Rencana Gas Elpiji 3 Kg Non Subsidi Picu Kelangkaan

Rencana Gas Elpiji 3 Kg Non Subsidi Picu Kelangkaan

Di tahun 2018, PT Pertamina (Persero) berencana untuk meluncurkan gas elpiji non subsidi berukuran 3 kilogram. Rencana ini diakui sebagai salah satu penyebab langkanya gas elpiji 3 kg oleh Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar.

Kondisi ini dikarenakan masyarakat salah mengartikan rencana Pertamina ini. Masyarakat mengira produk baru ini akan menggantikan gas elpiji 3 kg yang sudah ada.

“Makanya perlu diluruskan, bright gas ini alternatif pada masyarakat untuk lebih mudah, kalau bright gas 5,5 kg kan harus beli baru, kalau 3 kg nanti kita launching itu kan bisa beli ini langsung,” jelasnya.

Namun rencana ini bukanlah satu-satunya penyebab kelangkaan elpiji 3 kg. Adapun alasan lainnya karena rencana pemerintah untuk melakukan distribusi gas elpiji 3 kg ditutup tahun 2018.

“Karena pemerintah gembar-gembor itu 2018. Ini sempet memancing konsumen atau masyarakat kita panik sehingga belinya lebih banyak. Stok tabung kosong di dapur akhirnya dikeluarin semua, sehingga masyarakat betul-betul butuh dibeli lebih banyak,” ungkapnya.

Iskandar juga menjelaskan bahwa belum ada indikasi terjadinya penimbunan gas elpiji 3 kg di daerah yang mengalami kelangkaan stok elpiji. Saat ini, indikasi kelangkaan adalah karena kepanikan masyarakat.

“Ketika di daerah dilihat langka, mereka nyerbu untuk beli hanya untuk nyetok saja. Ini akan kita siram (penuhi). Mereka terpenuhi tabung di dapur terisi semua berhenti,” tukasnya.

 

[Source]

Sumber image : tokopedia.com

Komentar