Indonesia Berada Di Urutan 14 Untuk Kebiasaan Makan Yang Buruk

Indonesia Berada Di Urutan 14 Untuk Kebiasaan Makan Yang Buruk

Di tahun 2016, Indonesia menempati peringkat 14 dari 15 negara di Asia Pasifik yang memiliki kebiasaan makan buruk. Fakta ini merupakan hasil survey yang diadakan oleh perusahaan asuransi AIA dalam Health Living Index.

Situs Tempo melaporkan bahwa survey ini menunjukkan bahwa kebiasaan makan yang buruk mempengaruhi kesehatan orang Indonesia.

Makan saat melakukan kegiatan lainnya

Orang Indonesia sepertinya merasa bersalah sembari melakukan kegiatan lainnya. Survey menunjukkan bahwa 86 persen responden melakukan kebiasaan ini.

Makan sambil melakukan kegiatan lainnya tidak disarankan karena bisa meningkatkan asam lambung yang menyebabkan masalah perut. Lebih jauh lagi, bisa meningkatkan aktivitas bladder, sehingga menghasilkan gas dan mual yang merupakan gejala kembung.

Makan sambil berjalan

70 persen responden dari Indonesia mengatakan bahwa mereka terbiasa makan sambil berjalan.

Selain berisiko karena mereka tidak memperhatikan sekitarnya saat berjalan, aktivitas ini juga akan mengganggu sinyal dari otak yang berkaitan dengan rasa lapar atau kenyang.

Makan larut malam

76 persen responden dari Indonesia mengakui bahwa mereka sering makan saat larut malam.

Makan setelah larut malamadalah kebiasaan yang tidak sehat karena menyebabkan naiknya berat badan. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa mengganggu tidur, menyebabkan sakit kepala ringan saat siang hari dan asam lambung.

Tidak sarapan

63 persen responden dari Indonesia mengatakan bahwa mereka melewatkan sarapan setiap hari. Kebiasaan ini menyebabkan orang sulit untuk berkonsentrasi, karena otak membutuhkan energi yang cukup untuk berfungsi dengan baik.

[Source]

Komentar