Para Pengusaha Surabaya Menjual 50 Juta Dolar AS Untuk Perkuat Rupiah

Para Pengusaha Surabaya Menjual 50 Juta Dolar AS Untuk Perkuat Rupiah

Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha Jawa Timur (Forkas Jatim) bekerjasama dengan Bank Indonesia menggelar acara dengan tajuk Bersatu Menguatkan Rupiah. Dalam acara ini, sejumlah pebisnis asal Surabaya tersebut menukarkan valuta asing sebesar US$50 juta agar mata uang Garuda tak lagi terpuruk.

Nilai tukar rupiah kini berada di level Rp 14.820 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah sekitar 8 persen sejak awal 2018. Kondisi inilah yang mendorong para pengusaha Surabaya untuk menggelar acara ini.

“Kami mencoba mengajak pengusaha Jatim untuk mengkonversi simpanan dolar AS ke dalam rupiah. Memang selama ini pengusaha kita tergantung akan bahan baku ekspor-impor dan otomatis dolar sebagai mata uang utama,” jelas Ketua Forkas Jatim Nur Cahyudi di Surabaya.

Adapun rencana ke depannya, para pengusaha dapat menekan harga bahan baku dengan lebih banyak menggunakan barang lokal dan melakukan transaksi alternatif agar tidak selalu menggunakan mata uang dolar AS.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim Difi Ahmad Johansyah juga menuturkan bahwa selama ini transaksi yang beredar pada aktivitas ekspor mayoritas menggunakan dolar AS. Hal ini memicu pelemahan nilai mata uang upiah.

“BI berusaha memberikan solusi yang lebih baik dengan cara melakukan kerjasama dengan negara Asean dan Cina. Misalnya dengan Malaysia, mata uang Ringgit langsung ditukar dengan rupiah tanpa melewati dolar. Kami masih usahakan hal itu terjadi,” ungkap Difi.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko turut menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Forkas menukarkan valuta asing tersebut.

“Karena itu saat diundang ke sini, saya langsung mengiyakan tanpa melihat jadwal saya,” tutur Moeldoko.

Moeldoko mengapresiasi Forkas karena tanpa ajakan, para pengusaha secara mandiri mempelopori gerakan positif untuk memperkuat nilai rupiah.

 

[Source]

Komentar