Kebijakan dalam Memilih Produk Investasi di Indonesia

kebijakan dalam memilih produk investasi

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan bahkan terus mengalami peningkatan, meningkat pula populasi orang kaya di negeri ini. Dalam sebuah catatan survei oleh Credit Suisse, di tahun 2013 terdapat 123 ribu miliarder di tanah air. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, jumlah orang kaya di Indonesia diprediksi mengalami peningkatan sebanyak 57,72% atau menjadi 194 ribu orang. Tidak hanya itu, jumlah anggota masyarakat kelas menengah di Indonesia ternyata juga terus mengalami pertumbuhan.

Lembaga jasa keuangan di Indonesia memandang bertambahnya kelas tersebut sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Mereka pun berlomba-lomba menawarkan berbagai produk keuangan kepada kelompok masyarakat tersebut, termasuk di dalamnya adalah produk investasi. Lembaga jasa keuangan berharap adanya produk investasi membuat masyarakat kelas menengah ke atas dapat mengembangkan dana yang mereka miliki dengan baik.

Masyarakat kelas menengah ke atas pada dasarnya memerlukan produk-produk industri jasa keuangan, terutama dalam mengembangkan aset dan mengelola keuangan mereka. Mereka umumnya menempatkan dananya dalam bentuk investasi di beberapa lembaga jasa keuangan di Indonesia, baik itu perbankan, asuransi, maupun pasar modal.

Sebelum berinvestasi, Anda perlu mengetahui berbagai macam karakteristik dan tingkat risiko yang dimiliki oleh lembaga jasa keuangan tersebut. Tiap lembaga jasa keuangan yang menawarkan produk investasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk target bisnis yang hendak dituju.

Jangan sampai sembarangan dalam memilih produk investasi, karena Anda justru akan mendapat kerugian jika tidak selektif dan cermat menghitung penempatan investasi yang dilakukan. Tentunya Anda perlu mempelajari berbagai macam karakteristik terkait produk investasi.

Sebagai pengguna layanan lembaga jasa keuangan, Anda tak wajib menggunakan semua produk yang ditawarkan terkait produk investasi. Anda hanya perlu memilih produk secara teliti sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup Anda sebagai opsi yang bijak.

Keuntungan yang Tinggi Seiring dengan Risiko Tinggi

Anda yang hendak berinvestasi di pasar modal, baik melalui reksa dana, saham, maupun obligasi, mungkin sering ditawari imbal hasil yang tinggi. Namun, perlu diketahui bahwa tingkat risikonya dapat dikatakan besar. Anda yang hendak berinvestasi perlu memahami prinsip bahwa semakin tinggi keuntungan maka semakin tinggi tingkat risikonya, begitu juga sebaliknya.

Berinvestasi di pasar modal memang lebih menggiurkan ketimbang berinvestasi melalui perbankan atau asuransi, tetapi Anda perlu mengetahui bahwa produk investasi di pasar modal sangat terpengaruh terhadap kondisi ekonomi global dan kondisi ekonomi Indonesia. Jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik, maka produk investasi dapat menguntungkan, demikian pula sebaliknya, jika IHSG turun maka keuntungan pun akan turun.

Anda yang memilih berinvestasi di pasar modal perlu memantau 24 jam dana yang ditempatkan sebagai bentuk investasi. Bila pemantauan tidak dilakukan, sementara kondisi pasar tiba-tiba menurun, bukan tidak mungkin hasil investasi tidak sesuai harapan Anda, bahkan kerugian dapat membayang di depan mata.

Berbeda bila Anda berinvestasi di bank, baik melalui deposito atau tabungan. Mereka yang memilih dua produk tersebut akan lebih tenang dan tidak perlu takut merugi. Anda yang menempatkan dana di deposito atau tabungan sudah pasti akan mendapatkan keuntungan.

Namun, Anda perlu mengetahui bahwa menempatkan dana sebagai investasi di deposito atau tabungan tidak akan mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi, seperti yang didapatkan dari investasi di pasar modal. Bank umumnya memberikan tingkat keuntungan melalui bunga sekitar 7,5%, baik untuk deposito maupun tabungan.

Anda yang hendak berinvestasi namun ingin mendapatkan perlindungan kesehatan sekaligus dapat memilih instrumen investasi melalui industri asuransi. Produk industri asuransi yang menawarkan perlindungan sekaligus investasi adalah produk unit link. Namun, Anda perlu tahu bahwa produk unit link tidak menawarkan keuntungan yang tinggi. Pasalnya, pembelian produk akan terbagi dalam dua hal, yakni untuk perlindungan kesehatan dan investasi. Artinya, investasi yang didapatkan hanya setengah dari dana yang ditempatkan.

Anda juga perlu mengetahui risiko berinvestasi di unit link. Jika pasar Indonesia tengah tidak menentu, maka hasil investasi di unit link tidak akan maksimal. Hal ini disebabkan oleh penempatan dana unit link di pasar modal oleh perusahaan asuransi. Otomatis bila kondisi pasar modal tidak dalam keadaan baik, tingkat keuntungannya akan terpengaruh.

Perlu disadari bahwa berinvestasi melalui produk investasi apa pun pada prinsipnya sama. Anda harus memahami prinsip investasi, juga tingkat risiko dari masing-masing produk. Anda yang telah mempelajari berbagai macam karakteristik dan risiko serta kemampuan menerima risiko harus lebih bijak dalam memilih produk investasi.

Baca artikel kami lainnya mengenai investasi, yaitu cara menjadi investor muda!

Komentar