Ibu Kota Pasti Pindah ke Kalimantan, Ini Letak Pastinya! Yuk, Ikuti Terus Prosesnya!(Updated)

Ibu Kota Pasti Pindah ke Kalimantan, Ini Letak Pastinya! Yuk, Ikuti Terus Prosesnya!(Updated)

Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota Indonesia ke Kalimantan sudah lama terdengar, tepatnya April 2017. Bahkan, Presiden bersama menteri dan pejabat lainnya sudah meninjau lokasi yang hendak diubah menjadi ibu kota.

Pastinya ada beberapa pertimbangan penting yang membuat ide perpindahan ibu kota ini muncul. Mulai dari alasan geografis, hingga ekonomi.

Pada tanggal 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi letak calon ibu kota yang baru. Yaitu, di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

Keputusan ini merupakan hasil dari diskusi panjang antara Presiden dan jajaran di bawahnya.

Berikut adalah ulasan sederhana kami mengenai rencana perpindahan ibu kota ini. Hal ini mengingat, pindahnya ibu kota bisa mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Termasuk, mempengaruhi peluang finansial bagi Anda.

Contoh negara yang memindahkan pusat pemerintahannya adalah Brasil. Di mana ibu kota Brasil dipindahkan ke Brasilia dari Rio de Jenairo. Langkah ini juga bisa memisahkan antara pusat pemerintahan dengan pusat bisnis. Seperti Myanmar yang memindahkan pusat pemerintahan ke Naypyidaw, dan menjadikan Yangon sebagai pusat bisnis.

Kenapa ibu kota perlu dipindahkan?

Jakarta merupakan kota yang sangat padat. Pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Jakarta berperan besar dalam meningkatnya jumlah penduduk di kota ini. Sebagai informasi, penduduk DKI Jakarta adalah 10.467.600 jiwa per akhir tahun 2018.

Setiap tahunnya banyak orang yang pindah ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Mobilisasi ini menjadikan sumber tenaga manusia di ibu kota jadi banyak dan murah. Namun di sisi lain, karena permintaan akan berbagai hal seperti tempat tinggal, makanan, dan keperluan lainnya makin meningkat, harga berbagai bahan kebutuhan dan perumahan jadi melonjak tinggi. Inflasi tahunan di Jakarta pada 2018 mencapai 3,27%, dengan inflasi terbesar pada harga bahan makanan.

Kondisi ini tentunya tidak sehat, karena bisa meningkatkan angka kemiskinan yang berdampak pada meningkatnya jumlah kejahatan, serta meningkatnya beban biaya untuk kesejahteraan sosial.

Dari segi lingkungan, padatnya perumahan tanpa penataan yang baik menjadikan Jakarta rawan banjir. Belum lagi masalah polusi yang ditimbulkan dari padatnya kendaraan serta banyaknya proyek perbaikan fasilitas seperti jalan dan trotoar. Polusi ini makin buruk pada musim kemarau.

Menurut AirVisual, udara di Jakarta sudah masuk ke kategori tidak sehat. Menurut mereka, indeks kualitas udara di ibu kota berada pada titik mengkhawatirkan, yaitu 158.

rumah adat suku dayak

Kenapa Kalimantan menjadi pilihan?

Penjelasan di atas merupakan dua dari berbagai faktor yang mendorong pemerintah untuk memindahkan ibu kota. Dari semua pulau yang ada di Indonesia, Kalimantan menjadi pilihan.

Berikut adalah beberapa pertimbangan, mengapa Kalimantan menjadi lokasi paling cocok untuk ibu kota baru.

Lahan kosong yang masih luas

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa letak calon ibu kota adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di antara dua kabupaten ini, terdapat lahan kosong yang luas. Lahan yang tersedia pun bukan sembarang lahan, melainkan sebagian adalah lahan milik pemerintah.

Pada lokasi yang dipilih oleh pemerintah, negara sudah menguasai lahan sebesar 180 hektar. Hal ini mempermudah proses pemindahan ibu kota karena tidak perlu lagi mengurus prosedur pengambilalihan lahan.

Minim gempa

Menurut penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Kalimantan tidak ada risiko bencana gempa bumi dan tsunami. Faktor ini sangat penting, karena sebagai pusat pemerintahan, kerusakan akibat bencana alam harus bisa dicegah.

Baik Kalimantan Timur maupun Tengah, merupakan area aman bencana jika dibandingkan dengan Jakarta, atau bahkan Pulau Jawa pada umumnya.

