Rata-Rata UMK dan UMP 2020 Naik 8,51% di 5 Provinsi Ini

Rata-Rata UMK dan UMP 2020 Naik 8,51% di 5 Provinsi Ini

Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk tahun 2020 telah ditetapkan di beberapa provinsi.

Rata-rata kenaikan upah minimum di provinsi-provinsi ini adalah 8,51% dibanding tahun sebelumnya. Provinsi yang sudah mengesahkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan UMK di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Berikut rangkuman UMP dan UMK di provinsi-provinsi tersebut.

Banten

Angka tertinggi untuk UMK 2020 di wilayah Provinsi Banten adalah UMK Kota Cilegon yaitu Rp 4.246.081.

Sedangkan UMK terendah ada di Kabupaten Lebak yaitu sebesar Rp 2.710.654. Berikut ini rincian UMK 2020 untuk kabupaten/kota di Provinsi Banten:

  1. Kota Cilegon Rp 4.246.081
  2. Kota Tangerang Selatan Rp 4.168.268
  3. Kabupaten Tangerang Rp 4.168.268
  4. Kabupaten Serang Rp 4.152.887
  5. Kota Tangerang Rp 4.119.029
  6. Kota Serang Rp 3.773.940
  7. Kabupaten Pandeglang Rp 2.758.909
  8. Kabupaten Lebak Rp 2.710.654DKI Jakarta

DKI Jakarta

Di Jakarta Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 mengalami kenaikan sekitar 8,51% atau Rp 335.576 dari tahun sebelumnya. jika pada 2019, UMP DKI Jakarta sebesar Rp 3.900.000. Maka UMP 2020 telah ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Rp 4.267.349.

Penetapan tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 121 tahun 2019 mengenai Upah Minimum Provinsi Tahun 2020. Selanjutnya, Upah Minimum Sektoral akan ditetapkan setelah ada kesepakatan dengan Asosiasi Perusahaan dan Serikat Pekerja.

Jawa Tengah

Penetapan UMK 2020 seluruh Jawa Tengah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 560/58 Tahun 2019.

Namun, UMK ini berlaku hanya untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Pekerja yang sudah lebih dari satu tahun, besaran upah tidak mengacu pada UMK yang ditetapkan.

UMK tertinggi ada di Kota Semarang yaitu Rp 2.715.000. Sementara, UMK terendah ada di Kabupaten Banjarnegara yaitu sebesar Rp 1.748.000. Berikut rincian UMK di Jawa Tengah:

  1. Kota Semarang Rp 2.715.000
  2. Kabupaten Demak Rp 2.432.000
  3. Kabupaten Kendal Rp 2.261.775
  4. Kabupaten Semarang Rp 2.229.880
  5. Kabupaten Kudus Rp 2.218.451
  6. Kabupaten Cilacap Rp 2.158.327
  7. Kota Pekalongan Rp 2.072.000
  8. Kabupaten Batang Rp 2.061.700
  9. Kabupaten Magelang Rp 2.042.200
  10. Kabupaten Jepara Rp 2.040.000
  11. Kota Salatiga Rp 2.034.915
  12. Kabupaten Pekalongan Rp 2.018.161
  13. Kabupaten Karanganyar Rp 1.989.000
  14. Kota Surakarta Rp1.956.200
  15. Kabupaten Klaten Rp 1.947.821
  16. Kabupaten Boyolali Rp 1.942.500
  17. Kabupaten Purbalingga Rp 1.940.800
  18. Kabupaten Sukoharjo Rp 1.938.000
  19. Kota Tegal Rp 1.925.000
  20. Kabupaten Banyumas Rp 1.900.000
  21. Kabupaten Tegal Rp 1.896.000
  22. Kabupaten Pati Rp 1.891.000
  23. Kabupaten Pemalang Rp 1.865.000
  24. Kabupaten Wonosobo Rp 1.859.000
  25. Kota Magelang Rp 1.853.000
  26. Kabupaten Purworejo Rp 1.845.000
  27. Kabupaten Kebumen Rp 1.835.000
  28. Kabupaten Blora Rp 1.834.000
  29. Kabupaten Grobogan Rp 1.830.000
  30. Kabupaten Temanggung Rp 1.825.200
  31. Kabupaten Sragen Rp 1.815.914
  32. Kabupaten Brebes Rp 1.807.614
  33. Kabupaten Rembang Rp 1.802.000
  34. Kabupaten Wonogiri Rp 1.797.000
  35. Kabupaten Banjarnegara Rp 1.748.000

