Apa Yang Bisa Anda Pelajari Dari Kesalahan Pemilik Toko Online?

Apa Yang Bisa Anda Pelajari Dari Kesalahan Pemilik Toko Online?

Majunya teknologi informasi memang membuka banyak peluang bagi siapa saja untuk memiliki usaha sendiri. Namun dengan terbukanya peluang ini, artinya persaingan yang makin ketat.

Banyak bermunculan toko-toko online, serta platform yang menawarkan berbagai kebutuhan. Baik itu untuk transportasi hingga belanja rumah tangga. Peluang menjadi pemilik toko di dunia maya pun menarik banyak orang. Ada yang berhasil, ada pula yang tidak bertahan karena pengelolaan yang buruk atau persaingan.

Sebagai inspirasi usaha Anda kali ini, kami akan menyajikan beberapa poin kesalahan pemilik toko online yang bisa kita pelajari bersama. Supaya pembahasan menjadi lebih terarah, maka lingkupnya pun kami batasi hanya toko online di media sosial dan website.

Tidak memiliki rencana bisnis

Baik bisnis online maupun offline, rencana bisnis merupakan hal penting yang harus Anda miliki. Tanpa adanya rencana, Anda tidak bisa menentukan bagaimana Anda ingin menjalankan bisnis.

Jika Anda bingung bagaimana caranya membuat rencana bisnis, ada banyak contoh yang bisa dilihat di internet. Namun apapun format yang digunakan, jangan lupa untuk memasukkan poin-poin ini.

Modal

Tentukan bagaimana Anda mendapatkan modal usaha. Apakah dari tabungan pribadi atau ada pihak lain yang berkontribusi.

Adapun modal ini diperlukan tidak hanya untuk membuka usaha. Namun Anda juga harus memikirkan modal operasional sebelum mendapatkan laba.

Tidak adanya perhitungan modal awal usaha dan operasional akan mempersulit pengaturan keuangan Anda nantinya. Hal ini karena Anda tidak mempersiapkan biaya untuk menjalankan usaha

Barang atau jasa yang dijual

Anda harus tahu apa yang akan Anda jual pada orang lain. Sesuaikan dengan kemampuan modal dan waktu yang Anda miliki. Karena bagaimana Anda menjalankan bisnis nantinya tergantung dari barang atau jasa apa yang Anda jajakan.

Misalnya Anda berencana untuk menjadi reseller, Anda harus tahu bagaimana mendapatkan barang yang diinginkan tepat waktu. Biaya yang dibutuhkan untuk pengiriman barang, temasuk perhitungan keuntungan yang kira-kira akan Anda dapatkan.

Poin ini juga akan menentukan peluang dan tantangan yang akan dihadapi, serta target konsumen nantinya.

Target dan estimasi keuntungan

Buat target dan estimasi keuntungan yang jelas. Hal ini penting untuk mengukur progres bisnis Anda.

Target yang dimaksudkan adalah, misalnya dalam sebulan berapa persen modal yang harus kembali. Kemudian targetkan juga kapan Anda bisa balik modal penuh.

Buat perhitungan sederhana

Setelah Anda mencatat semua poin di atas, sekarang buat perhitungannya. Berikut adalah poin dalam perhitungan sederhana yang bisa diikuti.

Modal sendiri Rp 2.000.000

Biaya awal :

Stok barang : Rp 1.500.000

Biaya operasional sebulan pertama :

Pulsa : Rp 100.000

Sambungan internet : Rp 350.000

Biaya lain-lain : Rp 50.000

Estimasi pendapatan :

Penjualan sebulan pertama : Rp 750.000

Laba  : Rp 750.000 – Rp 500.000 = Rp 250.000

Estimasi balik modal : 6 bulan

Anda bisa menyesuaikan bentuk perhitungan sederhana ini dengan berbagai kebutuhan dan jenis usaha Anda. Selanjutnya, bisa dilihat apakah target pada bagian estimasi ini tercapai atau tidak. Jika tidak, tinjau kembali cara yang tepat untuk menjalankan bisnis Anda.

Buruknya manajemen keuangan

Tidak dipungkiri bahwa mengatur usaha bukanlah hal yang gampang. Apalagi jika Anda melakukan usaha sebagai penghasilan sampingan. Maka, mau tidak mau, Anda harus menyisihkan sedikit waktu setelah bekerja untuk mengelola usaha ini.

