Jaga Keutuhan Keluarga dan Jamin Masa Depannya dengan Mengurus Wasiat

Jaga Keutuhan Keluarga dan Jamin Masa Depannya dengan Mengurus Wasiat

Masih banyak orang di usia produktif yang merasa bahwa mempersiapkan warisan sejak dini belumlah penting. Pola pikir bahwa mereka masih muda dan belum berkeluarga seringkali menjadi penyebab anggapan bahwa persiapan warisan belum penting dilakukan sekarang.

Jika Anda termasuk bagian dari kelompok yang menganggap bahwa persiapan warisan sejak dini tidaklah penting, coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

  • Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang menjadi tanggungan?
  • Apakah Anda berencana menikah dan memiliki anak?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit kronis?
  • Apakah Anda memiliki hutang?
  • Apakah Anda memiliki atau berencana memiliki aset dengan nilai yang besar?

Jika jawaban dari salah satu dari lima pertanyaan di atas adalah “iya”, maka Anda harus mulai mempelajari bagaimana mempersiapkan warisan.

Mengapa mempersiapkan warisan itu penting?

Tentunya ada beberapa hal yang membuat seseorang harus mempersiapkan warisan. Berikut ini kami hanya menyajikan beberapa poin penting yang perlu Anda perhatikan.

  • Menghindari konflik keluarga

Pasti Anda banyak mendengar soal konflik antar anggota keluarga yang disebabkan oleh perebutan harta warisan. Nah, untuk menghindari kejadian ini Anda perlu menyiapkan dokumen resmi mengenai harta warisan ini.

Risiko konflik keluarga ini makin besar jika Anda sebagai pewaris memiliki aset yang bernilai besar juga. Hindari perpecahan di antara keluarga yang ditinggalkan dengan menghitung nilai aset secara keseluruhan, serta membaginya secara tertulis dalam sebuah dokumen.

  • Meringankan beban keluarga yang ditinggalkan

Jika Anda dan keluarga tinggal di area pedesaan atau kota kecil, biaya pemakaman biasanya lebih murah. Hal ini karena semangat gotong royong masih kental. Sehingga keluarga yang berduka hanya membayar pemakaman, sedangkan untuk upacara pemakamannya atau prosesi keagamaan setelah pemakaman, biasanya akan dibantu oleh tetangga sekitar.

Sedangkan, jika Anda tinggal di area kota, kebiasaan seperti ini sulit ditemui. Apalagi jika Anda merantau dan membutuhkan jasa cargo jenazah. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau ada orang yang memang sudah mempersiapkan biaya pemakamannya agar tidak membebani keluarga kelak.

  • Menjamin hidup anggota keluarga yang menjadi tanggungan

Jika Anda memiliki tanggungan seperti pasangan, anak, orang tua, atau saudara, maka jaminan hidup mereka pun harus dipikirkan. Oleh karenanya, banyak produk keuangan berupa dana pensiun yang hadir dan bisa dicairkan oleh ahli waris.

Bagaimana menyiapkan warisan?

Kali ini kami mencoba memberikan penjelasan yang menyeluruh walaupun singkat dan sederhana mengenai warisan.

Menyiapkan dokumennya

Pertama, harus dipahami dulu mengenai Surat Keterangan Waris dan Akta Hak Mewaris. Anda harus menyiapkan dokumen yang dibutuhkan ini untuk bisa mewariskan harta atau aset pada keturunan atau ahli waris.

Surat Keterangan Waris merupakan surat keterangan yang dibuat jika pewaris adalah orang asli pribumi (Indonesia). Surat ini dibuat oleh para ahli waris, sesuai ketentuan agama dan kesepakatan keluarga, yang disaksikan oleh dua saksi dan dikuatkan oleh Camat dan Kepala Desa/Lurah di tempat tinggal pewaris saat meninggal.

