Apa Saja Manfaat BPJS Dan Bagaimana Cara Cek Saldo BPJS Anda?

Apa Saja Manfaat BPJS Dan Bagaimana Cara Cek Saldo BPJS Anda?

Tentunya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS). BPJS merupakan jaminan kesehatan dan pensiun yang wajib dimiliki oleh siapapun yang sudah bekerja lebih dari enam bulan, baik itu di sektor formal maupun informal.

Program jaminan kesehatan dari pemerintah sendiri sudah ada sejak Keputusan Presiden Nomor 230 Tahun 1968. Jaminan kesehatan ini awalnya dikhususkan bagi Pegawai Negeri Sipil dan ABRI. Lalu, di tahu 1984 jaminan kesehatan ini mulai bisa digunakan oleh pegawai penerima pensiun (PNS dan ABRI), pejabat negara, dan anggota keluarganya. Kemudian jangkauan jaminan kesehatan ini meluas hingga veteran pejuang kemerdekaan dan pekerja di badan usaha swasta. Lalu tahun 2005, PT ASKES mendapat tugas untuk menjadi penyelenggara jaminan kesehatan ini.
Sejak diubah nama menjadi BPJS pada tahun 2014, diharapkan program jaminan kesehatan ini sudah bisa diterapkan secara universal di seluruh Indonesia. Sayangnya, saat ini masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menggunakan maupun cara mengecek keanggotaan BPJSnya.

Apa itu BPJS?

BPJS (Badan penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan badan hukum yang bertanggung jawab dalam mengurus penjaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Program BPJS bertujuan untuk melindungi warga Indonesia dalam jangka panjang dari resiko kesehatan dan sosial ekonomi tertentu. BPJS juga dapat bertindak sebagai investasi. Karena program BPJS yang tersedia tidak hanya berupa perlindungan, tetapi juga dalam bentuk tabungan atau investasi yang dapat dicairkan di kemudian hari. Dengan adanya BPJS, maka diharapkan seluruh warga Indonesia bisa mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan dan hari tua dengan mudah dan dengan harga yang terjangkau. Perlindungan BPJS ini dibayar oleh pekerja dan pemberi kerja (perusahaan). Oleh sebab itu, sebagai pekerja yang menerima upah dan pemberi kerja yang membayar upah, kedua belah pihak harus memahami hak dan kewajiban masing-masing dari BPJS.

BPJS sendiri dibedakan menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dengan peran yang berbeda. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai beda dari keduanya.

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan pada dasarnya merupakan bentuk baru dari PT ASKES. Dengan transformasi ini, ditetapkan pula bahwa program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dari Jamsostek diubah menjadi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS. Selain itu, semua warga negara wajib ikut serta dalam program ini.

BPJS Kesehatan ini memungkinkan semua warga Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan gratis untuk penyakit apapun. Premi dari BPJS kesehatan disesuaikan dengan kelasnya. Masing-masing kelas ini menentukan fasilitas kamar rawat inap, Tarif INA-CBGS, dan tambahan biaya naik kelas perawatan; dimana kelas 1 merupakan kelas tertinggi.

Kelas 1Rp 80.000
Kelas 2Rp 59.500
Kelas 3Rp 25.500

Selain dari pemilihan kelas, premi juga harus dibayar dengan perhitungan yang berbeda-beda. Bagi yang bekerja di perusahaan atau kantor pemerintahan, premi BPJS Kesehatan akan langsung dipotong dari gaji, dengan perhitungan berikut.

PesertaPremi yang dibayar
Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri5 % dari upah per bulan
(3% dibayar oleh pemberi kerja dan 2% oleh peserta)
Pegawai BUMN, BUMD, dan Swasta5 % dari upah per bulan
(4% dibayar oleh pemberi kerja dan 1% oleh peserta)
Keluarga tambahan1%
(dibayar oleh peserta)
Veteran, Perintis Kemerdekaan, dan janda, duda, atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis Kemerdekaan5% dari 45% gaji pokok PNS golongan III/a per bulannya
Sumber tabel: bpjs-kesehatan.go.id

Untuk maksimal tunggakannya adalah 12 bulan dengan denda maksimal Rp 30.000.000. Nantinya, jika peserta harus menjalani rawat inap, maka fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit akan disesuaikan dengan kelasnya. Peserta dapat mengajukan permintaan untuk naik kelas, misalnya dari kelas 1 ke VIP, dengan catatan selisih biaya ditanggung oleh peserta.