Kesalahan dari pemilik toko online, terutama yang dijalankan secara individu, adalah tidak adanya manajemen keuangan yang baik. Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. mencampur uang bisnis dengan uang pribadi,
  2. tidak adanya pencatatan keuangan seperti penjualan, operasional, dan laba,
  3. tidak mencatat stok yang tersedia, atau bagi reseller, tidak mencatat jumlah barang yang dijual,
  4. menyepelekan pencatatan hal-hal kecil seperti, pembelian alat tulis untuk keperluan bisnis.

Jika Anda ingin mengetahui lebih jelasnya tentang format pencatatan keuangan untuk bisnis rumahan, maka bisa melihat contoh ini sebagai referensi.

Malas mengelola media sosial atau website

Media sosial atau website menjadi lapak pemilik toko online untuk menjalankan bisnisnya. Jika Anda menggunakan media sosial atau website untuk menjajakan barang dan jasa, maka jangan malas untuk mengelola lapak Anda ini.

Pastinya dengan fasilitas online ini, banyak orang yang mengunjungi dan menanggapi konten Anda. Ada yang sekedar bertanya, ada pula yang memang berani untuk membeli. Apapun itu, jawablah sebanyak mungkin pesan dan komen dari pengunjung toko Anda. Anda tidak akan pernah tahu dari mana datangnya pelanggan.

Selanjutnya adalah update informasi. Pastikan Anda selalu memberikan update harga terbaru dan ketersediaan barang secepat mungkin. Hal ini agar calon pembeli tidak kecewa karena barang yang dicari habis, atau karena perubahan harga.

Sisihkan beberapa jam dalam sehari untuk sekedar memeriksa apakah ada pesan baru, atau apakah Anda harus memberikan informasi terbaru.

Tidak mempertimbangkan tenaga dengan baik

Anda harus tahu kapan membutuhkan tenaga tambahan. Jika Anda tidak menambah tenaga di saat pesanan meningkat, maka jalannya bisnis akan terhambat, misalnya pengiriman barang jadi terlambat.

Jika Anda tidak yakin untuk mepekerjakan karyawan tambahan untuk waktu yang lama, Anda bisa mempekerjakan karyawan paruh waktu hingga frekuensi pesanan menurun.

Sebaliknya, jika Anda mempekerjakan tenaga tambahan di saat yang tidak dibutuhkan, maka keuangan bisnis yang terganggu. Hal ini karena, biaya operasional yang bertambah, namun produktifitas tidak meningkat.

Jadi berhati-hatilah saat Anda memutuskan untuk mempekerjakan tenaga tambahan. Jangan sampai faktor yang seharusnya membantu bisnis online Anda, malah mengakibatkan bisnis Anda bangkrut karena manajemen yang terganggu.

Promosi yang minim

Kesalahan selanjutnya adalah menyepelekan promosi.

Jangan karena bisnis Anda dijalankan secara online, lantas Anda mengenyampingkan promosi secara offline. Bagaimanapun, orang-orang terdekat merupakan target pasar Anda di awal bisnis berjalan. Kalaupun mereka tidak membeli, mereka bisa ikut mempromosikan bisnis hingga akhirnya mendatangkan pembeli.

Gunakan grup obrolan di media sosial sebagai sarana promosi. Setidaknya, mereka tahu bisnis apa yang Anda jalankan. Sehingga jika sewaktu-waktu mereka membutuhkan barang atau jasa yang Anda jual, mereka bisa menjadikan Anda sebagai referensi.

Pola pikir yang sempit

Ketika Anda menjalankan bisnis, maka pola pikir menjadi kunci utama untuk menjalankan bisnis Anda.

Menjalankan bisnis online tanpa memikirkan bagaimana Anda bisa menambah nilai pada dagangan Anda adalah pola pikir yang salah. Pastinya ada banyak toko online lain yang menjual barang atau jasa yang sama.

Misalnya jika Anda menjual pakaian, maka carilah gambar yang menunjukkan bagaimana pakaian itu ketika dikenakan. Agar calon pembeli memiliki gambaran apakah pakaian yang Anda jual terlihat bagus saat dikenakan atau tidak.

Satu lagi pola pikir yang harus dihindari adalah mudah menyerah saat target tidak tercapai. Apalagi karena bisnis online seringkali tidak membutuhkan modal besar, maka pola pikir seperti ini seringkali datang.

Anda mungkin tidak merasa rugi jika sejumlah kecil uang Anda melayang untuk modal. Namun coba pikirkan keuntungan jangka panjangnya. Jika Anda tidak menyerah sekarang, maka kemungkinan sukses di masa mendatang tetap terbuka.

Sebagai inspirasi, simak juga beberapa ide usaha trendi ini yang makin dibutuhkan dari tahun ke tahun.

Komentar