Jangan Bedakan Asuransi Mobil Bekas dan Mobil Baru

asuransi mobil bekas dan mobil baru

Indonesia memiliki jumlah populasi yang begitu besar, yakni hampir mencapai 250 juta jiwa. Jumlah populasi yang begitu besar menjadi peluang bisnis bagi sejumlah produsen mobil untuk menggarap pasar Indonesia yang dianggap mampu membawa keuntungan di masa yang akan datang.

Ekonomi Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami perbaikan dan mampu tumbuh stabil, yakni di kisaran angka 6% meski di tahun 2013 hanya tumbuh sekitar 5,8%. Namun, pertumbuhan tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di negara-negara tetangga.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mendapat sumbangan dari dua hal, yakni derasnya investasi yang masuk ke Tanah Air dan tingginya tingkat konsumsi dalam negeri. Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi masih akan positif di tahun 2014, yaitu di angka 5,7%.

Penduduk Indonesia memang dapat dikatakan memiliki tingkat konsumsi yang tinggi, termasuk dalam membeli mobil. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan kendaraan baru di Indonesia pada tahun 2014 sebanyak 1,3 juta unit.

Asuransi Mobil Bekas dan Mobil Baru

Di Indonesia, memiliki mobil bukanlah barang mewah lagi karena mobil digunakan untuk mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari. Banyak orang Indonesia yang masih lebih senang menggunakan mobil pribadi daripada menggunakan moda transportasi umum sebagai sarana trasportasi.

Orang-orang yang memiliki uang lebih biasanya membeli mobil untuk mempermudah kebutuhan hidupnya, terutama untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Banyak orang yang mengalami kesulitan transportasi karena moda transportasi umum belum memiliki keamanan dan kenyamanan yang memadai.

Solusi persoalan sarana transportasi umum oleh pemerintah masih minim, begitu pula implementasi program transportasi umum massal bagi masyarakat. Fasilitas alat transportasi umum masih banyak yang tidak layak tapi tetap dioperasionalkan dengan alasan akan rusak bila tidak digunakan.

Produsen mobil memandang hal tersebut sebagai peluang bisnis, yakni dengan cara semakin giat mengeluarkan jenis mobil baru di Indonesia. Hal inilah yang memicu geliat masyarakat untuk membeli mobil baru, meski tidak dipungkiri bahwa tidak semua masyarakat Indonesia mampu membeli mobil baru.

Namun demikian, mereka yang tidak memiliki uang lebih untuk membeli mobil baru memiliki pilihan lain, yakni dengan cara membeli mobil bekas. Sebagian masyakarat memang lebih memilih mobil bekas daripada mobil baru dengan berbagai alasan.

Pasar Indonesia memang menyediakan mobil bekas untuk mempermudah masyarakat memiliki mobil, bahkan mobil bekas yang dijual tidak kalah bagus dan tidak kalah nyaman dengan mobil baru. Banyak orang yang puas menggunakan mobil bekas, apalagi harga yang ditawarkan lebih terjangkau.

Namun, terdapat persoalan terkait pembelian mobil bekas, seperti halnya dengan mobil baru, yakni pemilik mobil harus siap dengan bencana yang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Masyarakat yang memiliki mobil bekas sewajarnya mengasuransikan mobilnya.

Pangsa pasar asuransi di Indonesia terbilang kecil bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga, yakni di sekitar angka 5%. Industri asuransi memiliki pekerjaan rumah yang berat, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asuransi, terutama dalam hal ini asuransi mobil.

Tidak dipungkiri masyarakat Indonesia masih belum berkeinginan mengasuransikan mobilnya saat ini, tentu dengan berbagai alasan. Alasan-alasan ini termasuk beragam mulai dari tingkat premi yang terlalu mahal, kebutuhan yang tidak mendesak, maupun kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

Masyarakat perlu menyadari bahwa asuransi untuk mobil bekas sama pentingnya dengan asuransi bagi mobil baru. Masyarakat dihadapkan pada risiko besar bila mobil bekas yang dimiliki tidak dilindungi asuransi, baik bencana seperti tabrakan, spion hilang, bodi mobil penyok, tergores, maupun hilang karena dicuri.

Masyarakat yang mengasuransikan mobil bekasnya akan merasa lebih tenang dan aman karena risiko dapat dikelola dengan baik oleh perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi akan melindungi mobil bekas Anda, terutama bila Anda membeli produk asuransi mobil baik TLO (Total Loss Only) maupun All Risk.

Masyarakat harus memahami bahwa melindungi mobil bekas sama pentingnya dengan melindungi mobil baru. Masyarakat sewajarnya tidak membeda-bedakan mobil baru dan mobil bekas ketika mengasuransikan mobilnya. Masyarakat harus tahu bencana yang dapat terjadi kapan dan di mana saja, tidak memandang kondisi mobil bekas atau baru.

Dapatkan informasi tentang suku bunga asuransi mobil terkini di AturDuit Indonesia.

Komentar