Tanpa Ijazah, 5 Karir Ini Berpenghasilan Tinggi Dengan Masa Depan Cerah

Tanpa Ijazah, 5 Karir Ini Berpenghasilan Tinggi Dengan Masa Depan Cerah

Tidak dipungkiri bahwa memiliki pendidikan yang tinggi bisa membantu kehidupan seseorang menuju arah yang lebih baik. Namun sebenarnya, hal utama yang harus dimiliki seseorang untuk meraih kehidupan yang lebih baik adalah kemampuan untuk bekerja.

Ada banyak profesi yang tidak membutuhkan ijazah universitas, dan tetap memberikan penghasilan yang besar.

Berikut hanyalah beberapa contoh pekerjaan atau profesi yang tidak memerlukan ijazah universitas. Pekerjaan-pekerjaan ini lebih membutuhkan kemampuan dan pengalaman dan bisa dipelajari secara otodidak.

Penulis

bekerja dengan mesin ketik

Menjadi penulis memang bukan masalah seberapa tinggi pendidikan seseorang. Lebih dari itu, menjadi penulis membutuhkan kemampuan yang diasah dengan kebiasaan dan latihan.

Bagi seorang penulis yang terpenting adalah memiliki portofolio, baik berupa hasil tulisan yang sudah pernah diterbitkan di media, atau blog pribadi. Oleh karenanya, jika Anda memang berniat untuk meniti karir sebagai penulis, maka buatlah kumpulan contoh tulisan Anda dari sekarang.

Penulis memiliki banyak macamnya, penulis buku (fiksi atau non fiksi), penulis naskah, penulis blog, penulis konten di media sosial, penulis artikel. Perlu juga diingat bahwa semua yang Anda temukan di televisi, YouTube, atau radio semuanya bermula dari cerita yang dibuat penulis.

Penghasilan masing-masing penulis ini juga beragam. Jika mereka bekerja untuk perusahaan atau media yang besar, maka para penulisnya pun memiliki bayaran yang besar.

Sedangkan untuk penulis buku, besarnya penghasilan tergantung pada berapa banyak orang yang membeli buku mereka. Rata-rata royalti penulis adalah 5% sampai 10% dari harga buku. Jadi, misalnya harga buku Rp 20.000 dengan royalti 5%. Jadi per buku keuntungan yang didapat adalah Rp 2.500 per buku. Namu, penghasilan penulis adalah royalti dari total buku yang terjual dikurangi pajak (15%).

Tidak mengherankan jika para penulis bestseller bisa berpenghasilan ratusan juta sebulan jika dilihat dari perhitungan royalti ini.

Ada juga penulis yang dibayar di awal atau disebut jual putus. Risikonya, kalau buku itu laris di pasaran, si penulis tidak berhak mendapat tambahan bayaran sebagaimana sistem royalti.

Memang kebanyakan penulis terkenal yang di dalam negeri yang bukunya diangkat menjadi film lulusan universitas. Di antaranya seperti Dilan yang diangkat dari buku karya Pidi Baiq, Filofosi Kopi karya Dee Lestari, dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Tentu saja mereka juga mendapatkan royalti dari hasil penju     alan tiket film-film ini.

Namun, bukan berarti mereka yang tidak mengantongi ijazah universitas tidak punya kesempatan. Beberapa penulis kelas dunia ada yang tidak memiliki ijazah perguruan tinggi atau universitas. Di antaranya seperti Mark Twain dan H.G. Wells.

Jadi, jangan berfikir bahwa penulis adalah pekerjaan yang tidak memiliki peluang yang besar. Apalagi dengan berkembangnya teknologi, hampir semua bisnis butuh penulis untuk memberikan citra yang menarik pada produk mereka.

Penata rias

alat makeup

Sebagaimana menulis, menjadi penata rias bukanlah masalah ijazah, melainkan kemampuan yang diasah dari pengalaman.

Saat ini banyak sekolah tata rias yang memberi pelatihan serta sertifikasi bagi mereka yang memiliki minat di bidang ini. Tidak hanya tata rias untuk pengantin atau wisuda, penata rias juga dibutuhkan untuk berbagai acara seperti pertunjukan, film, dan peragaan busana.

JIka Anda memutuskan untuk membuka usaha seperti salon atau menjadi penata rias profesional, maka Anda membutuhkan sertifikasi ini. Namun, jika Anda hanya ingin menjadi pekerja lepas yang mengerjakan tata rias untuk perorangan, bukan lembaga, maka tanpa sertifikasi pun bisa.

Tentu saja sertifikasi bagi seorang penata rias bisa memberikan kesempatan yang lebih besar. Hal ini karena ia bisa bekerja untuk sebuah perusahaan, atau memiliki salonnya sendiri. Untuk punya salon, seseorang harus memiliki sertifikat kursus terlebih dahulu sebelum mengurus izin usaha.

Jadi, sebelum serius menjadi penata rias profesional, ikuti kursus tata rias sesuai bidang yang diinginkan, kemudian kumpulkan peralatan riasnya. Bagi Anda yang saat ini bekerja namun memiliki cita-cita untuk menjadi penata rias, bisa menyisihkan waktu dan uang untuk mengikuti kelas kecantikan.

Jika Anda tidak memiliki salon, maka bisa bekerjasama dengan wedding organizer, atau sekolah mode, untuk mendapatkan proyek.

Adapun perhitungan penghasilan penata rias, dalam hal ini misalnya perias pengantin, adalah sebagai berikut.

