10 Orang Terkaya Di Indonesia Versi Forbes Tahun 2017

10 Orang Terkaya Di Indonesia Versi Forbes Tahun 2017

Forbes sudah mengeluarkan laporannya mengenai 20 orang terkaya di Indonesia di tahun 2017. Orang-orang ini juga termasuk dalam daftar 1.810 miliarder yang ada di dunia. Mereka datang dari berbagai latar belakang bisnis dan, tentunya, merupakan rintisannya serta keluarga selama bertahun-tahun. Mereka mengalami pasang surut dalam menjalankan usahanya, termasuk kendala dari situasi ekonomi nasional Indonesia.

#1 Robert Budi Hartono (67)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: PT Djarum

Jumlah kekayaan: 11,8 miliar dollar AS (Rp 159 triliun)

Peringkat 2016 : #1

Robert Budi Hartono dan saudaranya, Michael Hartono, kembali dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaan yang didapatkan dari usaha rokok ini berhasil kembali menempatkannya di posisi ini untuk kali ke-delapan.

Tidak banyak yang tahu bahwa usaha rokok yang dijalankan keluarga ini awalnya merupakan sebuah usaha rokok bangkrut yang dibeli oleh keluarga Hartono pada tahun 1950. Kemudian usaha rokok ini diberi nama Djarum, dan berdiri sampai sekarang sebagai pelaku usaha rokok terbesar di Indonesia.

#2 Michael Hartono (78)

http://www.biografiku.com

Sumber kekayaan: PT Djarum

Jumlah kekayaan: 11,8 miliar dollar AS (Rp 159 triliun)

Peringkat 2016 : #2

Tentu saja Michael Hartono juga menjadi orang yang terkaya di Indonesia karena ia adalah bagian dari keluarga PT Djarum, perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Dinamika ekonomi pun rasanya tidak akan banyak berpengaruh pada usaha ini. Hal ini mengingat perokok di Indonesia akan tetap membeli rokok apapun kondisinya. Bagi mereka, rokok merupakan kebutuhan.

Selain itu, keluarga Michael Hartono juga memiliki investasi besar dalam saham Bank Central Asia (BCA). Investasi ini juga yang menyumbang bertambahnya kekayaan keluarga Hartono sebanyak 1,7 miliar dollar AS tahun ini.

#3 Sri Prakash Lohia (65)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: Indorama

Jumlah kekayaan: 6 miliar dollar AS (Rp 81 triliun)

Peringkat 2016 : #5

Sri Prakash Lohia mendapatkan kekayaannya terutama karena perusahaannya, Indorama. Awalnya perusahaan ini merupakan penghasil benang gulung. Saat ini perusahaan ini mengembangkan usahanya ke sektor petrokimia dan menghasilkan produk seperti sarung tangan medis dan polypropylene.

Sri Prakash Lohia juga sudah mengembangkan usahanya hingga ke Nigeria dengan membangun pabrik pupuk di sana. Sampai 2020 nanti, Sri Prakash Lohia akan meningkatkan investasinya di benua ini hingga 4,5 miliar dollar AS.

#4 Chairul Tanjung (55)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: CT Corp

Jumlah kekayaan: 4,8 miliar dollar AS (Rp 65 triliun)

Peringkat 2016 : #6

Pengusaha retail Chairul Tanjung telah membangun usahanya yang bergerak di berbagai bidang. Carrefour dan Transmart misalnya yang berjalan di bawah CT Corp ini menjadi supermarket raksasa yang cabangnya berdiri hampir di seluruh Indonesia. Lalu ada franchise dari Versace Mango, dan Wendy’s di Indonesia yang juga menjadi salah satu sumber dari profit CT Corp. Selain di bisnis retail, Chairul Tanjung juga memiliki Bank Mega. Bank ini berhasil menjadi bank yang memiliki nasabah kartu kredit terbanyak di Indonesia.

Keahliannya dalam dunia usaha ini sudah dierapkannya jauh hari saat ia masih duduk di bangku kuliah, yaitu dengan menjual panduan belajar di area kampus.

#5 Tahir (65)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: Mayapada Group

Jumlah kekayaan: 2,9 miliar dollar AS (Rp 39 triliun)

Peringkat 2016 : #8

Tahir tidak hanya dikenal sebagai pebisnis yang sukses, namun ia juga dikenal sebagai filantropi. Forbes mencatat, di tahun 2016 ia telah menyumbangkan uangnya sebanyak 14 miliar dollar AS.

Mayapada Group sendiri diketahui telah sukses beroperasi dan memiliki usaha di berbagai sektor seperti rumah sakit, bank, dan real estate. Tahir bahkan ikut memiliki lisensi untuk Forbes di Indonesia.

