Membeli Rumah dengan KPR

membeli rumah dengan KPR

Rumah merupakan investasi yang cukup berguna untuk masa depan anda

Hunian nyaman bagi tiap manusia tergolong kebutuhan primer. Kalau Anda belum memilikinya, pertimbangkan membeli rumah dengan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) KPR adalah pinjaman kredit dari bank untuk nasabah yang ingin membeli atau merenovasi beragam properti, mulai dari tanah, rumah, rumah rusun (rusun), rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan), hingga apartemen. Kalau membeli rumah dengan KPR, Anda cukup menyediakan sejumlah uang muka, kemudian membayar cicilan ke bank tiap bulannya. Tentu saja, sama seperti pinjaman bank lainnya, KPR hadir dengan bunga. Bank Indonesia (BI) menetapkan bahwa bank mengucurkan KPR sebesar maksimal 70 persen dari harga rumah yang akan Anda beli. Artinya, minimal 30 persen dari harga rumah harus Anda siapkan saat membeli rumah dengan KPR. Itulah uang muka.

Ragam KPR di Indonesia

KPR bersubsidi

Pemerintah menyediakan KPR bersubsidi untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Selain pinjaman untuk membeli rumah, mereka bisa menikmati keringanan kredit atau tambahan dana untuk perbaikan dan pembangunan rumah. Tidak semua orang yang mengajukan proses KPR bisa menikmati fasilitas ini. Bank yang telah ditunjuk pemerintah akan menyeleksi nasabah berdasarkan besarnya penghasilan dan plafon (batas maksimal) kredit.

KPR non-subsidi

KPR non-subsidi adalah pinjaman KPR paling lazim di Indonesia, tersedia untuk seluruh lapisan masyarakat dan berbagai jenis properti. Ketentuan KPR tergantung kebijakan masing-masing bank, termasuk plafon kredit dan suku bunga. Subsidi yang tersedia beragam, tergantung instansi atau pengembang properti yang menjalin kerja sama dengan bank. Kalau Anda, misalnya, bekerja di instansi pemerintah sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau TNI, dan memperoleh fasilitas pinjaman KPR dari instansi Anda, boleh jadi Anda akan menikmati uang muka lebih ringan, atau suku bunga lebih menggiurkan.

KPR syariah

KPR syariah menggunakan prinsip akad murahabah (jual-beli). Anda bisa membeli beragam properti dengan pinjaman KPR ini, seperti rumah, ruko, rukan, dan apartemen. Berdasarkan tenor (jangka waktu) pinjaman, KPR bisa berlangsung selama 5-15 tahun. Ada pula KPR sepanjang 20 tahun untuk Anda yang ingin membeli rumah mewah. Makin panjang tenor, besarnya cicilan per bulan makin kecil, tapi tentu saja total bunga yang Anda bayarkan ke bank makin besar.

Bunga KPR

Bank menerapkan beragam bunga untuk produk KPR yang ditawarkannya, yaitu:

  • Bunga tetap (fixed rate): Bunga dikenakan ke debitur dengan patokan angka tertentu selama tenor tertentu. Misalnya, suku bunga tetap 7 persen selama 1 tahun. Sepanjang tahun tersebut, walau suku bunga pasar naik turun, bunga yang Anda bayarkan tetap 7 persen.
  • Bunga mengambang (floating rate): Bunga dikenakan ke debitur mengikuti suku bunga pasar. Ketika suku bunga pasar turun, bunga KPR ikut turun. Sebaliknya, kalau kondisi ekonomi Indonesia memburuk dan suku bunga pasar naik, bunga KPR ikut naik. Saat krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997, bunga KPR mencapai 25 persen.

Bank biasanya menerapkan kombinasi bunga dalam sebuah produk KPR. Misalnya, bisa saja Anda membayar cicilan dengan bunga tetap selama beberapa tahun pertama, kemudian melunasi sisanya dengan bunga mengambang. Atau, bisa juga sejumlah pokok dikenai bunga tetap, dan sisanya dikenai bunga mengambang.