Misalnya dalam satu kali merias bayaran Anda Rp 1.500.000 sampai Rp 2.000.000, kemudian dalam seminggu Anda mendapat 2 kali panggilan, artinya dalam satu minggu penghasilan bisa mencapai Rp 3 juta atau Rp 4 juta.

Apalagi kalau setelah masa Idul Fitri, perias pengantin biasanya banjir proyek. Penyebabnya adalah masyarakat Indonesia percaya bahwa setelah Idul Fitri merupakan hari baik untuk menikah.

Namun selain merias pengantin, para penata rias ini juga biasanya akan sangat sibuk pada masa wisuda, karnaval, dan Hari Kartini. Namun, jika untuk anak-anak atau mahasiswa para penata rias akan menurunkan tarifnya. Tentu semuanya kembali lagi pada keputusan si penata rias dengan pertimbangan tingkat kesulitannya saat merias.

Programmer

code

Ternyata menjadi programmer tidak harus mengantongi ijazah Strata 1 dari universitas. Namun, minimal harus lulusan Sekolah Menengah Atas atau yang setara. Kemudian bisa mengambil kursus programming dengan durasi 1 atau 2 tahun.

Ada juga beberapa tempat kursus yang menyediakan beasiswa bagi murid-muridnya. Bahkan, murid terbaik juga akan disalurkan ke perusahaan rekanan mereka sebagai tenaga teknologi informasi (TI).

Jika sudah selesai masa kursus, Anda akan mendapatkan sertifikasi yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan. Sertifikasi ini juga bisa dicantumkan sebagai jaminan kualitas jika Anda menjadi pekerja lepas.

Besaran gaji seorang programmer beragam tergantung spesialisasi dan pengalamannya. Misalnya untuk tenaga IT junior, kisaran gajinya bisa sekitar Rp 4 juta.

Kemudian untuk programmer yang menjadi pekerja lepas, besaran penghasilan tergantung dari banyaknya proyek yang diterima. Penghasilan per proyek bisa mencapai Rp 3 juta, tergantung dari pengalaman dan kemampuan yang dibutuhkan. Makin rumit, maka makin tinggi bayarannya.

Jadi, misalnya Anda mendapatkan dua proyek dalam sebulan dengan rate per proyek Rp 3 juta. Kemudian lama pengerjaan satu proyek adalah satu minggu, artinya dalam sebulan penghasilan bisa mencapai Rp 6 juta dengan hanya dua minggu kerja.

Desainer grafis

artis desain

Sebagaimana pekerjaan seni lainnya, menjadi seorang desainer grafis pun sebenarnya tidak butuh ijazah perguruan tinggi atau universitas.

Anda bisa mempelajari keahlian ini secara otodidak. Namun jika Anda ingin mempelajari desain dengan spesialisasi tertentu, seperti desain grafis untuk website atau produk, maka Anda harus mengambil sertifikasi.

Ada banyak platform di internet yang memudahkan para desainer grafis untuk mendapatkan proyek. Di antaranya adalah 99designs dan dribble.com.

Kesempatan lain yang bisa digunakan para desainer adalah dengan membuat merchandise atau clothing line sendiri. Anda bisa membuat gambar atau desin yang bisa dijadikan sticker, kaos, topi, atau aksesoris lainnya yang kemudian bisa dijual secara online.

Salah satu keuntungan seorang desainer grafis adalah kesempatan mereka yang tidak terbatas. Kalau tidak bekerja di kantor, mereka bisa menjadi pekerja lepas, atau membangun usahanya sendiri.

Pengusaha

menganalisa

Karir terakhir yang, sebenarnya, tidak membutuhkan ijazah adalah pengusaha. Untuk menjadi pengusaha, Anda membutuhkan ide, modal, kemampuan untuk memasarkan, serta mengelola keuangan.

Banyak contoh pengusaha yang bukan lulusan universitas, bahkan di antaranya ada yang tidak lulus Sekolah Dasar, seperti Sanawi pemilik merek es krim Vanesa. Saat ini omzet usaha beliau bisa mencapai Rp 1,5 miliar per bulan.

Tentunya untuk bisa sukses seperti Pak Sanawi, Anda harus bekerja keras dalam waktu lama. Namun, penting bagi Anda untuk juga memperhatikan aspek lainnya dalam usaha seperti pengelolaan keuangan dan pengurusan legal administrasinya.

Jadi, jika Anda memiliki keahlian dan bisa membangun usaha namun tidak paham tentang masalah keuangan dan administrasi, pastikan Anda memiliki seseorang yang bisa membantu. Anda bisa mempekerjakan seorang akuntan atau petugas administrasi.

Semakin usaha berkembang, Anda akan membutuhkan orang yang membantu untuk urusan administrasi dan keuangan.

Tulisan ini bukan berarti kami ingin Anda untuk tidak memiliki pendidikan tinggi. Melainkan, kami ingin Anda dapat melihat bahwa sebenarnya kesempatan bisa datang dari mana saja. Tentunya asal Anda tekun dan mau berusaha.

Pendidikan sendiri sebenarnya bukan modal untuk mendapat uang, namun untuk membentuk pola pikir serta membuka jaringan pertemanan yang bisa mendukung karir ke depannya.

Jadi, apapun tingkat pendidikan serta pekerjaan Anda sekarang, jangan takut untuk mencoba hal baru dengan menekuni hal yang Anda senangi.

Komentar