Kemendag Antisipasi Lonjakan Permintaan Kebutuhan Pokok Akhir Tahun

Kemendag Antisipasi Lonjakan Permintaan Kebutuhan Pokok Akhir Tahun

Menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengantisipasi adanya lonjakan permintaan kebutuhan bahan pokok atau konsumsi. Pihak Kemendag telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan di tingkat daerah untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok untuk akhir tahun ini.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, juga menyatakan bahwa Satgas Pangan telah melakukan pengawasan yang intensif di instansi yang terkait. Dari pengawasan ini ditemukan bahwa ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup sampai 10 Januari 2018.

“Kita di minggu ketiga November di seluruh dinas perdagangan, distributor, dan produsen, untuk kita mewaspadai potensi peningkatan konsumsi dan juga transportasi. Per 1 Desember itu barang harus ada di daerah. Alhamdulilah kita cek stok-stok bahan pokok itu sudah ada di daerah,” kata Enggar, di Kemendag, Jakarta.

Enggar juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari dinas-dinas perdagangan di daerah. Adapun wilayah-wilayah yang menjadi fokus utama untuk antisipasi ketersediaan bahan konsumsi ini adalah Jawa, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

“Saya sendiri sudah turun di beberapa provinsi. Kemudian juga para eselon I, sudah terjadwal untuk keliling atau membagi tugas melakukan rapat koordinasi dengan dinas perdagangan, Bank Indonesia di provinsi-provinsi yang berpotensi yang konsumsinya meningkat di hari besar keagamaan dan akhir tahun ini,” jelasnya.

Diperkirakan lonjakan kebutuhan pokok di akhir tahun ini tidak akan setinggi Hari Raya Idul Fitri. Mendag juga mengaku sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi inflasi dengan menjalankan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Misalnya, untuk HET beras medium dan premium sendiri sudah ditetapkan lewat Pemendag Nomor 57 tahun 2017 dan berlaku sejak 1 September 2017. Untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Sulawesi ditetapkan harga beras medium sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan beras premium Rp 12.800 per kg.

Sedangkan untuk wilayah lainnya dengan ongkos transportasi yang lebih mahal, harganya ditambah Rp 500. Kemudian acuan untuk tiga komoditas pokok lainnya seperti gula pasir ditetapkan Rp12.500 per kg, daging beku atau daging impor dari India Rp80.000 per kg, dan minyak goreng kemasan Rp11.000 per kg.

 

[Source]

Komentar