Kebocoran Minyak Di Teluk Balikpapan Diduga Akibat Pipa Patah

Kebocoran Minyak Di Teluk Balikpapan Diduga Akibat Pipa Patah

PT Pertamina (Persero) memberikan pernyataan tentang kasus bocornya pipa milik Pertamina di Teluk Balikpapan. Menurut Pertamina, kebocoran ini merupakan ulah dari pihak ketiga. Seperti yang sudah banyak diberitakan sebelumnya, bahwa kebocoran pipa ini menyebabkan pencemaran lingkungan di sekitar teluk.

Kuasa Hukum Pertamina Otto Hasibuan menjabarkan bukti bahwa kasus kebocoran pipa milik Pertamina di Teluk Balikpapan bukanlah murni kebocoran, melainkan dirusak oleh pihak ketiga. Hal ini juga diperkuat bahwa keadaan pipa sebelum kejadian dalam kondisi baik karena adanya proses perawatan berkala.

“Jadi memastikan bahwa pipa itu tidak ada masalah kecuali kalau dirusak. Pertamina juga telah mendapat sertifikat kelayakan dari Ditjen MIgas pada 10 November 2016 dan dinyatakan layak sampai dengan 26 Oktober 2019. Jadi tidak ada alasan pipa itu bocor atau tidak layak,” jelasnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

Otto juga menjelaskan bahwa pada wilayah ini sudah terpasang Buoy sebagai penanda untuk kapal yang mendekati lokasi. Dimana adanya Buoy ini menunjukkan bahwa kapal tidak boleh menjatuhkan jangkar di lokasi tersebut. Lalu ada juga early warning system serta Menara penanda dan Penajam yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut terpasang pipa. “Jadi sudah banyak indikator mengetahui bahwa pipa terpasang,” tambahnya.

Pada tanggal 31 Maret 2018, saat terjadinya patah pipa, terlihat kapal MV Ever Judger dengan bendera Panama yang melintas lokasi ini. Pemilik kapal ini adalah Judger Holding Company Limited bermarkas di British Virgin Island dan operatornya adalah Fleet Management Ltd yang bertempat di Hongkong.

Selanjutnya, penelitian juga menunjukkan bahwa pipa patah karena ditarik hingga 120 meter. Dugaan kuat, yang menarik pipa adalah jangkar.

“Mereka menyimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi akibat mechanical force yang sangat besar, yang indikasi utamanya adalah akibat gerakan tarikan jangkar yang telah memindahkan pipa dari posisi sebelumnya dan juga adanya tarikan yang menyebabkan pipa patah menjadi dua bagian. Jadi sudah ada hasil akurat bahwa itu bukan bocor, tapi karena patah tarikan dari sebuah jangkar,” tegasnya.

 

[Source]

Komentar