Sedangkan jika pewaris merupakan keturunan Tionghoa, maka dokumen yang harus dibuat adalah Akta Hak Mewaris. Di mana pembuatan dokumen ini harus disaksikan notaris, serta ada pengecekan harta warisannya.

Kedua dokumen ini memang dibuat oleh ahli waris (keluarga yang ditinggalkan), namun bukan berarti pewaris tidak bisa ikut andil saat masih hidup.

Salah satunya adalah dengan membuat surat wasiat atau akta testamen sehingga pihak ahli waris tinggal menjalankan sesuai yang diwasiatkan. Karena jika tidak ada dokumen ini, maka sepenuhnya harta merupakan milik ahli waris. Hal inilah yang seringkali menimbulkan konflik keluarga.

Kapan memulai

Sebenarnya, Anda bisa mulai mempersiapkan warisan sejak dini. Data semua harta kekayaan baik berupa uang simpanan dan aset lainnya untuk dimasukkan dalam surat wasiat.

Data semua ahli waris, mulai dari pasangan, orang tua, anak, saudara, dan anggota keluarga lainnya. Jika menggunakan hukum Islam, ada 25 ahli waris serta pembagiannya.

Namun perhatikan juga perubahan status, seperti status pernikahan Anda. Karena hal ini juga bisa merubah status pasangan pada surat wasiat.

Apa saja yang bisa diwariskan?

Bentuk warisan tidak hanya uang atau deposito, melainkan juga bisa berbagai hal lainnya, seperti emas, kendaraan, properti, investasi, dan bahkan manfaat asuransi. Bahkan barang-barang seperti koleksi atau pakaian juga bisa dimasukkan dalam surat wasiat.

Berikut ini adalah beberapa jenis warisan bukan uang yang juga bisa diturunkan ke ahli waris Anda nantinya.

Emas

Tentu saja Anda bisa mewariskan emas kepada keluarga nantinya. Emas yang diwariskan bisa dalam bentuk fisik, seperti perhiasan atau emas batangan. Sedangkan, untuk yang non fisik bisa dalam bentuk tabungan emas.

Jika harta ini Anda cantumkan dalam surat wasiat, maka pihak ahli waris bisa mengambil bagian sesuai yang Anda harapkan.

Investasi

Sebagaimana usaha atau bisnis, Anda juga bisa mewariskan investasi. Salah satu jenis investasi yang bisa diwariskan adalah reksa dana.

Di mana pihak ahli waris bisa menunjukkan dokumen berupa surat wasiat atau akta testamen, serta dokumen kematian pada pihak manajer investasi. Nantinya, pihak ahli waris dapat memiliki reksadana ini dalam bentuk tunai maupun tetap dalam bentuk investasi.

Sekali lagi, inilah mengapa sangat penting jika memiliki investasi, Anda mengetahui dengan pasti nilai investasi Anda.

Konsultasikan pada manajer investasi mengenai pewarisan reksadana ini, sehingga Anda bisa mencantumkannya dalam dokumen wasiat nantinya.

Asuransi jiwa

Asuransi jiwa merupakan produk keuangan mendasar jika Anda ingin memberikan warisan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Apalagi jika Anda memiliki utang, maka kepemilikan asuransi jiwa ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggalkan.

Jadi, ketika pewaris meninggal, ahli waris tinggal mengurus klaim asuransinya. Hal ini juga bisa mempermudah pewaris, karena pihak asuransi akan menanyakan siapa yang menjadi ahli waris saat penandatanganan polis.

Pastikan nama ahli waris sama dengan yang dicantumkan dalam surat wasiat agar tidak terjadi sengketa.

Jika kita mau merangkum dari ulasan ini, sebagai calon pewaris jangan lupa untuk menghitung nilai uang dan aset yang dimiliki, serta membuat surat wasiat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan lupa juga untuk selalu libatkan saksi dan notaris dalam pembuatan wasiat.

Simak juga ulasan dari kami mengenai klaim asuransi dan BPJS yang bermanfaat bagi Anda dan keluarga.

Komentar