Apakah Kredit Usaha Anda Termasuk Pinjaman yang Produktif?

Apakah Kredit Usaha Anda Termasuk Pinjaman yang Produktif?

Kalau Anda sempat membaca artikel kami mengenai pinjaman produktif, maka Anda akan menemukan beberapa jenis pinjaman yang bisa dijadikan pinjaman produktif. Hal ini karena pinjaman digunakan untuk tujuan menambah penghasilan.

Kali ini kami berkesempatan untuk berdiskusi tentang pinjaman produktif dengan Emiralda Noviarti, seorang financial trainer dari QM Financial. Selain membahas tentang kredit usaha atau pinjaman untuk tujuan modal usaha. Kami juga membahas tentang tips yang berkaitan dengan membayar cicilan utang, serta agar Anda tidak terjebak utang.

Pinjaman usaha sebagai pinjaman produktif

Mengingat pinjaman produktif adalah pinjaman yang bisa memberikan atau menambah penghasilan, maka kredit usaha atau pinjaman usaha dapat dikategorikan bersifat produktif.

Emiralda pun menggaris bawahi mengenai kredit usaha agar bisa menjadi pinjaman yang produktif.

“Jika pinjaman diperuntukkan untuk pemodalan usaha, maka diharapkan dapat menghasilkan keuntungan atau bisa untuk pembelian aset yang nilainya cenderung naik, ataupun aset yang mampu menghasilkan cashflow (aset aktif).”

Pinjaman untuk usaha

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda hendak mengajukan pinjaman untuk tujuan usaha. Lebih jelasnya, akan kami jabarkan dalam beberapa bagian agar lebih mudah dipahami.

Menggunakan pinjaman online untuk modal usaha

Pinjaman untuk pengusaha kecil dari bank memiliki beberapa persyaratan, yang mungkin, tidak dimiliki oleh mereka yang baru mau memulai usaha. Jadi, mereka mencoba mendapatkan pinjaman dari provider pinjaman online.

“Yang harus dipertimbangkan adalah syarat dan ketentuan pinjaman online tersebut. Biasanya pinjaman online tingkat bunganya jauh lebih tinggi dibandingkan bank, belum lagi biaya-biaya tambahan yang dikenakan,” jelas Emiralda.

Menurutnya, meminjam dengan penjaminan aset seperti kendaraan merupakan langkah yang, sebenarnya, lebih aman. Namun akan lebih bijaksana lagi jika Anda memulai usaha sesuai dengan modal yang mampu ditanggung sendiri, atau mencari rekan bisnis untuk bisa menambah modal. Hal ini agar Anda bisa memperkecil, atau bahkan menghindari, utang.

Ia pun menambahkan bahwa, sebaiknya Anda mempelajari rencana usaha, apakah potensi keuntungan yang akan dihasilkan mampu membayar biaya bunga? Oleh karenanya, pastikan Anda masukkan proyeksi profit dalam rencana usaha.

Pilihan kredit usaha untuk pengusaha mikro

Selain pinjaman online, ada beberapa pilihan pembiayaan usaha mikro lainnya yang bisa Anda pertimbangkan.

  • Kredit Usaha Kecil dari perbankan/pemerintah
  • Koperasi atau lembaga pembiayaan komunitas
  • Fintech P2P lending sosial yang berfokus pada pembiayaan usaha kecil
  • Softloan (pinjaman tanpa bunga atau bunga sangat rendah) dari keluarga atau teman, atau mencari rekanan (partner) untuk memberikan modal dengan skema bagi hasil

Namun, apapun pilihan kredit usaha Anda, pahami syarat dan ketentuannya. Kemudian, pilih pinjaman yang paling sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan Anda.

Tips saat menemui kesulitan selama menyicil utang

Risiko utama saat mengambil pinjaman adalah ketika nasabah tidak mampu mengembalikan, dan akhirnya harus membayar pinjaman ditambah denda yang malah merugikan.

Oleh karenanya, simak tips keuangan dari Emiralda ini jika Anda mengalami kesulitan dalam menyicil utang.

  • Restrukturisasi utang. Informasikan kepada pemberi pinjaman bahwa Anda sedang mengalami kesulitan, apakah ada opsi untuk cicilan yang lebih meringankan.
  • Jual aset yang Anda miliki untuk pelunasan utang, agar denda tidak semakin menggulung.
  • Cashflow theraphy. Kencangkan ikat pinggang, cari pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat (misalnya gaya hidup), dan alokasikan penghematan tersebut untuk membayar utang.
  • Cari penghasilan tambahan agar penghasilan tersebut dapat digunakan untuk membayar utang.
  • Cari pinjaman lain yang lebih ringan (softloan, tanpa bunga atau bunga yang sangat rendah) untuk menutupi pinjaman sebelumnya. Mungkin meminjam dari saudara atau teman baik.

Tentunya yang tidak kalah penting adalah menghindari jebakan utang dengan kebiasaan keuangan (financial habit) yang baik. Memiliki kebiasaan keuangan yang baik seperti mengalokasikan penghasilan dengan bijak, serta memiliki gaya hidup sesuai kemampuan.

Kemudian, berhati – hati dengan bentuk kredit apapun, misalnya kartu kredit, paylater, dan pinjaman. Pastikan Anda memahami regulasi dan persyaratan produk-produk keuangan ini sebelum mengajukan.

“Jangan mudah atau membiasakan berutang, terutama apabila Anda belum memiliki pengendalian diri yang baik. Jangan berutang untuk kebutuhan konsumtif seperti liburan, pembelian elektronik dan sejenisnya. Beli sesuai kemampuan.”

Rasanya pesan ini merupakan jurus ampuh agar terhindar dari lilitan utang yang tidak perlu. Lebih jauh lagi tentang tips pengaturan keuangan, bisa disimak dalam artikel AturDuit lainnya.

Profil

Emiralda Noviarti merupakan trainer dan speaker di beberapa event perusahaan dan training yang diadakan oleh QM Financial. Secara regular mengajar kelas online di Financial clinic online series QM Financial. Ia pun memiliki minat yang tinggi di bidang financial literacy, literatur, komunitas, aktivitas sosial dan juga travelling.

Komentar