BPJS Ketenagakerjaan

Jika BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari ASKES, maka BPJS Ketenagakerjaan merupakan hasil transformasi dari Jamsostek. Peran dari BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk menyediakan jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian. Jika BPJS Kesehatan wajib untuk seluruh warga Indonesia, maka BPJS Ketenagakerjaan wajib untuk semua pekerja yang menerima upah atau gaji.

Untuk perhitungan premi BPJS Ketenagakerjaan dapat dilihat sebagai berikut:

Jenis IuranBesar Iuran
Dibayar Pemberi Kerja
Dibayar Pekerja
Jaminan Kecelakaan Kerja Kel. 1
Jaminan Kecelakaan Kerja Kel. 2
Jaminan Kecelakaan Kerja Kel. 3
Jaminan Kecelakaan Kerja Kel. 4
Jaminan Kecelakaan Kerja Kel. 5
0,24% dari upah sebulan
0,54% dari upah sebulan
0,89% dari upah sebulan
1,27% dari upah sebulan
1,74% dari upah sebulan
Seluruhnya

Seluruhnya

Seluruhnya

Seluruhnya

Seluruhnya
Jaminan Kematian0,30% dari upah sebulanSeluruhnya
Jaminan Hari Tua5,7% dari upah sebulan3,7%2%
Sumber Tabel: pasienbpjs.com

Contohnya, jika gaji pokok seseorang adalah Rp 4.000.000 dan mengambil Jaminan Kecelakaan Kerja Kelompok 2, maka iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk kecelakaan adalah Rp 21.600. Sedangkan iuran Jaminan Kematiannya adalah Rp 12.000, dan Jaminan Hari Tua adalah Rp 228.000.

Mengapa BPJS penting untuk dimiliki oleh seluruh warga Indonesia?

Manfaat BPJS
Sebagai penyelenggara jaminan sosial, BPJS bertindak layaknya asuransi namun dengan berbagai kemudahan agar bisa dinikmati oleh semua orang.

Manfaat BPJS Kesehatan

Setiap perusahaan swasta memang menyediakan asuransi bagi para pekerjanya. Namun, bukan berarti BPJS tidak bermanfaat bagi mereka yang tidak bekerja di instansi pemerintah. Berikut manfaat BPJS Kesehatan yang menonjol bisa dirasakan semua pesertanya:

  1. Premi yang murah
    Dengan premi murah, manfaat BPJS Kesehatan tidak kalah dengan asuransi pada umumnya. BPJS Kesehatan memiliki pilihan manfaat berdasarkan kelas, yaitu kelas 1,2, dan 3. Manfaat BPJS Kesehatan sudah bisa mencakup biaya rawat inap, dokter, obat-obatan, dan tindakan yang dilakukan di rumah sakit. Tentunya manfaat ini sangat membantu jika seseorang membutuhkan biaya perawatan yang besar.
  2. Tidak ada pre existing
    Berbeda dengan ketentuan pada asuransi umumnya, BPJS Kesehatan tidak menerapkan sistem pre existing. Pre existing merupakan kondisi gangguan kesehatan atau penyakit yang sudah ada sebelum peserta masuk dalam asuransi. Tanpa aturan tentang pre existing, maka kondisi gangguan kesehatan atau penyakit yang sudah diderita sebelum menjadi peserta BPJS tetap bisa dijamin.
  3. Tidak memerlukan medical check up
    Karena BPJS Kesehatan wajib bagi seluruh warga Indonesia, maka tidak ada proses medical check up layaknya prosedur asuransi pada umunya.
  4. Penjaminan sampai umur 100 tahun
    BPJS Kesehatan berani memberikan penjaminan sampai dengan umur maksimal 100 tahun. Tentunya kebijakan ini tidak akan ditemui di penyedia asuransi lainnya.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Selain BPJS Kesehatan, pemerintah juga menjadikan BPJS Ketenagakerjaan wajib bagi setiap perusahaan. Ketentuan ini bertujuan untuk memberikan jaminan pada pekerja untuk kondisi tak terduga seperti kecelakaan dan kematian. Selain itu juga BPJS Ketenagakerjaan memiliki manfaat sebagai jaminan hari tua. Berikut penjelasan lengkapnya untuk manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan masing-masingnya:

