Mengenal Lebih Jauh Lagi CEO Kami, Mitul Lakhani

Mengenal Lebih Jauh Lagi CEO Kami, Mitul Lakhani

CEO iMoney, Mitul Lakhani, merayakan tahun pertamanya bertugas pada 29 Juli 2019 (setelah selama 3 tahun menjabat sebagai CFO). Untuk memperingati hal ini, kami berbincang dengannya mengenai perjalanan karirnya.

Bagaimana perasaan Anda setelah setahun menjadi CEO iMoney?

Sebenarnya saya merasa senang. Perjalanan menuju posisi ini memang panjang. Tapi saya mengakui bahwa 12 bulan terakhir ini adalah momen yang paling menyenangkan.

Pastinya menantang, tapi rasanya tetap puas hingga hari ini..

Apakah teman-teman masa kecil atau guru Anda akan terkejut jika melihat Anda di posisi sekarang?

Mungkin tidak. Saya dulu seorang kutu buku. Mendapat peringkat kelas tiap tahun, selalu menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu. Bisa dibilang, orang tua saya tidak kesulitan untuk menyuruh saya mengerjakan PR.

Namun terlepas dari akademis, saya menjadi lebih terbuka ketika belajar di sekolah asrama di Kenya. Usia saya 9 tahun dan saat itulah saya mulai tinggal berpisah dari orang tua. Kami baru pindah ke negara baru, dan saat itulah saya mulai bergabung dengan banyak kelompok olahraga.

Saya pikir pengalaman itu menolong saya untuk menjadi pemain dalam tim. Seringkali saya ditunjuk menjadi kapten, yang juga mengajarkan saya cara memimpin, serta memberikan semangat dan kepercayaan diri.

Jadi, saya juga mencoba untuk mendorong anak-anak saya untuk terlibat dalam kegiatan kelompok. Baik itu olahraga atau ekstrakurikuler.

Seperti apa Anda saat menjadi kapten tim?

Pertanyaan bagus. Saya menikmati tanggungjawab tapi tentunya itu dulu sekali. Saya masih muda, dan tidak serumit menjadi seorang kapten dalam tim sekarang ini.

Jadi, lebih memimpin tim tampil di lapangan. Membantu membuat keputusan di lapangan dan memimpin dengan memberi contoh. Hanya memastikan bahwa tim memiliki tujuan yang sama dan memberikan yang terbaik.

Juga, saya pikir memang lebih mudah ketika semuanya adalah anak-anak berusia 9 sampai 16. Semua orang ingin memberikan yang terbaik, jadi memang lebih mudah memimpin tim saat itu.

Olahraga apa saja yang Anda mainkan?

Saya memainkan kriket, hockey, sepak bola, dan rugby. Semuanya adalah kelompok olahraga dominan saat itu. Kriket mungkin kelompok terkuat saya.

Saya lahir di India dan besar bermain kriket di jalan, dan sekarang saya masih penggemar kriket yang setia.

Bagaimana perasaan Anda saat Inggris mengalahkan India pada kejuaraan dunia kriket?

Saya sedikit kecewa, tapi pada waktunya mereka akan menang. Saya lelah mendengar bahwa Inggris menemukan cabang olahraga yang tidak pernah mereka menangkan di kejuaraan dunia. Jadi, saya rasa kita tidak akan mendengar hal itu lagi.

Anda memiliki perspektif yang unik karena telah menjadi CFO dan CEO iMoney. Apa yang Anda harap Anda tahu sebelum menerima jabatan ini?

Tidak ada, karena jika saya sudah tahu bagaimana menjadi CEO nantinya, saya tidak akan menikmati perasaan ini. Bagian yang membuat saya ingin menjadi CEO adalah karena saya ingin belajar lebih banyak dan mengambil tantangan baru.

Saya sudah bekerja di sini selama 3 tahun sebagai CFO. Jadi, saya sudah menyatu dengan budaya dan apa yang kita lakukan sebagai sebuah bisnis. Saya rasa lebih ke, saya ingin maju ke peranan yang baru dan mengambil tanggungjawab tambahan, lebih penting lagi saya belajar dan berkembang secara pribadi.

Bisakah Anda bisa menyebut satu hal, yang Anda pilih sebagai momen utama pada tahun pertama ini?

Itu pertanyaan yang sangat bagus. Ada banyak momen penting yang bagus, tapi saya pikir yang paling besar adalah kebahagiaan yang kita miliki bersama selama 12 bulan ini. Saya percaya bahwa kita punya budaya kerja yang unik di sini. Mungkin saya terkesan bias saat mengatakannya, karena melihat dari atas ke bawah.

