga kebersihan dan olahraga, serta kebiasaan positif yang bisa membantu ketahanan mental Anda.

Dengan kondisi tubuh dan mental yang sehat, serta rencana keuangan yang tepat, Anda bisa bangkit kembali dan menghadapi tantangan lain di masa depan. JIka Anda tidak mempersiapkan diri dengan kebiasaan atau gaya hidup sehat saat ini, fisik, dan keuangan Anda tidak akan siap untuk menghadapi masa darurat.

 

Berhentilah mencari alasan atau dalih untuk membela gaya hidup yang tidak sehat, atau menjerumuskan Anda. Selalu ada cara yang lebih sehat untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi saat ini.

Kita selalu bisa bangkit lagi

optimis

Jika Anda bisa keluar dari situasi resesi ini dengan sehat dan selamat, maka anggaplah Anda mendapat kesempatan hidup kedua dari Yang Maha Kuasa.

Oleh karena itu, jangan disia-siakan dengan kembali ke kebiasaan lama yang merusak masa depan Anda. Mulai kembangkan bakat dan kemampuan, karena hal ini bisa membantu Anda dalam jangka panjang. Kalaupun tidak menghasilkan uang, mengmbangkan sebuah kemampuan dapat mendukung kesehatan mental Anda.

Mulailah menabung untuk membangun dan melindungi masa depan. Hal ini bisa dilakukan dengan memiliki berinvestasi, serta memiliki asuransi untuk fungsi perlindungan diri Anda.

Sedikit demi sedikit mulailah berolahraga, baik itu untuk tujuan kesehetan atau kesenangan Anda. Tubuh yang aktif dan sehat akan menjadi penolong Anda saat melakukan kegiatan sehari-hari. Konsentrasi jadi lebih membaik, bahkan kondisi emosi Anda juga jadi lebih stabil.

Apapun keadaan Anda saat ini akibat pandemi, selalu ingat bahwa Anda bisa bangkit lagi. Buktinya, pencapaian yang Anda dapatkan saat ini adalah hasil kerja keras di masa lalu. Jadi, jangan pesimis dan rencanakan langkah yang tepat untuk menstabilkan segala segi kehidupan Anda.

Semoga dengan berlalunya Ramadhan kali ini, tidak hanya Anda mendapatkan pahala dari ibadah yang dilakukan selama sebulan, melainkan juga mendapatkan pelajaran berharga yang bisa menjadi bekal di sepanjang hidup Anda.

Jangan lupa juga untuk terus temukan inspirasi keuangan dan gaya hidup di website kami, sebagai tambahan bekal pengetahuan yang berguna.

Komentar