Apa Sebenarnya New Normal? Bagaimana Anda Bisa Beradaptasi untuk Menjaga Kesehatan dan Keuangan?

Apa Sebenarnya New Normal? Bagaimana Anda Bisa Beradaptasi untuk Menjaga Kesehatan dan Keuangan?

Kita sudah memasuki era new normal. Era ini memang tidak bisa dihindari, karena bagaimanapun kita tidak mampu untuk berada dalam kondisi karantina dalam waktu terlalu lama.

Ekonomi harus kembali bergerak, dan salah satu cara untuk memulihkan ekonomi adalah membuka pergerakan manusia pelan-pelan.

Namun, walaupun pergerakan kita bisa lebih bebas ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Bukan hanya demi kesehatan, melainkan juga demi keuangan.

Apa itu new normal?

New normal, dalam bahasa Indonesia disebut “kenormalan baru”. World Health Organization (WHO) sendiri mendukung pemerintah Indonesia yang ingin mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hanya saja pada masa new normal ini, ada protokol atau panduan yang harus diikuti sebuah negara. Panduan ini merubah gaya hidup dan cara berinteraksi masyarakatnya secara umum. Semua panduan ini diterapkan dalam rangka pencegahan penyebaran pandemi COVID-19.

Adapun beberapa poin panduan new normal dari WHO adalah sebagai berikut.

  1. Negara harus bisa membuktikan bahwa penyebaran wabah penyakit harus bisa dikendalikan.
  2. Kelonggaran pembatasan pergerakan sosial harus dilakukan secara bertahap dan terus dipantau.
  3. Adanya sistem kesehatan yang dapat melacak, mendeteksi, menguji, dan menangani setiap kasus yang muncul.
  4. Risiko penularan mampu diminamilisir, terutama di area-area yang rentan.
  5. Sekolah, kantor, dan tempat-tempat umum menerapkan langkah pencegahan.
  6. Masyarakat sudah dididik, dilibatkan, dan diberdayakan untuk memasuki era new normal.
  7. Negara harus memantau semua langkah menuju new normal.

Apa yang harus Anda lakukan di era ini?

Mau tidak mau semua orang harus siap untuk menjalani perubahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Bahkan kebutuhan yang dulunya bukan pokok akan menjadi kebutuhan pokok yang harus selalu ada, seperti masker dan hand sanitizer.

Berikut adalah beberapa item yang harus Anda bawa selalu dalam era new normal ini:

  1. masker dan topi face shield;
  2. hand sanitizer;
  3. tisu basah atau sabun untuk mencuci tangan;
  4. alat makan pribadi; dan
  5. perlengkapan ibadah pribadi.

Perlu juga diketahui bahwa ada sanksi jika Anda tidak menggunakan masker saat di tempat umum, bahkan di dalam mobil. Sanksi yang berlaku merupakan denda Rp 100.000 atau kerja sosial seperti menyapu jalan umum.

Jadi, untuk keamanan Anda dan lingkungan sekitar, pastikan untuk memasukkan item-item pencegahan COVID ini ke dalam daftar belanja bulanan.

Jaga kesehatan dan keuangan di era new normal

Tidak dipungkiri bahwa saat ini masih banyak yang terkena imbas dari pandemi. Di antaranya adalah berkurangnya penghasilan, hingga hilangnya pekerjaan. Tantangan finansial ini juga bisa saja berimbas pada kesehatan Anda, baik fisik maupun mental.

Oleh karenanya, berikut adalah beberapa tips yang harus Anda catat, agar bisa beradaptasi dengan new normal.

Tulis atau diskusikan dengan orang lain

Semua ini tergantung dengan kepribadian dan situasi Anda. Jika Anda kesulitan untuk membicarakan permasalahan Anda dengan orang lain, bahkan sahabat atau keluarga, maka tulislah dalam buku catatan atau buku harian.

Jika Anda memendam rasa khawatir, cemas, atau perasaan negatif lainnya tanpa mulai menyelesaikan sumber masalahanya, maka tidak hanya permasalahan Anda tidak selesai, kesehatan fisik dan mental Anda juga terancam.

Terkadang memang ada rasa malu ketikakita mendiskusikan masalah dengan orang lain. Di sisi lain, kadang kita takut untuk menghadapi masalah itu sendiri, sehingga untuk menuliskannya pun butuh keberanian. Akhirnya, lebih mudah menyalahkan keadaan dan orang lain akan kesulitan yang kita hadapi sekarang.

Padahal, tanpa langkah menyelesaikan masalah, Anda malah akan terjebak dalam pikiran sendiri, dan mengancam kesehatan diri sendiri.

