Inspirasi Usaha Menarik Dari Para Pengusaha Cilik

Inspirasi Usaha Menarik Dari Para Pengusaha Cilik

Memiliki usaha sendiri pastinya menjadi impian banyak orang. Bagaimana tidak, dengan memiliki bisnis sendiri Anda bisa menerapkan peraturan sendiri dan bekerja secara independen di lingkungan yang Anda sukai. Belum lagi sebagai orang yang menjalankan usaha sendiri, Anda tidak perlu bergantung dengan gaji dari pihak lain.

Permasalahannya, ketakutan akan gagal seringkali yang menjadikan banyak orang tidak segera memulai usahanya. Untuk itu, tidak ada salahnya kita belajar dari para pengusaha cilik yang sukses. Berikut kisah sukses lima pengusaha belia untuk menjadi inspirasi kita semua.

Almeyda Nayara

imgrum.org/user/nayaslime18

Profil Almeyda Nayara banyak dibicarakan di berbagai media di internet, bahkan pernah ditayangkan di televisi. Semua ini berkat usahanya yaitu menjual permainan slime. Omzet yang dihasilkan mencapai Rp 60 juta rupiah per bulan. Sedangkan pendapatan gadis yang disapa Naya ini adalah sekitar Rp 25 juta per bulan.

Naya pertama kali mengenal slime dari kakak kelasnya yang membawa mainan ini ke sekolah. Ia langsung menyukai permainan ini dan ingin memilikinya. Berbeda dengan anak-anak pada umumnya yang akan meminta orang tua mereka untuk membelikan, Naya malah belajar untuk membuat sendiri.

Siswi Sekolah Dasar ini pun memulai eksperimennya dengan tutorial dari YouTube. Awalnya eksperimen ini ditentang oleh Ibunya. Hal ini karena Naya menjadi tidak fokus belajar, selain itu dia sering membuat rumah dan bajunya kotor saat melakukan eksperimen. Namun Naya tetap belajar membuat slime hingga ia bisa membuat slime dengan berbagai variasi.

Saat ada kegiatan bazar di sekolahnya, Naya pun mulai menjual slime hasil buatannya. Tidak disangka, banyak anak-anak yang menyukai permainan slime. Karena banyak diminati di sekolahnya, Nayara pun terus memasarkan slime ke teman-teman di sekolahnya.

Untuk memperluas jangkauan pembeli, Naya membuat akun Instagram untuk memasarkan slimenya. Akun Instagram ini awalnya hanya diikuti oleh 12 orang temannya. Namun mereka juga aktif mempromosikan usaha milik Naya ke banyak orang lain. Ini pula yang mendorong penjualan slime buatan Naya makin banyak peminatnya.

Belajar dari kisah sukses Naya, mungkin apa yang Anda sukai juga bisa menjadi jalan sukses Anda. Cobalah untuk belajar mengembangkan hobi atau membuat sesuatu yang Anda sukai. Jika tekun, siapa tahu kisah sukses Anda berawal dari situ.

Jordan Casey

irishtimes.com/business/technology/

Tidak semua keahlian membutuhkan pendidikan formal yang mahal untuk bisa menjadi profesi berpengasilan tinggi. Jordan Casey, remaja yang memulai usahanya dari percobaannya setelah belajar pemrograman secara otodidak.

Casey pertama kali belajar pada umur sembilan tahun. Pada usia 12 tahun, dia membuat aplikasi permainannya yang pertama untuk IOS. Ia pun mengaku tidak menyangka bahwa aplikasinya ini menempati nomor pertama permainan yang paling banyak diunduh di Inggris. Kemudian, di usia 13 tahun Casey mendirikan Casey Games. Sebuah perusahaan yang mengembangkan permainan online untuk pengguna smartphone.

Pada awal karirnya sebagai developer, keluarga Casey mengira ia hanya sedang bermain dengan komputernya. Mereka baru mengetahui prestasi Casey saat ada pengumuman bahwa ia menjadi developer termuda IOS di Eropa.

