Generasi 80an Dan 90an Menjadi Penunjang Leisure Industry

Generasi 80an Dan 90an Menjadi Penunjang Leisure Industry

Generasi muda saat ini, terutama yang hidup di kota besar, sudah menjadikan hiburan sebagai kebutuhan hidupnya. Hal ini terbukti dengan makin majunya leisure industry belakangan ini.

Berikut beberapa poin yang menunjukan bahwa generasi kelahiran 80an dan 90an menjadi penggerak industri ini.

Pengalaman sebagai konsumen

Generasi yang tergolong muda pada industri hiburan dan leisure industry haus pengalaman terutama yang menantang. Perilaku konsumsi ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Dalam sebuah survei yang diadakan Everbrite-Harris Poll, 2014, membuktikan bahwa generasi muda lebih memilih menghabiskan uangnya untuk pengalaman dibandingkan barang (material).

Everbrite-Harris menulis bahwa ada pergeseran makna “kebahagiaan” atau “kemapaman”. Bagi generasi 80an sampai 90an, kebahagiaan adalah memiliki pengalaman baru yang bisa dibagi dengan orang lain.

Oleh karenanya, jika dulu orang suka pamer rumah, mobil, atau status, saat ini generasi muda lebih suka pamer momen liburan, makan-maka, konser, atau pengalaman menarik lainnya.

Lebih banyak jalan-jalan

Pada studi di berbagai negara, menunjukkan bahwa generasi muda saat ini mengonsumsi produk liburan lebih banyak daripada generasi pendahulunya. Hal ini salah satunya dikarenakan kebanyakan generasi muda, usia 18 sampai 35 tahun, berada di awal-awal karirnya.

Daya beli mereka sebenarnya masih rendah, dan waktu luang mereka pun tidak banyak karena mengejar karirnya.

Namun sebagaimana yang sebelumnya disebutkan, generasi muda ini lebih mementingkan pengalaman dalam mengonsumsi sesuatu, sehingga mereka tetap lebih memilih jalan-jalan atau melancong daripada membeli barang.

Tradisi makan diluar

Sudah bisa dipastikan bahwa dalam seminggu sebagian besar orang usia 18 sampai 39 tahun akan menyisihkan waktu untuk makan di luar. Baik bersama teman, keluarga, kolega, atau bahkan sendiri.

Mereka mencoba pengalaman makan dari satu restoran ke restoran lain, walaupun menu yang disajikan sebenarnya sama saja.

Pada studi yang diadakan Nielsen, generasi muda yang ada di 11 kota di Indonesia mengalokasikan sebagian besar pengeluarannya untuk makan di luar.

Maka tidak heran kalau industri kuliner di Indonesia lebih marak dan beragam pada sepuluh tahun belakangan ini.

Selain jalan-jalan dan makan di luar, masih ada lagi kebutuhan hiburan seperti film dan musik yang meningkat tajam. Apalagi dengan adanya sosial media, maka leisure industry berubah menjadi kebutuhan premier bagi para generasi muda.

[Source]

Komentar