Tidak Ada Anak Muda Yang Ingin Jadi Petani

Tidak Ada Anak Muda Yang Ingin Jadi Petani

Nur Iswan, Pelaku Usaha Pangan dan Pertanian, meminta pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan para petani. Ia percaya bahwa kesejahteraan petani sejalan dengan produktivitas atau hasil panen yang melimpah.

“Sekitar 40 persen petani kita sekarang di atas 50 tahun. Di Indonesia, tidak ada anak muda berminat jadi petani. Tidak ada yang punya mimpi jadi petani,” kata Nur Iswan dalam Diskusi Beras Jadi Komoditas Strategis.

Menurutnya, pemerintah harus berperan juga dalam mengembangkan rasa bangga bahwa menjadi petani pun bisa sejahtera hidupnya. Salah satu cara untuk membangkitkan rasa bangga menjadi petani ini adalah dengan membuat kebijakan yang menguntungkan petani.

“Harus dibangun prestise. Bekerja di sektor pertanian, prestisius tapi sejahtera. Di Amerika Serikat dan Brasil saja kalau lihat petaninya sehat, gagah, dan punya mobil ya sekelas Fortuner,” ujar Nur Iswan.

Kebutuhan akan pertanian yang maju dari sumber daya manusia dan kesejahteraan ini penting untuk diperhatikan. Hal ini karena jumlah penduduk Indonesia akan terus bertambah, dan tentunya berimbas pada konsumsi pangan.

“Kalau di hulunya tidak dibenahi, bagaimana kita bisa memenuhi permintaan konsumsi pangan yang melesat tinggi. Ini tugas pemerintah, dan semua pihak untuk mensejahterakan petani sehingga ikut mengerek produksi pangan, termasuk beras,” kata Nur Iswan mengungkapkan harapannya.

Ia yakin bahwa Presiden Joko Widodo pun ingin melihat para petani hidup sejahtera. Akan tetapi hal ini tidak bisa terwujud jika pola kerja dan pengolahan hasil pertanian masih konvensional, sebagaimana yang terjadi saat ini.

Oleh karenanya, petani harus memiliki nilai tambah sehingga kesejahteraannya meningkat. Salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu dengan badan usaha atau korporasi yang dibagun untuk para petani.

“Kita harus korporasikan petani. Kita harus mengkorporasikan nelayan. Kita harus mengkorporasikan peternak-peternak kita. Mereka harus diajak ke sana,” merupakan pernyataan dari Presiden Jokowi pada hari Rabu lalu.

Kesejahteraan bagi para petani ini sulit dicapai karena mereka bekerja hanya pada lahan yang kecil, dan hanya mengurus lahan sampai panen. Sedangkan nilai tambah yang besar ini justru terletak pada sisi agrobisnisnya.

 

[Source]

Komentar