Lebih Jauh Mengenai Asuransi All Risk dan Total Loss Only

asuransi all risk dan total loss only

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar hingga mencapai 237 juta jiwa. Dengan besarnya jumlah penduduk ini, investor dari berbagai negara di dunia berlomba-lomba masuk ke Indonesia dengan harapan dapat menggarap pasar yang memiliki potensi begitu besar. Salah satu pasar yang sedari dulu ramai digarap di Indonesia adalah pasar otomotif.

Tidak dipungkiri lagi, di masa kini kota-kota besar di Indonesia banyak dihiasi oleh kendaraan-kendaraan dengan berbagai merek ternama, mulai mobil dari pabrikan Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu, Nissan, Ford, dan lain-lain. Banyaknya mobil yang beredar di Indonesia sebenarnya tidak terlepas dari semakin naiknya tingkat perekonomian masyarakatnya. Apalagi, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan tingkat perekonomian terbesar ketujuh di dunia pada tahun 2030.

Kondisi di atas membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikondo) optimis bahwa di tahun 2014 kendaraan baru akan mampu terjual sebanyak 1.3 juta unit. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan target penjualan kendaraan baru pada tahun 2013 yang dipatok sebanyak 1,1 juta unit.

Meski banyak mobil yang beredar di Indonesia, masyarakat masih minim akan kesadaran berasuransi, terutama mengasuransikan kendaraanya. Padahal, kesadaran masyarakat akan hal ini sangat penting, terutama untuk meminimalkan terjadinya risiko.

Pada dasarnya terdapat satu faktor yang perlu diperhatikan masyarakat ketika hendak membeli mobil, yakni ketersediaan asuransi untuk mobil tersebut. Ini penting agar mobil yang akan dibeli mendapatkan perlindungan saat terjadi bencana yang tidak diinginkan. Tidak ada salahnya membeli mobil satu paket dengan asuransinya.

Sebagai informasi, asuransi merupakan perjanjian yang dilakukan oleh penanggung dan tertanggung yang memuat mengenai premi asuransi yang harus dibayar dan ketentuan-ketentuan lainnya. Orang yang melakukan perjanjian dengan perusahaan asuransi ini nantinya akan mendapatkan penggantian apabila kendaraannya mengalami kerugian, kerusakan atau kehilangan dengan batasan-batasan yang telah disepakati bersama.

Asuransi mobil ditujukan untuk melindungi mobil dari berbagai ancaman bahaya yang tidak terduga, seperti kehilangan, kecelakaan, atau hal-hal yang memicu terjadinya kerugian terhadap mobil yang bersangkutan.

Asuransi ini biasanya terdiri dari dua jenis, yakni All Risk (Comprehensive) dan Total Loss Only (TLO). Keduanya memiliki perbedaan. Untuk memilih salah satu dari keduanya diperlukan pengetahuan meski keduanya sama-sama melindungi mobil dari risiko yang mungkin terjadi.

Asuransi TLO biasanya memberikan perlindungan terhadap mobil bila mobil yang diasuransikan mengalami kerusakan secara total. Kerusakan total yang dimaksudkan adalah kehilangan karena kasus pencurian atau kerusakan yang tingkatnya mencapai 75% dari nilai mobil tersebut pada saat terjadi kecelakaan.

Contoh: ketika suatu bencana menimpa mobil A dan pada saat kejadian mobil tersebut memiliki nilai Rp100 juta, kemudian setelah diperkirakan jumlah total perbaikannya memakan biaya sekitar Rp76 juta, maka mobil A masuk dalam kategori rusak total meski secara fisik mobil A masih ada atau tidak hilang. Artinya, jika kerusakan mobil berada dalam tingkatan 75% atau lebih, kondisi ini masuk dalam konteks TLO.

Namun demikian, bila kerusakan mobil berada di bawah angka 75%, pemilik mobil yang bersangkutan tidak bisa mengajukan klaim untuk pertanggungan TLO. Kerusakan-kerusakan seperti baret-baret, spion hilang, ban bocor, penyok kecil dan kerusakan kecil lainnya juga tidak ditanggung oleh asuransi jenis ini.

Di sinilah asuransi mobil jenis All Risk (Comprehensive) memainkan perannya, yaitu dengan memberikan perlindungan terhadap mobil yang mengalami kerusakan kecil maupun kerugian total. Jenis asuransi ini cakupannya dapat dikatakan lebih menyeluruh. Orang yang hendak membelinya dapat memilih untuk memperluas cakupan risikonya, yakni dengan menambah pertanggungan terhadap risiko bencana alam, risiko huru-hara, risiko kerusuhan, risiko tanggung jawab hukum pihak ketiga, dan semacamnya.

Perbedaan lain pada kedua jenis asuransi di atas berkaitan dengan usia mobil. Asuransi All Risk biasanya melindungi mobil yang berumur 5 hingga 10 tahun, sedangkan mobil dengan usia lebih dari 15 tahun biasanya menggunakan asuransi TLO. Selain itu, tingkat premi yang ditawarkan oleh kedua jenis asuransi tersebut berbeda, namun perhitungan premi ini kembali pada jenis pertanggungan yang dipilih dan kebijakan perusahaan asuransi yang menawarkan.

Mendapatkan asuransi mobil yang sesuai dengan keinginan sebenarnya dapat dikatakan mudah sekarang ini. Anda hanya perlu mencari tahu mengenai produk-produk asuransi mobil yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Semakin banyak pengetahuan Anda akan produk-produk tersebut, akan semakin baik perlindungan yang dapat Anda berikan terhadap mobil Anda.

Fakta mengenai pentingnya perlindungan terhadap kendaraan Anda diulas dalam artikel kami di sini. Simak juga tulisan kami mengenai cara Memilih Asuransi Mobil Terbaik.

Komentar