Uraikan semua permasalahan yang Anda rasakan saat ini. Walaupun tidak terlihat jelas pada awalnya, namun ketika Anda menguraikan semua permasalahan melalui diskusi atau tulisan, Anda bisa menemukan sumber permasalahan yang harus diselesaikan.

Jangan terjebak dalam mental “korban”

Daripada menyalahkan keadaan atau diri sendiri, Anda harus menerima keadaan bahwa banyak orang mengalami masalah keuangan. Bahkan mereka yang terlihat mapan saat ini, juga pernah mengalami masalah keuangan.

Jadi jangan berfikir bahwa kondisi sulit yang Anda hadapi adalah kondisi yang tidak bisa dilewati. JIka Anda berfikir demikian, Anda akan menjadikan diri sendiri korban dari keadaan. Pola pikir bahwa Anda adalah korban mengakibatkan Anda cenderung menyalahkan daripada menyelesaikan masalah yang sebenarnya.

Mengutip dari Robert T Kiyoshaki, penulis Rich Dad Poor Dad, “kemerdekaan finansial adalah proses mental, emosional, dan pendidikan”. Jadi, bagaimana Anda tidak bisa berhasil jika memiliki mental “korban”?

Buat rencana keuangan

Jangan hanya membuat target keuangan atau perencanaan keuangan saat tahun baru saja. Pastikan Anda mengevaluasi keuangan dan memiliki rencana keuangan saat ini.

Kami membuat artikel mengenai perencanaan keuangan untuk semester ke dua tahun 2020 ini. Secara sederhana bisa dibagi dalam tiga tahap.

Pertama adalah evaluasi keuangan. Pastikan Anda memasukkan beberapa poin ini dalam evaluasi keuangan Anda.

  1. Apa sumber permasalahan keuangan Anda?
  2. Bagaimana Anda menggunakan uang yang ada?
  3. Berapa uang yang Anda miliki saat ini?

Kemudian, buatlah rencana keuangan jangka pendek yang harus dievaluasi secara bulanan. Ingat, sisihkan uang untuk tabungan sebelum membayar tagihan.

  1. Berapa yang Anda sisihkan untuk tabungan dan dana darurat?
  2. Berapa tagihan atau pengeluaran Anda bulan ini?

Terakhir, buat target keuangan untuk 6 bulan.

  1. Mengembalikan dana darurat
  2. Memiliki tabungan atau persiapan pensiun
  3. Melunasi utang
  4. Investasi dan menambah sumber penghasilan

Ingat, investasi bukan hanya milik orang yang berpenghasilan besar. Ada banyak penyelenggara investasi yang memungkinkan Anda memulai dengan dana kecil. Di antaranya adalah emas dan deposito.

Kendalikan stres

Mulailah gaya hidup sehat dengan kebiasaan hidup yang sehat. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres.

  1. Membaca minimal 30 menit sehari

Selain bisa menambah pengetahuan, membaca juga membuat otak Anda lebih sehat. Membaca bisa meningkatkan kemampuan memori, membantu konsentrasi, serta membantu kemampuan menganalisa.

Tentunya yang Anda baca haruslah buku-buku yang mendidik dan positif. Seperti buku motivasi, pendidikan finansial, atau buku-buku yang menginspirasi Anda.

  1. Olahraga ringan

Jika Anda tidak suka banyak bergerak, setidaknya habiskan 10 menit dalam sehari untuk meregangkan otot-otot Anda. Selain menyehatkan, olahraga juga memperbaiki energi, dan meningkatkan rasa percaya diri. Olahraga juga bisa mencegah Anda untuk berbelanja atau jajan hanya karena bosan.

  1. Perbanyak air putih dan makanan sehat

Memakan makanan sehat bisa mempengaruhi mood atau suasana hati Anda. Kemudian, minum air putih dengan jumlah yang tepat bisa membantu organ tubuh untuk bekerja lebih baik.

  1. Bersyukur

Setiap hari temukan tiga hal yang Anda syukuri. Kemudian tulis dalam buku harian, atau sebutkan apa yang disyukuri sebelum Anda tidur. Latihan ini bisa mengalihkan fokus Anda pada hal-hal yang baik. Jika Anda memfokuskan pikiran pada permasalahan yang dihadapi, tanpa mengenali hal baik yang Anda miliki, maka Anda akan terjebak dalam kondisi stres. Akhirnya, kesehatan Anda menurun, kemampuan menyelesaikan masalah pun berkurang.

Beradaptasi merupakan kemampuan yang harus Anda pelejari setiap saat. Suatu keadaan pasti akan berubah, begitupun keuangan Anda. Oleh karenanya, pastikan Anda selalu siap untuk menghadapi new normal, dan memulihkan kembali keuangan dan kesehatan Anda.

Komentar