Cadangan Minyak Indonesia Diperkirakan Habis Dalam Tujuh Tahun Mendatang

Cadangan Minyak Indonesia Diperkirakan Habis Dalam Tujuh Tahun Mendatang

Besarnya kebutuhan akan minyak, terutama BBM, menjadikan Indonesia harus melakukan impor minyak. Impor BBM Indonesia mencapai 41% dari total konsumsi.

Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, mengatakan bahwa kondisi ini akan semakin mengkhawatirkan bila produksi migas nasional cenderung menurun.

Bahkan, Faisal juga memperkirakan, cadangan minyak Indonesia akan habis pada tujuh tahun mendatang atau pada tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada tren cadangan minyak saat ini.

“Artinya kita menggasak minyak jauh lebih cepat dari usaha kita memperoleh cadangan baru, terus digenjot tapi malas mengeksplorasi. Kalau tidak terjadi penemuan baru dan tingkat produksi kita sekarang, rasionya 9,2, maka pada tahun 2026, minyak kita habis,” ujar Faisal di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa pada 1980, Indonesia memiliki cadangan minyak sebanyak 11,6 miliar barel. Sedangkan saat ini hanya sekitar 3,2 miliar barel. Jika Indonesia tidak segera menemukan sumber cadangan baru, maka minyak dan gas Indonesia akan habis pada 2026.

“Tidak hanya minyak tapi gas juga akan ikut habis, karena gas Indonesia saat ini hanya 1,4% dari cadangan dunia. Dan cadangan ini juga akan habis dalam 35 tahun mendatang,” sambungnya.

Oleh karenanya, Faisal menyarankan agar Indonesia memiliki dana abadi untuk menampung pendapatan dari sumber daya alam tersebut. Beberapa negara lain juga menerapakan kebijakan tersebut.

“Jadi tidak semua pendapatan dari SDA itu dihabiskan, karena ada jatah generasi yang akan datang. Ini kita seperti kesurupan menghabiskan SDA kita secepat mungkin. Sehingga tidak peduli dengan hak generasi yang akan datang. Dana abadi harus ada karena itu bisa kita pakai untuk kedepannya,” tegasnya.

 

[Source]

Komentar