Yogyakarta

Untuk Provinsi DI Yogyakarta, melansir situs resmi Pemerintah Provinsi DIY, UMP DIY 2020 akan naik sebesar 8,51%.
Penentuan besaran angka UMP yang baru menggunakan dan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Angka kenaikan juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi di DIY, meskipun rendah. Besaran UMP DIY pada 2020 adalah Rp 1.704.608.
Angka UMP paling rendah jika dibandingkan dengan UMK. Jumlah UMK mengalami kenaikan Rp 133.685 dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar Rp 1.570.923. Selengkapnya dapat disimak berikut ini:

    1. Kota Yogyakarta sebesar Rp 2.004.000
    2. Kabupaten Sleman sebesar Rp 1.846.000
    3. Kabupaten Bantul sebesar Rp 1.790.500
    4. Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp 1.750.500
    5. Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp 1.705.000

Jawa Timur

UMK Provinsi Jawa Timur telah ditetapkan lewat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 188/568/KPTS/013/2019.

Keputusan tersebut akan berlaku mulai tanggal 1 Januari 2020. Mengutip pemberitaan Kompas.com, Jumat (22/11/2019), Surabaya menjadi kota dengan nilai UMK tertinggi, yaitu Rp 4.200.479.

Sementara itu, Kabupaten Gresik berada di urutan kedua dengan jumlah UMK sebesar Rp 4.197.030, naik Rp 329.156 dibandingkan tahun 2019. Jumlah UMK terkecil di Jawa Timur adalah Rp 1.913.321, yang berlaku di Kabupaten Sampang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Magetan.

Berikut ini adalah rincian UMK di Provinsi Jawa Timur:

  1. Kota Surabaya Rp 4.200.479
  2. Kabupaten Gresik Rp 4.197.030
  3. Kabupaten Sidoarjo Rp 4.193.581
  4. Kabupaten Pasuruan Rp 4.190.133
  5. Kabupaten Mojokerto Rp 4. 179.787
  6. Kabupaten Malang Rp 3.081.275
  7. Kota Malang Rp 2.895.502
  8. Kota Batu Rp 2.794.801
  9. Kota Pasuruan Rp 2.794.801
  10. Kabupaten Jombang Rp 2.654.095
  11. Kabupaten Tuban Rp 2.532.234
  12. Kabupaten Probolinggo Rp 2.503.265
  13. Kota Mojokerto Rp 2.456.302
  14. Kabupaten Lamongan Rp 2.423.724
  15. Kabupaten Jember Rp 2.355.662
  16. Kota Probolinggo Rp 2.319.796
  17. Kabupaten Banyuwangi Rp 2.314.278
  18. Kota Kediri Rp 2.060.924
  19. Kabupaten Bojonegoro Rp 2.016.781
  20. Kabupaten Kediri Rp 2.008.504
  21. Kabupaten Lumajang Rp 1.982.295
  22. Kabupaten Tulungagung Rp 1.958.844
  23. Kabupaten Bondowoso Rp 1.954.705
  24. Kabupaten Bangkalan Rp 1.954.705
  25. Kabupaten Nganjuk Rp 1.954.705
  26. Kabupaten Blitar Rp 1.954.705
  27. Kabupaten Sumenep Rp 1.954.705
  28. Kota Madiun Rp 1.954.705
  29. Kota Blitar Rp 1.954.705
  30. Kabupaten Sampang Rp 1.913.321
  31. Kabupaten Situbondo Rp 1.913.321
  32. Kabupaten Pamekasan Rp 1.913.321
  33. Kabupaten Madiun Rp 1.913.321
  34. Kabupaten Ngawi Rp 1.913.321
  35. Kabupaten Ponorogo Rp 1.913.321
  36. Kabupaten Pacitan Rp 1.913.321
  37. Kabupaten Trenggalek Rp 1.913.321
  38. Kabupaten Magetan Rp 1.913.321

Sebagaimana yang terjadi setiap tahunnya, upah minimum akan naik sesuai dengan tingkat inflasi serta perubahan biaya kebutuhan pokok di setiap daerah. Jadi, penting bagi Anda, terutama para lulusan baru, untuk mengetahui kisaran pendapatan ini sebagai referensi saat menerima pekerjaan pertama.

Perlu diingat juga, bahwa gaji atau upah yang tertera ini hanya salah satu hak yang diberikan perusahaan pada pekerjanya. Jaminan seperti jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, juga akan diberikan perusahaan karena merupakan hak dari pekerja.

 

Sumber berita: Kompas

Komentar