Tapi orang-orang yang menghabiskan waktu dengan saya lebih banyak dibandingkan peran saya sebelumnya. Mengenal orang, memahami apa yang mereka senangi, dan apa kekuatan mereka. Anda tahu, bisa membantu dalam melatih dan membimbing mereka selanjutnya.

Highlightnya adalah seberapa besar kebahagiaan yang kita miliki dan keberhasilan selanjutnya. Memang ada beberapa tantangan, tapi penting bagi kita untuk merayakan apa yang kita capai dan bersenang-senang.

Jadi, bagaimana keseharian Anda sebagai seorang CEO iMoney? Apakah ada baik buruknya?

Bangun pagi dan pergi ke gym, kalau saya punya tenaga. Kemudian menghabiskan waktu dengan anak-anak sebelum mereka pergi ke sekolah, dan sarapan. Saya berusaha untuk tetap sehat, dan kopi adalah kebutuhan.

Saya sampai di kantor, duduk dan menghabiskan jam pertama menyelesaikan email lalu merencanakan tugas seharian. Apa yang saya perkirakan dan apa prioritas saya. Kemudian hampir seharian saya mengadakan rapat dan pertemuan untuk mengetahui apa yang kita butuhkan untuk membawa bisnis ini maju, keputusan yang harus dibuat, dan orang yang dibutuhkan untuk melatih dan membimbing.

Biasanya apa yang saya lakukan di akhir jam kerja adalah duduk lagi di meja saya dan menyelesaikan email, melakukan perencanaan, berfikir, dan bersiap-siap untuk hari berikutnya.

Jadi…. Jam berapa Anda meninggalkan kantor?

Saya tidak terlalu mengecek. Ada waktunya saya meninggalkan kantor jam 5:36 untuk pulang dan menghabiskan waktu dengan anak-anak. Makan malam bersama keluarga jika mereka belum makan. Biasanya, mereka makan malam sangat awal.

Rata-rata jam enam sampai delapan malam saya sudah tidak di kantor.

Dalam tujuh tahun, tim iMoney telah tumbuh dari sebuah startup menjadi tempat kerja untuk 210 keryawan di empat negara saat ini, apa tujuan selanjutnya?

Saya ingin berfikir dalam lima tahun bagaimana kita bisa terus membangun dan mengembangkan apa yang sudah kita miliki. Bagaimana kita terus membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih pandai tentang keuangan dan bagaimana kita bisa membantu karyawan untuk terus tumbuh dan berkembang agar sukses karirnya di iMoney.

Juga, bagaimana kita bisa membantu partner untuk mengembangkan bisnis mereka.

Bagi saya, itulah aspek mendasar bisnis kita. Saya ingin dalam lima tahun kita bisa melihat kembali dan berkata “wow, ini menakjubkan”. Sekaligus, saya ingin kita untuk melihat masa lima tahun ke depan.

Apa yang harus terjadi di lima tahun mendatang agar Anda bisa menyebutnya kesuksesan?

Menurut saya “sukses” dapat didefinisikan dan diukur dalam berbagai cara. Saya pikir bukan tentang bagaimana saya mendefinisikan sukses dan bagaimana kita sebagai sebuah organisasi mendefinisikan sukses.

Selama kita bisa mencapai tiga hal yang saya sebutkan sebelumnya, memastikan konsumen membuat pilihan yang lebih tepat, memastikan karyawan kita berkembang, dan memastikan partner kita senang dengan apa yang kita lakukan. Bagi saya itulah sukses.

Apa yang membuat Anda bersemangat dengan bisnis fintech yang berkembang cepat saat ini?

Hal mendasar yang dilakukan fintech adalah kemampuan untuk membuat perubahan pada kehidupan orang. Terutama dalam hal kehidupan finansial. Mulai dari membangun kesadaran finansial, meningkatkan pendidikan dan pengetahuan finansial, memberikan akses pada semua orang mendapatkan produk yang mereka butuhkan.

Terutama, membantu orang untuk merdeka secara keuangan. Membantu mereka mewujudkan tujuan dan impian keuangannya.

Terakhir, apa nasihat terbaik yang pernah Anda terima dan masih Anda ikuti?

Saya tidak ingat siapa yang memberikan nasihat ini tapi sedikit banyak nasihatnya “ apapun yang kamu lakukan, pastikan kamu benar-benar menikmatinya dan pastikan kamu bahagia. Hidup terlalu pendek untuk melakukan hal-hal yang tidak kamu senangi”.

Apa saya menuruti nasihat ini? Pada banyak hal iya. Ada waktu dimana Anda harus melakukan hal yang tidak dinikmati. Untuk sebagian besar lainnya, saya sangat menikmati apa yang saya kerjakan sekarang. Saya di sini dan tidak ada rencana untuk melakukan hal lain.

 

*Diterjemahkan dari Bahasa Inggris
*Tanggapan telah diedit agar lebih jelas

Komentar