Inalum Keluarkan Dana USD 3,85 Miliar Untuk Kuasai Saham Freeport

Inalum Keluarkan Dana USD 3,85 Miliar Untuk Kuasai Saham Freeport

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan  McMoran Inc telah telah menandatangani pokok-pokok kesepakatan divestasi atau Head of Agreement (HoA) saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Dalam kesepakatan ini pihak Inalum akan menguasai 41,64 persen PT Freeport Indonesia. Langkah ini dilakukan agar menggenapi 51 persen pemilikan saham pihak nasional.

Selanjutnya Inalum akan mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di Freeport Indonesia serta 100 persen saham Freeport McMoran di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham di Freport Indonesia.

Tentunya muncul banyak isu dan komentar berkaitan dengan penandatanganan HoA ini. Salah satu hal yang paling banyak dipertanyakan adalah mengapa pihak pemerintah Indonesia tidak menunggu hngga kontrak Freeport habis tahun 2021. Dengan demikian Inalum tidak perlu mengeluarkan uang untuk penguasaan tambang Grasberg di Mimika, Papua, Inalum tidak perlu merogoh kocek atau gratis.

Head of Corporate Communication and Goverment Relation Inalum Rendy Witoelar menanggapi komentar publik ini. Ia menjelaskan bahwa Freeport Indonesia memiliki interpretasi KK berbeda dengan pemerintah. PTFI memang mengakui KK akan berakhir pada tahu 2021, namun mereka beranggapan dapat mengajukan perpanjangan sebanyak dua kali 10 tahun. Sedangkan pemerintah dalam hal ini tidak akan menunda atau menahan persetujuan secara tidak wajar.

Pasal 31 ayat 2 KK: Sesuai dengan ketentuan-ketentuan yg tercantum, persetujuan ini akan mempunyai jangka waktu 30 tahun sejak tanggal penandatanganan persetujuan ini dengan ketentuan bahwa perusahaan akan diberi hak untuk memohon dua kali perpanjangan masing-masing 10 tahun atas jangka waktu tersebut secara berturut- turut, dengan syarat disetujui pemerintah. Pemerintan tidak akan menahan atau menunda persetujuan tersebut secara tidak wajar.

Permohonan ini pun bisa diajukan oleh perusahaan setiap saat selama jangka waktu persetujuan ini, termasuk perpanjangan sebelumnya.

“Jika pun FCX legowo hengkang setelah 2021, kita tidak akan mendapatkan Grasberg secara gratis,” jelasnya.

Jadi baik itu menunggu kontrak habis maupun diambl alih sekarang, pemerintah tetap harus membayar ke Freeport jika ingin menguasai tambang emas terbesar di dunia ini.

 

[Source]

Sumber image : [CC BY 2.0 ], via Wikimedia Commons

Komentar