Casey saat ini tercatat memiliki tiga perusahaan dengan tiga bidang usaha yang berbeda. Selain permainan Casey Games, ia juga mendirikan TeachWare. Dimana perusahaan ini mengembangkan sistem untuk menyimpan data absen, ujian, juga pengumpulan tugas para murid. Casey juga mengembangkan usaha di bidang manajemen acara dan promosi untuk situs online bernama Eventzy . Dimana Eventzy ini nanti memungkinkan para penyelenggara acara untuk mempromosikan kegiatannya lewat media sosial.

Keberhasilan Casey tentunya tidak lepas dari keberanian mengembangkan ilmu yang sudah dipelajarinya. Saat menjadi pembicara di Wired Next Gen, Casey mengaku terkadang orang tidak menganggapnya dengan serius karena dia masih anak-anak walaupun jabatannya adalah CEO. Namun Casey mengatakan bahwa ia tahu apa yang diinginkannya, sehingga tidak ada yang bisa menghentikan langkahnya untuk mengembangkan usaha berbasis teknologi informasi ini.

Dari kisahnya, Casey mengajarkan bahwa kita harus tahu dan yakin akan apa yang kita inginkan. Dengan demikian, kita akan bisa mengatasi rintangan atau membuktikan bahwa apa yang kita usahakan memang menjanjikan kesuksesan. Casey paham akan apa yang dia kerjakan, dan mengetahui dengan baik potensi dari produk-produknya. Inilah yang menambah percaya dirinya dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Moziah Bridges

juliabondwhhs.wordpress.com/2013/

Inspirasi usaha milik Bridges ini berawal dari kesulitannya menemukan dasi yang ia sukai. Kesulitan ini lantas membuatnya memutuskan untuk belajar membuat dasi sendiri. Saat itu Bridges yang baru berusia sembilan tahun belajar menjahit dari neneknya, dan mulai membuat dasi dengan model yang disukainya.

Selama beberapa bulan, Bridges berhasil membuat lusinan dasi dengan warna-warna menarik. Dasi buatannya ini diminati oleh keluarga dan teman-temannya. Dari sinilah Bridges memulai bisnisnya yang diberi nama Mo’s Bows.

Berbeda dengan model dasi kebanyakan, dasi kupu-kupu buatan Bridges memiliki ragam warna dan corak yang menarik. Menurutnya, dasi kupu-kupu untuk anak-anak yang tersedia saat ini terkesan membosankan. Oleh karenanya, ia ingin membuat corak yang lebih ceria dengan warna cerah. Selain itu, Bridges sendirilah yang merancang dan membuat dasi-dasi ini.

Saat ini Mo’s Bows merupakan bisnis dengan nilai , atau sekitar Rp 1,5 miliar, dan dijalankan oleh Bridges sendiri dengan lima orang karyawan. Kesuksesannya ini bahkan sudah diangkat oleh media sekaliber O Magazine dan Vogue.

Adapun pelajaran yang dapat kita tiru dari sosok Bridges adalah sifat peduli sosialnya yang tinggi. Bridges meluncurkan program Go Mo Scholarship Bow Tie untuk anak-anak di lingkungannya. Ia mengatakan program ini akan menghindarkan anak-anak dari melakukan kegiatan yang tidak berguna selama liburan musim panas.

Chloe Purnama

indonesiaenterpreneur.blogspot.sg/

Jika ketiga pengusaha cilik sebelumnya memulai usahanya dari hal yang mereka sukai, lalu berkembang menjadi eksperimen dan akhirnya menjadi usaha, Chloe Purnama memulai usahanya dengan niat untuk membantu anak-anak yang kurang mampu.

Meninggalnya sang adik, membuat Chloe sekeluarga merasakan sedih yang mendalam. Untuk menyemangati keluarga ini, beberapa kawan keluarga mengajak Chloe sekeluarga untuk memberikan pelayanan sosial ke panti asuhan dan rumah singgah. Dari sinilah Chloe terinspirasi untuk membantu anak-anak yang kurang mampu.