#6 Murdaya Poo (76)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: Central Cipta Murdaya Group

Jumlah kekayaan: 2,4 miliar dollar AS (Rp 32 triliun)

Peringkat 2016 : #9

Sejauh ini sudah ada lebih dari 50 perusahaan yang berdiri di bawah bendera PT Central Cipta Murdaya Group. Dengan adanya diversifikasi usaha ini, mereka bisa bertahan dari krisis moneter yang melanda Indonesia. Mereka juga bisa menjadikan CCM sebagai perusahaan yang bersih dari hutang, sebagaimana dinyatakan dalam situs SWA.co.id.

Prestasi yang mengundang banyak perhatian dari perusahaan ini adalah saat mereka berhasil mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan PT Jakarta International Trade Fair (JITF).

#7 Prajogo Pangestu (73)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: Barito Pacific Group

Jumlah kekayaan: 2,3 miliar dollar AS (Rp 31 triliun)

Peringkat 2016 : #25

Situs Forbes mencatat bahwa kekayaan Prajogo Pangestu meningkat hingga lima kali lipat dalam dua belas bulan terakhir. Pengusaha asal Sambas, Kalimantan, ini kembai menduduki peringkat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia setelah absen selama 20 tahun dari daftar ini.

Satu hal yang menarik dari perjalanan hidup Prajogo Pangestu adalah awalnya dia bekerja sebagai supir angkutan kota di Kalimantan. Pria lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini kemudian bekerja untuk seorang pengusaha kayu asal Malaysia. Lalu pada tahun 1977 dia memulai usahanya mendirikan PT Barito Pacific. Dari sinilah Prajogo lalu melebarkan bisnisnya ke berbagai sektor seiring dengan kian majunya Barito Pacific.

#8 Theodore Rachmat (73)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: Triputra Group, Adaro Energy

Jumlah kekayaan: 1,95 miliar dollar AS (Rp 26 trliun)

Peringkat 2016 : #11

Theodore Rachmat memulai karirnya dari Astra International sebagai seorang sales di tahun 1968. Kemudian pada tahun 1972, Theodore dipercaya untuk mengelola United Tractors, sebuah anak perusahaan dari Astra.

Di tahun 1998, Theodore mendirikan perusahaannya sendiri yaitu Triputra Group. Perusahaan ini bergerak di bidang karet olahan, batu bara, agribisnis, perdagangan, manufakturing, dan dealership motor. Selain itu, ia juga turut memajukan PT Adaro Energy bersama sepupunya Edwin Soeryadjaya.

#9 Mochtar Riady (88)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: Lippo Group, Bank Central Asia (BCA)

Jumlah kekayaan: 1,81 miliar dollar AS (Rp 24 triliun)

Peringkat 2016 : #10

Mochtar adalah pendiri dari Lippo Group yang saat ini dijalankan oleh putranya, James dan Stephen. Mochtal Lubis juga berhasil mendirikan bank terbesar di Indonesia, BCA.

Inspirasi bisnisnya didapat dari pengalamannya sendiri. Saat hendak membangun rumah sakit Siloam misalnya, ia terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya saat Ibunya meninggal. Mochtar berfikir jika saat itu ada rumah sakit di lingkungannya, mungkin sang Ibu tidak akan meninggal secepat itu. Oleh karenanya, ia mendirikan rumah sakit dengan standar pelayanan yang baik dan mampu menghasilkan laba walaupun tanpa subsidi pemerintah. Menantunya, Tahir, juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia yang membesarkan Mayapada Group.

#10 Peter Sondakh (64)

www.forbes.com

Sumber kekayaan: Investasi, PT Rajawali Corporation

Jumlah kekayaan: 1,68 miliar AS (Rp 22 triliun)

Peringkat 2016 : #14

Pada usia 22 tahun, Peter Sondakh mendirikan PT Rajawali Corporation. Lewat Rajawali Corporation inilah perluasan usahanya dilakukan.

Saat krisis moneter melanda, Peter Sondakh mempertahankan bisnisnya dengan cara jual-beli perusahaan. Selain itu, ia pun fokus pada tiga sektor usahanya yang utama yaitu properti, pertambangan, dan perkebunan.

Peter Sondakh dikenal juga lebih suka melakukan jual-beli perusahaan. Cara ini berbeda dengan banyak pengusaha lokal yang membangun bisnisnya dari awal. Hal ini pula yang membuat banyak orang menganggapnya lebih sebagai investor daripada pebisnis.

Urutan dari daftar ini bisa saja berubah-ubah sesuai dengan naik turunnya profit yang mereka peroleh. Namun dari sini kita bisa melihat bahwa Indonesia pun memiliki pebisnis kelas dunia yang mampu bertahan dan terus berkembang.Lihat juga daftar orang terkaya di tahun 2016 untuk menambah wawasan Anda tentang para pebisnis Indonesia.

Komentar