Lupakan Resolusi Tahunan! Sekarang Waktunya Buat Strategi Keuangan Baru Sebelum Desember 2020

Lupakan Resolusi Tahunan! Sekarang Waktunya Buat Strategi Keuangan Baru Sebelum Desember 2020

Sesaat lagi kita akan memasuki semester kedua tahun 2020. Bagaimana dengan resolusi yang Anda buat tahun lalu?

Dengan semua yang terjadi di tahun ini, pastinya banyak dari rencana keuangan kita yang tidak dapat terwujud di tahun ini. Oleh karena itu, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan, dan membuat strategi yang baru.

Nah, sekarang kami mengajak Anda untuk membuat rencana dan target keuangan hingga enam bulan ke depan.

Bagaimana membuat target keuangan

Jika Anda memiliki keinginan untuk membeli sesuatu, atau jalan-jalan di tahun depan, maka Anda harus memiliki rencana keuangan yang baik. Pun jika Anda ingin memiliki kondisi keuangan yang lebih baik, maka buatlah target dan rencananya.

Ingat, sebelum membuat target keuangan, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu.

Berapa uang Anda sekarang?

Langkah pertama untuk mengetahui berapa uang Anda saat ini adalah sebagai berikut:

  • berapa rupiah yang Anda miliki saat ini dalam bentuk tunai, dalam rekening tabungan, saldo e-wallet, atau dalam bentuk lainnya;
  • berapa rupiah yang harus dibayarkan, baik itu tagihan listrik, sewa, air, utang, atau pengeluaran rutin lainnya.

Selisih dari jumlah uang yang Anda miliki dikurangi semua jumlah uang yang harus Anda bayarkan merupakan net worth Anda. Jadi, makin banyak utang, makin kecil pula net worth Anda.

Anda bisa membuat tabel pengluaran seperti ini untuk lebih memudahkan perhitungannya. Sekarang, gunakanlah angka sesuai pengeluaran bulan sebelumnya. Kemudian pada bulan berikutnya, buat “budget” di awal bulan, untuk kemudian dievaluasi pada akhir bulan.

KewajibanJatuh TempoBudgetPengeluaran SebenarnyaSisa
Listrik
Sewa
Internet
Air
Pengeluaran harian (makan dan transportasi)
Dan lain-lain

Kembangkan tabel ini sesuai pengeluaran Anda. Setelah mengetahui ini baru Anda bisa membuat budget untuk bulan berikutnya, termasuk menentuka target keuangan selanjutnya.

Lakukan ini setiap bulan, sehari sebelum tanggal gajian. Tips ini juga sudah penulis lakukan, dan berhasil mengurangi 10% sampai 20% pengeluaran tidak perlu.

Buat target keuangan

Mengingat adanya ketidakstabilan kondisi ekonomi yang berimbas luas, ada banyak orang yang penghasilannya berkurang, atau bahkan hilang.

Pada masa seperti ini, mau tidak mau Anda harus menggunakan tabungan dan dana darurat untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, atau untuk membayar tagihan rutin bulanan.

Oleh karena itu, target keuangan Anda pun harus disesuaikan dengan prioritas saat ini.

  1. Mengembalikan dana darurat yang terpakai
  2. Melunasi utang
  3. Menabung kembali untuk hari tua
  4. Target keuangan (jangka pendek atau jangka panjang)

Jangan merencanakan jalan-jalan jika Anda tidak memiliki budget untuk tabungan dan dana darurat. Menggunakan kartu kredit hanya akan menambah utang Anda.

Sebelum Desember 2020

Pada dasarnya, Anda bisa menggunakan rumus pengaturan keuangan dasar seperti 50/20/30 atau 70/20/10 sesuai keinginan.

Sekali lagi, Anda bisa mengembangkan tabel ini sesuai kebutuhan. Sesuaikan juga angkanya dengan penghasilan, pengeluaran, dan target Anda.

Bulan 1 (Juli) sampai 6 (Desember)

KeteranganJumlah
Pemasukkan (gaji atau penghaslian lain)Rp 4.000.000
Pengeluaran (listrik, sewa, cicilan, telepon, dll)Rp 1.500.000
Target sisa bulananRp 400.000
Budget maksimal pengeluaran harian (makan, transportasi, dan lain-lain)Rp 4.000.000 – Rp 1.900.000 = Rp 2.100.000
Rp 2.100.000/30 = Rp 70.000

Jadi, uang yang Anda kumpulkan dalam 6 bulan adalah Rp 400.000 x 6 bulan = Rp 2.400.000. Jumlah ini masuk ke dana darurat, dan bukan untuk dipakai di akhir tahun.

Jika Anda ingin jalan-jalan atau membeli sesuatu di masa depan, maka kurangilah dari “budget maksimal pengeluaran harian”, dan bukan dari “target sisa bulanan”.

KeteranganJumlah
Pemasukkan (gaji atau penghaslian lain)Rp 4.000.000
Pengeluaran (listrik, sewa, cicilan, telepon, dll)Rp 1.500.000
Target sisa bulananRp 400.000
Tabungan keinginanRp 600.000
Budget maksimal pengeluaran harian (makan, transportasi, dan lain-lain)Rp 4.000.000 – Rp 2.500.000 = Rp 1.500.000
Rp 1.500.000/30 = Rp 50.000

Target tambahan penghasilan

Lebih baik lagi, Anda membuat target untuk tambahan penghasilan. Gunakan catatan harian atau jurnal untuk membuat rencana tambahan penghasilan ini.

Tentukan berapa jam dalam sehari yang ingin Anda gunakan untuk melakukan pekerjaan sampingan. Misalnya, gunakan 3 jam setiap hari untuk:

1. mengerjakan pekerjaan sampingan online atau offline,

2. membuat portofolio (jika diperlukan),

3. update profil di linkedin,

4. belajar skill atau kemampuan baru.

Jangan lupa, setelah memiliki penghasilan tambahan, sesuaikan tabel budget dengan jumlah penghasilan yang baru. Sebaiknya, tambah jumlah “Target sisa bulanan” jika penghasilan Anda bertambah di bulan-bulan berikutnya.

Bagaimana? Mudah diikuti bukan tipsnya?

Berapapun penghasilan Anda, usahakan untuk tetap tercatat dengan baik. Jika Anda tertarik untuk mengembangkan uang dengan jalur investasi, maka informasi investasi yang ramah bagi pemula ini penting untuk disimak.

Komentar