Mengapa Anda Harus Memiliki Investasi di Tengah Bencana Pandemi?

Mengapa Anda Harus Memiliki Investasi di Tengah Bencana Pandemi?

Pada masa resesi seperti saat ini, dana siap pakai atau yang bisa dicairkan kapan saja memang penting untuk dimiliki. Namun, hal ini bukan berarti Anda harus menguras tabungan dan tidak berinvestasi untuk masa depan.

Anda harus tetap menyisihkan uang untuk simpanan masa depan. Walaupun tidak banyak, jangan sampai tidak ada sama sekali. Hal ini karena Anda membutuhkan simpanan untuk hari tua nanti, serta untuk masa ekonomi beranjak pulih kembali.

Investasi merupakan salah satu sarana yang tepat untuk mengamankan uang Anda. Sehingga, rencana jangka panjang tidak terganggu.

Investasi untuk masa depan

Perlu diingat, bahwa investasi merupakan simpanan yang Anda gunakan untuk masa depan. Jangka panjang atau pendek, investasi merupakan fasilitas keuangan yang memang diperuntukan demi persiapan masa depan Anda.

Hal ini karena investasi, memberikan bunga atau keuntungan yang lebih daripada tabungan biasa. Faktor inilah yang membuat jatah simpanan untuk investasi tidak boleh “0”.

Penting untuk diingat juga, bahwa tabungan atau uang pensiun, suatu saat bisa habis. Oleh karena itu, investasi bisa memberikan jaminan untuk masa depan yang mapan. Apalagi jika Anda berniat memiliki penghasilan pasif, maka memulai investasi harus dilakukan sejak dini.

Ada berbagai jenis investasi yang bisa dicoba. Sebagaimana kata pepatah “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”, baiknya Anda mencoba lebih dari satu jenis investasi. Kalau takut akan risiko tinggi, masih banyak investasi yang menawarkan risiko rendah. Di antaranya adalah reksa dana dan emas batangan.

Lebih siap saat recovery

Anda pasti membutuhkan uang untuk bertahan hidup di masa resesi. Nah, di masa ekonomi mengalami proses recovery, Anda membutuhkan lebih banyak uang lagi.

Kita ambil contoh saja kondisi darurat saat pandemi COVID-19 berlangsung saat ini. Karena saat ini Anda harus bekerja di rumah, maka Anda tidak membutuhkan uang transportasi untuk pulang pergi kerja. Pada masa ekonomi mulai membaik nanti pengeluaran bertambah, Anda membutuhkan uang transportasi untuk pulang pergi kerja. Belum lagi kalau ada acara yang membutuhkan Anda untuk pergi ke tempat lain.

Kemudian, walaupun kebutuhan internet berkurang karena Anda bisa kembali menggunakan layanan wifi kantor, namun bukan berarti Anda tidak butuh internet sama sekali. Hal ini berarti pengeluaran untuk internet Anda masih ada.

Selanjutnya, jika saat bekerja dari rumah Anda masih bisa masak dan menghemat makanan. Sedangkan, jika kondisi pekerjaan kembali seperti biasa, memasak makanan bukan lagi pilihan praktis. Akibatnya, pengeluaran untuk makan pun bertambah.

JIka selama resesi akibat pandemi ini penghasilan Anda berkurang karena berbagai hal, misalnya pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemotongan gaji, maka Anda harus memiliki simpanan untuk menyambut pengeluaran di masa recovery ini.

Sedangkan bagi Anda yang memiliki usaha, biaya promosi atau pemasaran pasti akan meningkat. Hal ini disebabkan Anda harus segera memanfaatkan momen recovery dan mendapatkan pelanggan.

Apabila selama masa resesi keuntungan usaha berkurang, maka dana dari investasi inilah yang akan membantu Anda. Kemudian miliki investasi yang bisa dicairkan dalam tempo 6 bulan sampai satu tahun ke depan untuk membantu di masa recovery ekonomi nanti. Tentu saja tidak melupakan investasi jangka panjang untuk persiapan masa depan.

Investasi justru mengamankan dana Anda

Jika Anda menyimpan uang di tabungan biasa, maka godaan untuk mencairkan dan menggunakan uang Anda juga besar. Apalagi jika penghasilan berkurang, dan Anda harus menggunakan tabungan untuk menutupi kebutuhan bulanan.

Berbeda dengan investasi, Anda hanya bisa mencairkan dana sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.

Apabila Anda memang mencari jenis simpanan uang yang memiliki return atau keuntungan lebih dari tabungan, namun bisa memungkinkan Anda untuk membayar tagihan, maka bisa menggunakan aplikasi yang tersedia. Salah satu aplikasi yang bisa Anda gunakan adalah ipotpay.

Saat ini memang sudah ada aplikasi yang menawarkan layanan keuangan serupa tabungan, namun dengan return tinggi layaknya investasi. Selain itu, dana Anda pada aplikasi ini dapat digunakan untuk keperluan bulanan, seperti berbelanja di e-commerce, atau membayar tagihan bulanan.

Sehingga, Anda tidak bisa melunasi semua tagihan bulanan, namun tetap memiliki keuntungan investasi tanpa harus pusing membagi dana.

uang logam dan rumah

Investasi apa yang tepat?

Walaupun resesi, bukan berarti tidak ada instrumen investasi yang tepat bagi Anda. Beberapa jenis investasi ini bahkan cocok bagi Anda yang pemula.

Reksa dana

Bagi Anda yang sering mengunjungi situs aturduit, pasti menemukan bahwa kami beberapa kali memasukkan reksa dana ke dalam rekomendasi untuk investasi. Apalagi jika Anda adalah investor pemula.

Alasannya sederhana, karena reksa dana dikelola oleh seorang manajer investasi. Dengan kata lain, dana Anda berada di tangan orang yang memang ahli.

Anda pun bisa menentukan dari awal jenis reksa dana apa yang paling cocok, baik dari segi jangka waktu maupun risikonya. Tentunya disesuaikan juga dengan kondisi finansial Anda.

Emas

Walaupun harganya memang mengalami naik turun, namun emas tetap menjanjikan untuk dijadikan instrumen investasi. Biasanya, emas digunakan untuk diversifikasi portofolio para investor. Di mana seorang investor berinvestasi emas, selain jenis investasi lainnya yang sudah ia miliki.

Dengan demikian, ia tidak menaruh uangnya pada satu jenis investasi saja. Hal ini adalah langkah yang sering diambil untuk memperkecil risiko dalam investasi. Mengingat, harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun.

Saving Bond Ritel (SBR) atau Surat Utang Negara (SUN)

Bisa dikatakan investasi dalam bentuk SBR termasuk yang paling aman. Hal ini karena pengembalian dana dijamin oleh pemerintah.

Jika Anda membeli SBR ini, sama artinya Anda berinvestasi pada negara. Ketika masa jatuh tempo tiba, negara akan membayar pokok dan bunga sesuai ketentuan awal. Saat ini, membeli SBR juga bisa dilakukan secara online. Anda bisa melihat langkah-langkahnya pada situs Kementerian Keuangan.

Pembelian SBR ini hanya bisa dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Jadi, jika Anda berminat harus rajin mengunjungi situs ini untuk pengumuman terbaru.

Selain mempersiapkan investasi, jangan lupa juga untuk mengikuti tips pengaturan keuangan di tengah pandemi COVID-19, serta berbagai update terbarunya.

Komentar