Selain itu, terganggunya kinerja pemerintah karena masalah banjir, seperti yang terjadi di Jakarta, bisa dihindari.

Posisi strategis

Pulau Kalimantan berada di tengah jajaran pulau di Indonesia. Ini artinya, koordinasi untuk pembangunan ke wilayah barat atau timur Indonesia bisa berjalan lebih efektif.

Pengiriman delegasi ke berbagai daerah juga bisa lebih mudah dan cepat jika lokasi pusat pemerintahan lebih strategis. Artinya, biaya perjalanan dinas ke daerah-daerah bisa jadi lebih murah.

Pun bagi delegasi dari daerah-daerah lain, terutama Indonesia Timur, dapat mengunjungi pusat pemerintahan dengan lebih cepat. Saat ini memang agak sulit mencari penerbangan langsung dari Papua ke area Kalimantan. Namun, dengan adanya perpindahan ibu kota, rute dari kota-kota di Kalimantan ke berbagai daerah, bahkan luar negeri, bisa dibuka.

Pemerataan ekonomi

Selama ini, pembangunan terkesan hanya berpusat di Pulau Jawa saja. Dengan adanya pemindahan pusat pemerintahan, diharapkan pembangunan akan jadi lebih merata. Nantinya juga akan berakibat pada pemerataan penduduk serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Ide mengenai pengurangan beban untuk pulau Jawa juga sudah lama direncanakan.

Pembukaan area baru juga bisa menarik banyak investor ke pulau-pulau lain di luar Jawa. Dengan demikian, lapangan pekerjaan akan terbuka makin luas bagi daerah-daerah lain. Diharapkan dengan makin banyak investor yang menanamkan modal di luar Jawa, mobilisasi penduduk ke Jakarta, Bandung, Surabaya bisa berkurang.

Biaya

Biaya proses pemidahan ibu kota ini adalah Rp 466 triliun untuk membangun lahan 40.000 hektare. Hal ini sempat dijabarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dari angka ini, hanya sekitar 19% yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sisanya merupakan investasi swasta serta Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Adapun biaya ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas seperti gedung leglislatif, yudikatif, dan eksekutif. Selain itu, akan dibangun juga fasilitas tempat tinggal untuk pegawai negeri dan militer, fasilitas pendidikan, kesehatan, serta keamanan.

Lama proses pemindahan ibu kota ke area baru ini diperkirakan memakan waktu 10 tahun.

orang dayak

Apa yang harus jadi perhatian pemerintah?

Tentu saja memindah ibu kota bukan berarti semua masalah teratasi. Ada dua hal yang harus menjadi perhatian khusus pemerintah selama proses dan pasca pemindahan ibu kota negara ini.

Kesenjangan sosial

Poin ini bisa menjadi masalah besar jika tidak dipikirkan pencegahannya. Kesenjangan sosial antara penduduk asli yang rata-rata berpendapatan rendah dan pendatang yang berpendapatan lebih tinggi akan menimbulkan kecemburuan sosial. Hal ini bisa memicu konflik.

Oleh karenanya, penting untuk memberikan peran ekonomis pada penduduk asli ketika ibu kota telah dibangun. Memperkecil kesenjangan sosial juga bisa dilakukan dengan membangun infrastruktur baru yang mendukung perekonomian masyarakat lokal.

Satu hal lagi yang harus diingat adalah memahami budaya setempat. Konflik dapat terjadi jika para pendatang tidak mengerti budaya dan adat setempat. Sehingga melakukan tindakan atau kegiatan yang membuat masyarakat setempat tersinggung.

Rusaknya hutan

Membuat pusat pemerintahan baru artinya membuka lahan baru. Sebagai salah satu paru-paru dunia, hutan di Kalimantan berperan besar dalam menyediakan oksigen bagi miliyaran manusia di dunia. Oleh karenanya, faktor konservasi hutan harus menjadi prioritas pemerintah.

Setelah ada lahan baru yang dibuka, bagaimana pemerintah bisa menanam kembali hutan yang hilang untuk kepentingan manusia dan keberlangsungan hidup satwa setempat.

Ada yang pro dan ada yang kontra, namun kebutuhan negara untuk lingkungan pusat pemerintahan yang lebih baik sudah mendesak. Pastinya perubahan akan terlihat saat ibu kota berada di tengah-tengah Indonesia. Terutama, pada pembangunan di pulau-pulau luar Jawa.

Baca juga artikel menarik kami lainnya mengenai kota-kota dengan biaya hidup rendah di Indonesia.

Komentar