Niat ini diwujudkan dengan membuat sebuah usaha online melalui sosial media yang menjual berbagai produk termasuk perlengkapan kosmetik. Keuntungan dari penjualan nantinya akan disalurkan untuk anak-anak yang membutuhkan.

Usaha online ini dirintis oleh Chloe saat ia berumur 11 tahun ini, dimulai tanpa modal. Chloe cukup menjadi reseller, dan mengunggah setiap item jualannya ke grup BBM. Dengan bantuan temannya sebagai penyedia produk, Chloe mulai menjual sarung bantal dan tas untuk anak kecil. Pelanggannya pun merupakan teman sepermainannya dan teman-teman orang tuanya. Mereka berbelanja karena berniat membantu anak-anak di rumah singgah.

Kini bisnis online milik Chloe memiliki omzet penjualan yang mencapai ratusan juta. Kisahnya juga sudah dituangkan dalam sebuah buku biografi karya Alberthiene Endah.

Adapun produk yang dijual lewat akun Instagram @chloepurnama adalah pakaian, aksesoris, tas, dan perlengkapan kosmetik. Target konsumen dari bisnisnya yaitu anak-anak perempuan hingga wanita usia 30an.

Chloe berhasil menunjukkan pada kita semua bahwa niat baik bisa berbuah manis. Berawal dari niat baik inilah kesempatan terbuka lebar untuk Chloe dan usahanya. Mulailah dari niat baik bukan sekedar mendapatkan keuntungan. Karena jika niat Anda sekedar mendapatkan untung saat menjalankan usaha, maka jika terjadi kegagalan Anda akan lebih mudah berputus asa.

Caine Monroy

http://cainesarcade.com/

Kardus bekas seringkali dibuang atau hanya tertumpuk di gudang. Tapi di tangan Monroy kardus-kardus bekas ini didaur ulang menjadi berbagai mainan yang menarik. Berbagai macam mainan yang ia buat ini menjadikannya miliarder dengan omzet penjualan Rp 1,2 miliar.

Usaha Caine berawal dari cita-citanya untuk membuat wahana permainan. Dia menghabiskan dua tahun untuk membuat wahana permainan yang terbuat dari kardus. Monroy yang saat itu berumur sembilan tahun, mulai membuat mainan kardus di toko suku cadang milik Ayahnya.

Permainan yang ia buat ini dijadikan wahana dengan nama Caine Arcade, dengan tiket masuk seharga Rp25.000. Pada awal usahanya, ia kesulitan mendapatkan pelanggan karena letak wahananya yang berada di area bisnis. Hingga suatu saat ada seorang pembuat film, Mullick, yang membeli suku cada di took Ayah Caine, lalu menjadi pelanggan pertama Monroy.

Tertarik dengan kisah kreatif Caine, Mullick mengangkat ceritanya menjadi sebuah film dokumenter yang ditonton jutaan orang di YouTube. Dari sinilah awal Caine mendapatkan banyak pelanggan lainnya. Caine Arcade bahkan menjadi inspirasi Mullick untuk membuat gerakan daur ulang kardus yang telah diikuti ratusan ribu anak-anak dari 70 negara di seluruh dunia.

Sebagaimana Caine, Anda pun sebenarnya bisa mendapatkan ide usaha dari mana saja. Anda juga bisa menciptakan sesuatu dari benda-benda sederhana yang bisa jadi tidak terpikirkan oleh orang lain. Sentuhan kreatifitas adalah kunci untuk siapa saja menciptakan peluang suksesnya.

Para pengusaha ciliki ini memberikan pelajaran dan inspirasi untuk kita. Mereka menggunakan kesempatan, ide yang sederhana, bahkan modal seadanya untuk memulai cerita suksesnya. Bagaimana dengan Anda? Jangan biarkan keterbatasan yang Anda miliki saat ini menghambat Anda dari meraih kesuksesan dalam memulai usaha.

Untuk inspirasi dan motivasi usaha Anda, berikut ada para pengusaha muda Indonesia yang sukses dengan berbagai ide bisnisnya.

Komentar