Cara Membeli Rumah dengan KPR

Beberapa cara berikut memungkinkan Anda untuk membeli rumah dengan KPR:

  • Langsung datang ke kantor cabang bank atau pengembang properti.
  • Membeli rumah lewat pameran properti. Di sini Anda bukan hanya akan jumpai pengembang properti yang memasarkan perumahan yang mereka bangun, tapi juga petugas bank yang akan melayani pertanyaan Anda tentang syarat-syarat pengajuan KPR. Penawaran selama pameran biasanya disertai beragam bonus menarik, misalnya kesempatan untuk inden (di mana Anda menunggu beberapa bulan sebelum bisa menempati rumah yang Anda beli) berimbalan diskon uang muka, suku bunga yang lebih ringan, dan beragam door prize.
  • Kalau Anda bekerja di instansi pemerintah seperti PNS atau TNI, tanyakan pada instansi Anda tentang pengajuan proses KPR.

Sebagai pemohon kredit, Anda perlu lolos seleksi bank. Bank akan menolak memberikan KPR kalau 30 persen dari penghasilan bulanan Anda tidak mencukupi untuk membayar cicilan bulanan. Juga kalau Anda tidak sanggup membayar sendiri uang muka yang diminta. Untuk karyawan, ada batas umur maksimal 55 tahun.

Proses KPR

Kalau Anda sudah yakin akan pilihan rumah dan reputasi bank yang mengucurkan pinjaman KPR, ada sejumlah tahapan yang perlu Anda lewati sebelum benar-benar bisa menghuni rumah idaman.

  1. Datangi bank, lengkapi persyaratan yang diminta
  2. Wawancara dengan bank, di mana bank akan mengecek kemampuan Anda untuk melunasi cicilan
  3. Membayar uang muka ke pengembang properti, kemudian menunggu keluarnya Surat Persetujuan Perjanjian Kredit (SPKK)
  4. Setelah SPKK Anda terima, saatnya menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat
  5. Penyerahan kunci

Sampai titik ini sertifikat rumah Anda dipegang oleh bank, dan baru bisa Anda terima setelah seluruh pinjaman KPR lunas.

Kenapa Membeli Rumah dengan KPR?

Tak dapat dipungkiri, kalau Anda terus-menerus mengontrak rumah, pemasukan Anda akan terus terkuras untuk membayar sewa. Tapi, menunggu tabungan memadai untuk membeli rumah secara tunai mungkin terlalu berat. Apalagi tiap tahun harga tanah dan properti pasti naik. Justru membeli rumah dengan KPR akan melancarkan rencana Anda. Selain itu, membeli rumah dengan KPR menawarkan beragam keuntungan ekstra, mulai dari legalitas yang terjamin, perlindungan dari kebakaran, hingga penghasilan tambahan kalau Anda menyewakan rumah tersebut.

Risiko KPR

Toh, Anda tetap perlu mengenali risiko membeli rumah dengan KPR.

  • Bagi kebanyakan orang, membeli rumah dengan KPR adalah komitmen jangka panjang terbesar sepanjang hidupnya. Mungkin malah bisa melakukannya satu kali. Jadi pilihlah rumah yang cocok untuk kebutuhan keluarga maupun kondisi keuangan Anda. Pertimbangkan kemampuan Anda melunasi cicilan, harga rumah, dan potensi perkembangan nilainya hingga beberapa dekade ke depan.
  • Walau membeli rumah dengan KPR dianggap investasi, properti bukanlah investasi likuid. Saat Anda mendadak butuh uang tunai, menjual rumah boleh jadi solusi yang tidak mudah.
  • Bank butuh Anda terus membayar bunga karena itulah sumber pemasukan mereka. Kalau Anda melunasi sisa pinjaman KPR, risikonya adalah biaya penalti. Tanyakan soal ini ke bank sebelum Anda mengajukan proses KPR.
  • Membeli rumah berarti menanggung sejumlah biaya tambahan. Selain uang muka dan cicilan bulanan, proses KPR membutuhkan biaya KPR, termasuk untuk administrasi legal. Kenali semua biaya tambahan itu agar Anda bisa merencanakan keuangan secara tenang dan mantap.

Komentar