Tentukan Kebutuhan Finansial Anda, Lalu Pilih Satu dari 4 Jenis Reksa Dana Berikut Ini!

Tentukan Kebutuhan Finansial Anda, Lalu Pilih Satu dari 4 Jenis Reksa Dana Berikut Ini!

Bicara soal investasi, pasti sudah banyak yang mengenal istilah reksa dana atau mutual fund. Di mana jenis investasi ini memungkinkan Anda untuk menanamkan dana walaupun dalam jumlah kecil ataupun besar, sesuai dengan jenis reksa dana yang Anda pilih.

Sebagai pemahaman awal mengenai jenis-jenis reksa dana, berikut adalah 4 jenis reksa dana yang bisa dipilih sesuai kemampuan dan tujuan finansial Anda.

Reksa dana saham

Dapat dikatakan bahwa reksa dana saham menjanjikan keuntungan yang paling besar. Dalam jenis reksadana ini, manajer investasi mengalokasikan dana investor ke instrumen saham. Hal ini dilakukan untuk memberikan keuntungan jangka panjang pada investor.

Di sisi lain, harga saham yang naik turun bisa memberikan risiko besar pada pelaku reksa dana saham. Oleh karenanya, investasi ini tidak cocok untuk kebutuhan jangka pendek.

Jika Anda ingin berinvestasi dalam bentuk reksadana saham, sebaiknya untuk investasi jangka panjang atau di atas 5 tahun.

Reksa dana saham sangat cocok untuk Anda yang mengumpulkan dana untuk persiapan masa pensiun.

Reksa dana pendapatan tetap

Jenis reksa dana lainnya yang cukup menjanjikan adalah reksa dana pendapatan tetap. Manajer investasi pada jenis reksa dana ini akan menempatkan dana investor pada surat utang (obligasi).

Adapun keuntungan dari reksa dana pendapatan tetap ditentukan oleh suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Jadi, kalau suku bunga acuan BI mengalami penurunan, maka harga obligasi akan terdorong naik. Naiknya harga obligasi ini akan meningkatkan nilai reksa dana pendapatan tetap.

Misalnya, pada Desember 2019 lalu, BI berhasil mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat 6%, atau tidak ada kenaikan suku bunga acuan. Kondisi ini menjadikan harga juga ikut obligasi stabil.

Reksa dana campuran

Pada dasarnya dalam reksa dana campuran, manajer investasi akan mengalokasikan dana investor pada beberapa instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Walaupun keuntungan yang didapat dari reksa dana campuran tidak sebanyak reksa dana saham, namun jenis investasi ini juga cocok untuk periode jangka panjang. Selain itu, tidak seperti reksa dana saham, reksa dana campuran memiliki risiko yang lebih rendah.

Diversifikasi portofolio dalam reksa dana campuran memperkecil risiko yang mungkin akan ditanggung investor bisa lebih kecil. Apalagi pasar saham dan obligasi selalu naik turun, jadi reksa dana campuran merupakan pilihan yang aman.

Reksa dana pasar uang

Manajer investasi pada jenis reksa dana ini akan menempatkan uang investor 100% pada pasar uang, seperti obligasi yang masa jatuh temponya kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Investasi dengan reksa dana pasar uang tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Hal ini karena uang dalam reksa dana pasar uang bisa ditarik tanpa harus menunggu masa jatuh tempo. Sehingga produk keuangan ini lebih cocok jika Anda memiliki rencana jangka pendek seperti liburan atau pernikahan.

Kelebihan lain dari reksa dana pasar uang adalah Anda tidak perlu memulai dengan modal yang besar. Anda bahkan bisa memulai dengan Rp 100.000. Oleh karenanya, jika Anda baru dalam berinvestasi, atau belum memiliki banyak penghasilan, maka reksa dana pasar uang merupakan pilihan yang tepat.

Pilih yang tepat

Sangat penting bagi Anda untuk memilih jenis reksa dana yang tepat. Hal ini karena setiap bentuk reksa dana memiliki kelebihan dan risiko tersendiri.

Jadi sebelum memutuskan untuk menanamkan modal pada salah satu jenis reksa dana, ketahui terlebih dahulu kemampuan finansial Anda. Apakah Anda siap untuk menghadapi risiko yang besar atau rendah? Selain itu, apakah tujuan Anda berinvestasi untuk tujuan keuangan jangka pendek atau jangka panjang?

Misalnya, Anda membutuhkan uang untuk pensiun, maka reksa dana campuran atau pasar uang bukanlah pilihan yang cocok. Sama halnya jika misalnya Anda membutuhkan uang untuk biaya perjalanan setahun ke depan, maka reksa dana saham bukanlah pilihan tepat.

Jadi pastikan Anda mencari informasi yang cukup sebelum memutuskan. Lebih lengkap mengenai reksa dana, Anda bisa simak dalam ulasan kami lainnya.

Komentar