Daya Beli Masyarakat Jauh Menurun Bahkan Saat Idul Fitri 2017

Daya Beli Masyarakat Jauh Menurun Bahkan Saat Idul Fitri 2017

Pengusaha ritel mengeluhkan daya beli masyarakat yang menurun setahun terakhir ini. Hal ini terlihat dari laju inflasi yang mencapai titik terendahnya pada tahun 2016, dan berimbas hingga saat ini.

Mengomentari hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan bahwa faktor kontraksi yang dialami sektor pertambangan ikut mempengaruhi sektor lainnya, dimana puncaknya adalah kuartal IV 2016.

“Mungkin ini masih merupakan imbas dari pelemahan ekonomi pada 2014-2016 karena komoditas dan ekspor yang melemah,” jelas Sri Mulyani hari Senin, 3 Juli 2017 lalu.

Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa pemerintah akan fokus untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan daya beli ini juga diperuntukan bagi masyarakat yang paling rentan.

“Pemerintah akan melakukan belanja-belanja untuk sosial sehingga daya beli, terutama untuk 25 bahkan 40 persen masyarakat terbawah, tetap terjaga,” tuturnya.

Usaha meningkatkan kepercayaan daya beli konsumen juga selalu diupayakan oleh pemerintah, teruatama dalam hal upah. Sri Mulyani menjelaskan bahwa produktivitas di hampir seluruh dunia mengalami stagnansi. Hal ini mempengaruhi kemampuan peningkatan daya beli melalui upah.

Untuk mengatai hal ini juga, pemerintah akan mendorong investasi, terutama dalam hal infrastruktur dan sumber daya manusia. Menurut Sri Mulyani, kedua hal ini yang menentukan peningkatan produktivitas.

“Selain itu, reformasi kebijakan akan terus dilanjutkan di bawah koordinasi Menko (Perekonomian) untuk memperbaiki minat investasi.” Jelasnya.

Keluhan para pengusaha ritel

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa keluhan akan turunnya daya beli masyarakat ini dikeluarkan oleh hampir semua perusahaan ritel di Indonesia. Menurut Hariyadi, tahun ini daya beli masyarakat menurun jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan saat Idul Fitri di akhir Juni kemarin, angka penjualan ritel menurun disbanding dengan Idul Fitri tahun sebelumnya.

“Ukurannya memang pada saat hari raya Idul Fitri. Hampir semua pengusaha menyatakan keluhannya bahwa ada penurunan yang cukup signifikan dibanding tahun lalu,” kata Hariyadi di kediaman Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin, 26 Juni 2017.

Dengan adanya usaha dari pemerintah, terutama melalui upah, daya beli masyarakat akan merangkak naik dan industri ritel akan berjalan dengan normal kembali.

 

[Source]

 

Komentar