Sri Mulyani Menanggapi Kondisi Melemahnya Rupiah Selama 2018

Sri Mulyani Menanggapi Kondisi Melemahnya Rupiah Selama 2018

Pelemahan nilai tukar rupiah terus terjadi selama awal tahun 2018 ini. Pada hari Selasa lalu (27/2/2018), nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 13.679 per dollar AS. Sedangkan pada pembukaan perdagangan, mata uang rupiah berada pada level Rp 13.652 per dollar AS.

Pada awal tahun 2018, nilai rupiah sudah berada pada kisaran Rp 13.300 hingga Rp 13.400 per dollar AS. Kemudian rupiah terus melemah nilainya hingga berada pada level Rp 13.500 sampai Rp 13.600 per dollar AS.

Terkait dengan situasi melemahnya rupiah terhadap dollar As, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengutarakan pendapatnya. Menurutnya, kondisi ini juga merupakan pengaruh dari keadaan ekonomi global.

“Kita melihat bahwa saat ini ekonomi global akan terus-menerus kita pantau dan kita jaga,” kata Sri Mulyani di Jakarta.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa kondisi perekonomian yang terjadi saat ini juga dipengaruhi oleh perubahan kebijakan di AS. Baik kebijakan dari segi moneter, fiskal, maupun perdagangan. Semua perubahan kebijakan ini menciptakan sentiment dan pergerakan serta volatilitas.

Di sisi lain Sri Mulyani menganggap bahwa nilai tukar rupiah selalu kompetitif. Hal ini terbukti, salah satunya, saat bank sentral AS Federal Reserve menaikkan suku bunga pada tahun 2016 dan 2017, rupiah relative stabil.

“Yang penting adalah kita menggambarkan nilai tukar rupiah yang cukup fleksibel tapi tetap stabil,” ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menuturkan pergerakan nulai tukar rupiah haruslah menciptakan kepastian untuk dunia usaha dalam negeri. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah hendaknya tidak menimbulkan berkurangnya daya saing nilai tukar itu sendiri.

 

[Source]

Komentar