Pemerintah Indonesia Dan Australia Bekerjasama Berantas Illegal Fishing

Pemerintah Indonesia Dan Australia Bekerjasama Berantas Illegal Fishing

Dalam rangka menangani illegal fisihing, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) Australia.

Pemberatasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing di Indonesia ini akan dilakukan dengan cara mendeteksi bongkar-muat ikan atau transhipment di laut serta pemodelan pergerakan kapal yang melakukan pendaratan ikan secara ilegal.

“Dua lokasi (rawan IUU fishing), yaitu Laut Arafura dan Indian Ocean. Seperti yang kita tahu Arafura merupakan golden fishing zone di Indonesia. Kita bisa menangkap ikan sepanjang tahun di sana tanpa ada musiman. Yang kedua Indian Ocean itu harus dipantau bersama antara Indonesia dan Australia karena laut itu sangat luas,” jelas Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono.

Menurutnya, dalam melakukan pemberantasan IUU fishing ini, prasarana yang ada akan lebih baik jika bisa digunakan bersama antara Indonesia dan Australia.

Wakil Duta Besar Australia unntuk Indonesia, Bradley Armstrong, juga menyatakan bahwa Australia memiliki komitmen yang sama kuatnya dengan Indonesia dalam pemberatasan IUU fishing ini.

“Australia dan Indonesia berbagi kekhawatiran yang sama terkait masalah penangkapan ikan ilegal, yang tidak diatur dan tidak dilaporkan. Karena tidak hanya IUU fishing mengakibatkan banyak kerugian pendapatan, tetapi juga merusak habitat, menghabiskan persediaan ikan, dan merusak ketahanan pangan,” ungkap Bradley Armstrong.

Ia juga menjelaskan bahwa ada empat kunci yang digunakan untuk memperkuat pemerintah kedua negara dalam melawan IUU fishing di tingkat global maupun regional. Keempat kunci ini adalah; adanya strategi nasional yang meliputi e-monitoring, program pemantauan, sistem pemantauan kapal, serta melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga pasar. Tindakan yang diperlukan misalnya adalah, penelusuran dan dokumentasi dari penangkapan IUU fishing.

Saat ini, pihak Indonesia sedang berupaya mengintegrasikan data hasil pengawasan dari vessel monitoring system (VMS) dan automatic identification system (AlS), serta data yang berasal dari sistem radar satelit untuk selanjutnya dianalisis.

“Diharapkan dengan integrasi tiga teknologi monitoring ini dapat memprediksi sistem penangkapan dan distribusi kegiatan IUU fishing di dunia mendekati real time demi penegakan hukum dan terjaganya kedaulatan negara,” kata Aryo.

[Source]

Komentar