Menteri Keuangan Inginkan Kapal Pencuri Ikan Jadi Aset Negara

Menteri Keuangan Inginkan Kapal Pencuri Ikan Jadi Aset Negara

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa sampai saat ini, belum ada kapal yang tertangkap karena pencurian ikan illegal yang sudah menjadi aset negara.

Menurutnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) serta Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) belum mengelola kapal-kapal pencuri ikan ini sebagai aset negara.

“Untuk sekarang belum tapi nanti kita akan lihat saja sebetulnya strateginya dari Kementerian Perikanan, instruksi Bapak Presiden agar kapal-kapal itu lebih didayagunakan,” kata Sri Mulyani saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa kepentingan utama untuk saat ini adalah meningkatkan aktivitas perekonomian di kalangan nelayan. Di samping itu, instansi pemerintah juga harus mendorong agar nelayan dalam negeri mampu bersaing.

“Yang paling penting adalah aktivitas ekonomi masyarakat nelayan maupun industri perikanan bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, pihak Kemenkeu siap membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menangani kapal-kapal pencuri ikan jika akan dijadikan aset negara.

“Lihat apa yang dilakukan oleh Bu Susi di dalam menangani kapal-kapal yang dianggap melanggar illegal, bagaimana dalam peraturan untuk penanganan asetnya, kami akan membantu sepenuhnya,” jelas Sri Mulyani.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sempat berpesan pada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam sebuah rapat koordinasi hari Senin, 8 Januari 2018. Ia berharap Susi menghentikan kebijakannya untuk menenggelamkan kapal pelaku pencurian ikan.

Susi Pudjiastuti juga menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa langkah yang diambil pihaknya merupakan amanat dari undang-undang.

 

[Source]

Komentar