Uang Saku Anggota DPR Rp 6 Juta Per Hari Setiap Ke Luar Negeri

Uang Saku Anggota DPR Rp 6 Juta Per Hari Setiap Ke Luar Negeri

Dewan perwakilan rakyat (DPR) berencana untuk menaikkan anggaran kujungan ke luar negeri mereka untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Nilai yang hendak diajukan mencapai Rp 34,5 miliar atau naik Rp 141,8 miliar (70%) lebih tinggi dari anggaran tahun 2017 yaitu sebesar Rp 201,7 miliar.

Jika berdasarkan dokumen tentang penambahan pagu anggaran dan penyelesaian rencana kerja DPR tahun 2018, tertulis ada penambahan anggaran perjalanan Dewan ke luar negeri. Anggaran yang diajukan untuk dinas luar negeri nilainy mencapai Rp 246,6 miliar dan program penguatan kelembagaan dalam bentuk kerjasama internasional dianggarkan sebesar Rp 96,9 miliar.

Mengenai hal ini, Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Agung Budi Santoso, mengatakan bahwa kenaikan anggaran ini merupakan akumulasi dari dana kunjungan kerja di tahun 2016 yang sempat dipotong karena ada moratorium kunjungan anggota Dewan ke luar negeri.

“Mengembalikan utang kemarin. Yang dulu tidak boleh, sekarang boleh,” kata Agung.

Dia juga menambahkan bahwa kenaikan harga ini juga menyesuaikan dengan biaya hotel dan tiket pesawat yang naik.

Ade Komaruddin, Ketua DPR RI tahun 2016 saat menggantikan Setya Novanto, sempat melakukan moratorium kunjungan kerja Dewan ke luar negeri. Hal ini dilakukannya untuk menghemat anggaran. Anggaran yang semula senilai Rp 360 miliar dipangkas menjadi Rp 139 miliar. Kinerja legislasi Dewan pun saat itu melonjak.

Pada tahun inilah ada sepuluh undang-undang yang berhasil disahkan, sedangkan pada tahun sebelumnya Dewan hanya berhasil mengesahkan tiga undang-undang. Namun kepemimpinan Ade tidak berlangsung lama. Akhir November 2016, Setya Novanto kembali menjadi Ketua DPR dan kemudian mencabut moratorium Dewan ke luar negeri.

Agung Budi Santoso sendiri berkata bahwa kunjungan ke luar negeri ini penting dilakukan sebagai salah satu sarana dalam mendapatkan masukan untuk perancangan undang-undang.

“Dalam membuat undang-undang, perlu kunjungan ke luar negeri,” katanya. “Itu kebutuhan dan merupakan hasil rapat dengan alat kelengkapan Dewan serta komisi.”

Dalam waktu dekat ini, BURT DPR akan berkunjung ke Jerman. Wakil ketua BURT Agung Budi Santoso mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh penguatan parlemen dari negara lain.

Bila mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 Tahun 2017 tentang Standar Biaya Masukan Anggaran 2017, biaya kunjungan ke luar negeri untuk 15 anggota DPR ini bisa mencapai nilai Rp 4,3 miliar. Dimana biaya ini termasuk uang saku untuk masing-masing orang yang besarnya hampir Rp 6 juta per hari.

 

[Source]

Sumber image : www.tribunnews.com

Komentar