Situasi Kerja Buruk Bisa Mengancam Kesehatan Bahkan Menyebabkan Kematian

Situasi Kerja Buruk Bisa Mengancam Kesehatan Bahkan Menyebabkan Kematian

Tahukah Anda, bahwa lingkungan kerja yang buruk merupakan pemicu kematian? Fakta mengejutkan ini ditemukan pada hampir 300 kajian pada tahun 2015.

Adapun yang dimaksud dengan situasi kerja yang buruk adalah jam kerja terlalu panjang, kondisi yang tidak dapat diprediksi, penghasilan yang tidak stabil karena ada pemecatan, tidak adanya hak pekerja untuk mengendalikan pekerjaannya.

Kondisi kerja yang buruk ini menyebabkan para pekerja jatuh sakit dan mngurangi harapan hidup mereka.

“Merujuk Klinik Mayo–lembaga nonprofit pengkaji isu kesehatan yang berbasis di Minnesota, AS–atasan lebih berpengaruh pada kesehatan anda, ketimbang dokter,” ungkap Barry-Wehmiller, seorang pemimpin perusahaan manufaktur.

Forum Ekonomi Dunia memperkirakan bahwa tiga per empat dari pengeluaran jaminan kesehatan di seluruh dunia digunakan untuk penyakit kronis. Kemudian 63% kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti jantung.

Penyakit kronis yang muncul ini disebabkan oleh stres dan gaya hidup tidak sehat seperti rokok, konsumsi alcohol, makan berlebih, serta obat terlarang.

Sedangkan menurut survei, situasi di tempat kerja merupakan penyebab utama dari gangguan psikologis. Oleh karenanya, pekerjaan juga menjadi pemicu munculnya krisis jaminan kesehatan.

Di Amerka Serikat sendiri, negara mencatat kerugian sebesar Rp 4,1 ribu triliun tiap tahunnya karena dampak dari gangguan pekerjaan. Di negara ini juga tercatat ada 120 ribu kematian tiap tahun yang disebabkan oleh buruknya manajemen perusahaan. Sehingga jaminan kesehatan harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 2 ribu triliun per tahun. Di sini juga ditemukan bahwa situasi kerja merupakan penyebab kematian nomor 5.

Badan Eksekutif untuk Kesehatan dan Keselamatan juga melaporkan bahwa selama 2016 hingga 2017, ada 12,5 juta jam kerja yang hilang karena stres, depresi, dan kegelisahan.

Dalam berbagai kajian ditemukan bahwa yang bisa meningkatkan produktifitas dan motivasi kerja dari karyawan adalah bukan jam kerja yang panjang. Melainkan tanggung jawab yang diberikan pada karyawan sesuai waktu dan kemampuan kerjanya.

Selain itu, hari libur juga menjadi faktor penting untuk mencegah penyakit kronis yang disebabkan oleh stres.

Dengan memperhatikan kenyataan yang terjadi, jaminan kesehatan serta kebijakan mengenai usaha dan tenaga kerja harus memperhatikan permasalahan situasi kerja. Karena situasi kerja yang buruk bisa membuat pekerja jatuh sakit.

Yang jelas, tidak ada seorang pun yang mau bekerja hanya untuk membayar biaya rumah sakit.

 

[Source]

Komentar