5 Cara Pintar dan Sederhana Mengelola Keuangan Ala Ibu Zaman Dulu

5 Cara Pintar dan Sederhana Mengelola Keuangan Ala Ibu Zaman Dulu

Apa yang sering Anda dengar nasihat dari ibu atau nenek tentang cara mengelola keuangan di zamannya mereka dahulu? Pernahkah Anda berfikir bagaimana ibu atau nenek Anda mampu mempunyai koleksi perhiasan, tanah, atau bahkan rumah untuk diwariskan?

Banyak orang yang sering mengeluh tentang sulitnya mengatur keuangan yang diiringi oleh membludaknya nominal harga kebutuhan dan keinginan pada zaman sekarang. Apalagi gaya hidup saat ini, Anda mungkin tidak bisa menampik keinginan sesaat sepert ihang out, belanja, makan-makan, dan kegiatan penghabisan uang lainnya. Hal ini bisa menjadikan pendapatan berapapun yang Anda terima setiap bulannya tidak akan cukup untuk memiliki tabungan untuk masa depan.

Lalu bagaimana para tetua jaman dahulu mampu mengalokasikan uang dengan efektif dan benar? Anda dapat intip beberapa tips sederhana dibawah ini!

menulis kebutuhan bulanan 1

1. Selalu membuat anggaran keuangan bulanan

Jadilah pahlawan untuk diri sendiri!

Mulailah merencanakan terlebih dahulu berapa persen dari pendapatan dalam sebulan yang ingin ditabung. Buatlah catatan anggaran keuangan untuk sebulan, untuk menentukan apa saja pengeluaran yang Anda butuhkan.

Misalnya anggaran uang makan, transportasi, uang belanja kebutuhan pokok dalam 1 bulan, tagihan-tagihan, uang darurat untuk keperluan darurat.

Anda tentu memiliki kebutuhan yang bisa jadi berbeda dalam setiap bulan. Namun berikut merupakan contoh anggaran dasar perbulan yang bisa Anda gunakan memetakan kebutuhan dasar Anda perbulan.

Anggaran Pengeluaran SebulanNominal
1. Belanja Bulanan
2. Uang Makan
3. Listrik
4. Air
5. Telepon
6. Transportasi
7. Uang Darurat
8. Tabungan
Rp. 700.000
Rp. 600.000
Rp. 300.000
Rp. 150.000
Rp. 200.000
Rp. 450.000
Rp. 400.000
Rp. 200.000
TotalRp. 3.000.000

Dengan diemikian, Anda tentunya akan menyisihkan total 20% dari total pendapatan atau setara dengan Rp 600.000 yang bisa Anda tabungkan. Jadi jika Anda juga menghitung uang tabungan Anda sekitar Rp 600 ribu x 12 bulan = Rp 7.200.000.

Maka dalam satu tahun Anda dapat menabung sebesar Rp 7.200.000 dalam satu bulan.

Cukup mudah, kan?

2. Ambilah uang seperlunya

Jika beberapa ibu zaman dahulu selalu menyimpan seluruh uangnya di bawah kasur, sekarang seluruh keping uang Anda dapat disimpan di akun bank. Nah, hal ini lebih efektif karena Anda bisa mengatur pengeluaran dari seberapa besar uang yang ditarik.

Lebih baik lagi, untuk tidak menarik atau mengambil seluruh uang yang ada di bank. Ambilah sedikit atau sesuaikan dengan kebutuhan dalam satu minggu. Bedakan antara ‘ingin’ dan ‘butuh’. Karena biasanya, uang akan habis begitu saja kalau sudah di tangan jika Anda medahulukan ‘keinginan’ dibandingkan dengan ‘kebutuhan’.

Misalnya, jika mengambil uang baiknya dalam 1 minggu, maka kembali lagi. Kalkulasikan berapa pengeluaran yang sudah Anda petakan dalam 1 bulan untuk transportasi dan uang makan. Jika budget satu bulan sebesar Rp 950.000, maka perkirakan Anda bisa mengambil Rp 200.000 sampai Rp 250.000 untuk satu minggu.