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja
    Penjaminan untuk Kecelakaan Kerja dari BPJS mencakup biaya pelayanan kesehatan atau biaya perawatan dan santunan dalam bentuk uang. Untuk santunan berbentuk uang sendiri termasuk biaya pengangkutan, santunan sementara selama peserta tidak mampu bekerja, santunan kecacatan, dan biaya pemakaman.
  2. Jaminan Kematian
    Manfaat jaminan kematian diberikan kepada peserta yang penyebab meninggalnya bukan karena kecelakaan kerja. Manfaat jaminan kematian yang akan dibayarkan kepada ahli waris terdiri dari; santunan sekaligus, santunan berkala, biaya pemakaman, dan beasiswa yang diberikan pada tiap peserta dengan lama iur minimal 5 tahun.
  3. Jaminan Hari Tua (JHT)
    Manfaat Jaminan Hari Tua umumnya diberikan kepada pekerja ketika setelah berusia 56 tahun. Namun kini peraturan terbaru, jaminan ini dapat diambil meski belum mencapai usia 56 tahun. Dengan ketentuan, pengambilan maksimal 10% untuk persiapan masa pensiun dan pengambilan maksimal 30% untuk biaya perumahan. Adapun pihak yang berhak untuk menerima manfaat Jaminan Hari Tua adalah janda/duda, anak, cucu, saudara kandung, mertua, atau pihak dalam wasiat. Jika peserta tidak memiliki ahli waris maka manfaat ini akan dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan.

Bagaimana prosedur dari BPJS?

Bagaimana Cara

Peserta dari BPJS  bisa berasal dari perusahaan maupun para pekerja lepas. Cara pendaftaran untuk BPJS Kesehatan dapat dilakukan secara kolektif melalui perusahaan tempat calon peserta bekerja. Pendaftaran ini juga dapat dilakukan secara perorangan dengan membawa dokumen yang diperlukan ke kantor BPJS.

Sedangkan untuk pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja yang terikat hubungan kerja dengan perusahaan tertentu dapat melakukan pendaftaran dan pengumpulan dokumen kelengkapan secara kolektif oleh pihak perusahaan. Jika calon peserta adalah pekerja lepas, maka pendaftaran bisa dilakukan secara kolektif dengan membuat organisasi atau perkumpulan dengan peserta minimal 10 orang. Wakil dari organisasi inilah yang akan mengumpulkan dan mengurus pendaftaran ke BPJS. Keterangan lengkap cara daftar BPJS dapat dilihat di website BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Sebagai badan yang menyelenggarakan penjaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, BPJS memiliki prosedur yang harus dipenuhi agar manfaat bisa diklaim. Jika Anda hendak mengklaim BPJS Kesehatan karena kondisi sakit atau kecelakaan, maka prosedur yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Anda harus mengunjungi FASKES (Fasilitas Kesehatan) terlebih dahulu. FASKES bisa berupa Puskesmas terdekat atau dokter keluarga. Jika dibutuhkan rujukan ke rumah sakit, Anda akan mendapatkan kartu rujukan dari FASKES. Anda tidak dapat langsung ke rumah sakit tanpa rujukan karena BPJS tidak akan membayar biayanya.
  2. Untuk kasus darurat, Anda bisa langsung ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit tanpa rujukan. Kondisi darurat yang dimaksud adalah kecelakaan atau sakit yang berpotensi menyebabkan kematian atau cacat.

Jika semua ketentuan ini terpenuhi, maka pihak FASKES maupun rumah sakit tidak boleh menagih biaya pada Anda.

Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Hari Tua (JHT), Anda memerlukan dokumen-dokumen berupa:

  • Fotocopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
  • Fotocopi KTP atau Paspor dan membawa aslinya
  • Fotocopi Kartu Keluarga (KK) beserta aslinya
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan / surat keterangan pensiun dari perusahaan beserta aslinya
  • Buku rekening tabungan

Setelah melengkapi dokumen tersebut, maka Anda dapat mengunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Lalu isikan formulir pengajuan klaim JHT yang disediakan petugas BPJS, kemudian berikan dokumen yang diperlukan.  Perlu diingat, untuk BPJS Ketenagakerjaan dana yang Anda dapatkan akan dikenakan pajak progresif.

Jika Anda ingin mengetahui cara lebih lengkap untuk mengklaim BPJS ketenagakerjaan, Anda dapat membacanya di Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Bagaimana cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan?

Berhubung BPJS Kesehatan merupakan perlindungan yang bersifat seperti jaminan asuransi dan sama halnya dengan BPJS ketenagakerjaan Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, jadi tidak ada saldo untuk jenis jaminan tersebut. Saldo yang dapat diperiksa dari BPJS adalah saldo BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua. Karena jaminan ini bersifat seperti investasi / tabungan.

Pada umumnya, pekerja dapat mengetahui jumlah saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui dokumen yang dikirimkan dari BPJS setiap tahun. Namun kini, peserta BPJS tidak perlu menunggu setahun sekali untuk mengecek saldo Jaminan Hari Tua mereka. BPJS telah menyediakan kemudahan layanan dengan beberapa pilihan cara pengecekan saldo untuk pesertanya. Mulai lewat online atau internet, SMS ataupun aplikasi BPJS, semua layanan pengecekan saldo BPJS ini sangat membantu untuk pesertanya. Jika Anda hendak cek saldo BPJS ketenagakerjaan, perhatikan berikut penjelasan cara lengkapnya:

1. Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan mengunjungi kantor BPJS

kantor cabang BPJS
Ini merupakan cara cek saldo BPJS paling standard yang biasa dilakukan, jika Anda tidak dapat menggunakan cara lain. Dengan langsung mengunjungi kantor BPJS, Anda bisa langsung menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda. Kemudian petugas akan memberitahu jumlah saldo Anda dan dapat meng-print slip saldo BPJS. Kekurangan dari cara manual ini, hanyalah pada lamanya antrian dan ketidak-ptraktisan untuk pergi ke kantor BPJS.

2. Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan menggunakan SMS

sms

Pengecekan saldo BPJS Ketenagakerjaan juga bisa dilakukan melalui pesan singkat BPJS. Melalui  SMS Anda tidak perlu lagi datangi cabang kantor BPJS ataupun antri untuk menunggu giliran. Selain itu, biaya cara cek saldo BPJS dengan SMS boleh dikatan sangatlah murah. Caranya, cukup dengan mengirimkan SMS ke nomor SMS Center BPJS Ketenagakerjaan kemudian balasan jumlah saldo yang dimiliki akan dikirimkan.

Untuk mengecek saldo melalui SMS, pertama-tama Anda harus registrasi terlebh dahulu. Berikut langkah registrasi dan mengecek saldo BPJS lewat SMS:

  • Ketik: REG#No. BPJS Ketenagakerjaan#Tanggal Lahir#Nama Ibu Kandung kemudian kirim ke 08111009696, contoh: REG#04B00056789#201090#ayu
  • Kemudian Anda akan mendapatkan balasan SMS berisi nomor ID
  • Lalu untuk mengecek saldo Anda dapat kirim SMS lagi dengan format
    Ketik: SALDO#No. ID lalu kirim ke 08111009696 contoh: SALDO#123456789
  • Setelah itu, Anda akan menerima balasan SMS berisi saldo Jaminan Hari Tua Anda.

3. Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui ATM BNI

ATM

Jika Anda adalah nasabah dari BNI, Anda bisa cek saldo BPJS dari ATM BNI. Bank BNI telah bekerja sama dengan pihak BPJS untuk memberikan layanan cek saldo BPJS melalui ATM BNI. Akan tetapi layanan di ATM BNI ini hanya khusus untuk mengecek saldo, tidak dapat untuk melakukan pencairan saldo tersebut. Di ATM BNI, Anda cukup memilih pilihan cek saldo BPJS Ketenagakerjaan yang tersedia, maka kemudian mesin ATM akan menunjukan jumlah yang Anda miliki. Cara ini merupakan cara cukup praktis bagi nasabah BNI, tetapi tidak untuk masyarakat umum yang bukan nasabah BNI.

4. Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan online / melalui website BPJS

Selain cara SMS, ATM dan manual, Anda juga bisa cek saldo BPJS online yakni lewat website resmi BPJS. Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan online ini merupakan salah satu cara terpraktis, karena Anda dapat melakukannya kapan saja dan dimana saja. Anda cukup memiliki akses internet maka pengecekan saldo-pun dapat dilakukan. Berikut langkah pengecekan saldo BPJS secara online:

  • Registrasi online BPJS Ketenagakerjaan
    Pertama, Anda harus mendaftar terlebih dahulu dengan cara kunjungi ke halaman sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs. Siapkanlah kartu BPJS Ketenagakerjaan atau Nomor KPJ Anda, lalu isi form secara lengkap dan klik SUBMIT DATA. Kemudian Anda akan menerima SMS / Email kode aktivasi.Cara Daftar BPJS online
  • Aktivasikan akun
    Setelah menerima kode aktivasi maka masukan kode tersebut di halaman berikutnya, lalu pilih SUBMIT. Kemudian Anda akan menerima email untuk konfirmasi aktivasi akun.Konfirmasi Daftar BPJS
  • Login akun BPJS
    Setelah akun Anda aktif, maka Anda dapat mengunjungi es.bpjsketenagakerjaan.go.id/#tenagakerja dan Login dengan email dan PIN Anda.Login BPJS
  • Cek saldo BPJS Ketenagakerjaan online
    Kemudian Anda dapat memilih pilihan Cek Saldo JHT. Pilih KPJ BPJS Ketenagakerjaan Anda, lalu klik SUMBIT. Maka jumlah saldo Jaminan Hari Tua Anda akan ditunjukan. Jika Anda memutuhkan informasi lainnya Anda dapat memilih menu lainnya seperti e-Klaim dan simulasi JHT.

5. Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi BPJSTK Mobile

Aplikasi SmartPhone

Dengan makin banyaknya orang yang memiliki smartphone, saat ini BPJS Ketenagakerjaan juga hadir dalam bentuk aplikasi. Dengan demikian, Anda cukup mengunduh / download aplikasinya lewat Google Play, App Store, dan BlackBerry World. Aplikasi tersebut bernama BPJSTK Mobile. Berikut penjelasan langkah cek saldo dengan aplikasi BPJSTK:

  • Download dan install aplikasi BPJSTK Mobile di Google Play, App Store, dan BlackBerry World
  • Setelah di download maka Anda dapat membuat akun BPJS Anda di aplikasi tersebut terlebih dahulu
  • Kemudian Login ke akun BPJS dengan email dan PIN Anda
  • Lalu Anda cukup memilih fitur Saldo JHT, lalu Cek Saldo JHT. Informasi yang diinginkan akan muncul di layar ponsel Anda.

Praktis dalam mengecek saldo BPJS

Dengan pilihan cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan yang beragam, peserta dari BPJS kini tidak perlu lagi susah payah mengunjungi cabang kantor BPJS. Anda tidak perlu lagi antri dan menunggu giliran ataupun harus pergi ke kantor tersebut. Cukup pilih salah satu cara termudah dan terpraktis untuk Anda.

Untuk Anda yang belum juga mendapatkan kartu BPJS, bisa segera konfirmasikan dengan pihak HRD di kantor  Anda. Bagi Anda yang pekerja lepas, segera kumpulkan dokumen yang diperlukan untuk mengurus pembuatan kartu BPJS di kantor BPJS terdekat. Karena dengan memiliki BPJS, Anda akan memiliki jaminan untuk keperluan pengobatan dan jaminan untuk hari tua kelak.

Komentar