Insentif Perpajakan Untuk Pengusaha Bidang Ekspor Dapat Dorong Kinerja

Insentif Perpajakan Untuk Pengusaha Bidang Ekspor Dapat Dorong Kinerja

Ketua Apindo Bidang Hubungan Internasional dan Investasi, Shinta Widjaja Kamdani memberikan tanggapan tentang inflasi yang dialami oleh Indonesia.

Dia menyatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah belum lancarnya kinerja industri dalam negeri akibat keterbatasan bahan baku. Hal ini mengingat mayoritas produk yang diekspor menggunakan bahan baku impor.

“Kalau kita mau meningkatkan ekspor kita harus memastikan ketersediaan bahan bakunya. Mayoritas produk ekspor kita bahan bakunya masih impor. Jangan sampai impor dipersulit karena akan berpengaruh kepada ekspor. Kita masih perlu waktu untuk mengembangkan industri nasional kita tanpa mengimpor karena bahan bakunya belum siap,” ujarnya di Gedung Permata Kuningan, Jakarta.

Ia juga mengatakan bahwa insentif fiskal masih diperlukan oleh pengusaha. Insentif perpajakan khusus untuk pengusaha yang bergerak di bidang ekspor dapat mendorong kinerja.

“Pemerintah tanyakan insentif apa yang kita inginkan supaya ekspornya lebih tinggi dan memulangkan dana-dana yang ada di luar negeri,” kata Shinta.

“Kalau kita lihat, insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday hubungannya lebih banyak ke investasi, penanaman modal untuk membuat perusahaan. Tapi yang kita butuhkan yang segera, fasilitas pajak yang bisa dimanfaatkan langsung oleh eksportir, baik itu PPn ataupun PPh,” tambahnya.

“Sebenarnya kalau kita lihat, jasa-jasa ekspor juga cukup besar dan banyak yang belum dapat fasilitas. Itu mungkin kita bisa perhatikan. Selain itu, suku bunga. Selama ini kalau dari segi perbankan suku bunga untuk eksportir juga masih cukup tinggi. Apakah bisa keringanan suku bunga? Itu insentif-insentif yang diharapkan,” kata dia.

Aspirasi dan harapan pengusaha ini disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan beberapa waktu lalu. Pemerintah juga akan meninjau usulan-usulan tersebut.

“Ini sedang dievaluasi apa persisnya yang dibutuhkan. Ini saya rasa perlu analisa lebih lanjut, paling tidak itikad baik dari pemerintah memberikan insentif tapi apa persisnya (bentuk insentif yang harus dberikan) perlu analisa lebih jauh,” jelas Shinta.

 

[Source]

Komentar