3. Investasikan dalam bentuk perhiasan

Eits! Ini bukan untuk dipamerkan, lho. Kalau Anda mengajukan pertanyaan kepada ibu atau nenek kalian, mereka pasti akan menyarankan untuk berivestasi perhiasan emas. Ibu-ibu pada zaman dulu lebih menyukai membeli emas dan mengoleksinya karena nilai jual emas bisa naik sewaktu-waktu.

Ini bisa memberikan keuntungan karena ketika kondisi keuangan sedang memburuk, nilai jual emas yang sedang naik bisa sangat membantu kondisi keuangan. Emas juga bisa dijadikan sebagai alat investasi.

4. Jangan malu untuk bandingkan harga

Tips ini merupakan salah satu kebiasan ibu-ibu zaman dulu. Dengan membandingkan harga di tempat toko yang berbeda, kita dapat menekan pengeluaran untuk kebutuhan menjadi lebih hemat.

Misalnya saja, jika Anda sedang mencari harga sampo di toko A seharga Rp 25.000, coba bandingkan dengan harga di toko B atau di toko C yang bisa saja menaruh harga sekitar Rp 23.000. Walaupun perbandingan harga Rp 2.000 memang tidak seberapa. Namun jika Anda membeli 5 stok sampo untuk 1 bulan, maka Anda bisa menghemat Rp 10.000.

5. Membawa bekal ke kantor

Berapa rupiah dalam satu bulan habiskan untuk makan diluar dalam sebulan?

Jika Anda tinggal di kota besar seperti Jakarta, rata-rata biaya makan siang akan menghabiskan Rp 20.ooo – Rp 50.000 per porsi dan minumannya. Dalam sehari Anda bisa menghabiskan Rp 100.000. Artinya, Anda akan menghabiskan sekitar Rp 2 juta atau lebih untuk sebulan.

Namun jika membawa bekal, Anda hanya akan mengeluarkan budget Rp 150.000 sampai Rp 200.000 saja dalam sebulan.

Berikut perhitungannya:

Beras untuk 7 hari sebanyak 2 kg (2 kali makan per hari) = Rp 30 ribu.

Sayur untuk 7 hari = Rp 30.000

Nugget kemasan atau Ayam Ikan untuk 7 hari = Rp 45.000

Bahan lain seperti bumbu = Rp 30.000

Dengan demikian, Anda hanya mengeluarkan Rp 135.000 untuk bekal Anda selama 1 minggu. Metode ini sudah jelas dapat menghemat biaya kebutuhan untuk sebulan.

Bonus: Jangan remehkan uang receh

Para ibu pada zaman dahulu sering menggunakan metode ini. Bahkan sampai sekarang masih ada yang membiasakan diri dengan metode pengumpulan uang koin.

Setiap uang koin dari hasil kembalian memberi barang atau naik transportasi umum akan sangat berguna jika dikumpulkan sedikit demi sedikit.

Uang koin yang disisihkan ini juga bisa nantinya bisa ditukarkan dengan uang lembaran. Anda dapat menukarkannya di warung atau toko di dekat rumah Anda. Biasanya para pedagang membutuhkan uang koin untuk kembalian.

Tidak sulit, bukan? Anda bisa mulai melakukan tips ini sedikit demi sedikit.

Jika melihat bagaimana ibu Anda mampu menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke jenjang yang lebih tinggi dengan metode-metode sederhana namun pintar seperti ini, Anda tentu harus yakin Anda pun dapat mewujudkan keinginan Anda di masa depan dengan cara-cara di atas.

Selanjutnya bagi Anda yang ingin mempersiapkan tahun ajaran baru 2019 nanti dengan lebih matang, rasanya tips anggaran tahun ajaran baru ini cocok untuk dibaca.

Selamat mencoba ya!

Komentar