Wisatawan Asing dan Lokal Akan Dikenakan Pungutan Kebersihan

Wisatawan Asing dan Lokal Akan Dikenakan Pungutan Kebersihan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa pemerintah akan mengenakan pungutan bagi wisatawan. Pungutan ini berlaku untuk wisatawan asing maupun domestik. Pengenaan pungutan ini diberlakukan untuk wilayah pariwisata.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini kemudian melanjutkan bahwa untuk besaran pungutannya, akan dibedakan antara dua kelompok wisatawan tersebut.

“Kalau turis asing sekitar USD 10. Kalau lokal mungkin USD 1. Tapi dimasukkan dalam tiket atau di hotel dia nginap. Sehinga nanti bisa dikelola oleh Pemda dengan benar,” ujar Luhut di Jakarta.

Dia pun menegaskan, penanganan sampah plastik ini mendapatkan perhatian besar dari Pemerintah. Sebab ada beberapa kasus kerusakan keanekaragaman hayati, bahkan hewan liar yang mati akibat sampah plastik.

“Sampah plastik ini saya serius. Kemarin Pulau Pari di Kepulauan Seribu, ikan, penyu mati karena limbah di sana,” tegasnya.

Dana hasil pungutan tersebut, kata dia, akan digunakan untuk pelaksanaan pembersihan lingkungan di lokasi pariwisata.

“Uang itu akan kita gunakan untuk pembersihan. Sehingga dengan Perpres waste to energy dan ini, maka akan ada perubahan besar ke depan dalam penanganan sampah,” tandas Luhut.

Sebelumnya, diberitakan ada 3 penyu yang ditemukan mati mengambang di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Penyu-penyu itu mati diperkirakan akibat mengonsumsi sampah plastik dan minyak mentah yang mencemari laut di habitatnya.

“Memang benar pada 27 November 2018 ditemukan tiga  penyu mati. Tapi kondisinya sudah membusuk, jadi tidak dievakuasi ke darat. Sudah tertutup lendir, di mulutnya sudah ada plastik begitu juga dengan sela-sela kaki depannya,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Ida Harwati di Jakarta.

Ida juga menjelaskan bahwa penyebab kematian penyu jenis sisik itu belum bisa dipastikan. Hal ini proses pembedahan masih dilakukan. Namun pihaknya yakin penyu-penyu itu mati akibat sampah plastik dan tumpahan minyak yang berada di sekelilingnya.

Menurut Ida, pihaknya belum pernah menerima laporan penyu mati dari Januari hingga November 2018. “Kami baru dapat infonya baru Selasa ini, mungkin matinya dari kemarin karena saat ditemukan kondisinya sudah membusuk, dua hari mungkin,” katanya.

 

[Source]

Komentar