Berikut Prosedur dan Informasi yang Penting Diketahui Tentang COVID-19 di Indonesia

Berikut Prosedur dan Informasi yang Penting Diketahui Tentang COVID-19 di Indonesia

Di tengah wabah penyakit yang berasal dari virus corona (COVID-19), kewaspadaan masyarakat makin meningkat. Terutama saat ini jumlah pasien yang positif terinfeksi Coronavirus berjumlah ratusan orang.

Oleh karenanya, kali ini kami ingin mengajak Anda untuk memperhatikan prosedur yang harus dijalani jika Anda mengalami gejala COVID-19. Sekaligus informasi lainnya yang perlu diketahui mengenai kondisi darurat Coronavirus ini.

Kondisi Indonesia dalam wabah Coronavirus

Situs resmi dari pemerintah terus memberikan informasi terkini mengenai jumlah pasien serta penyebarannya. Berikut adalah data jumlah pasien COVID-19 per tanggal 24 Juli 2020.

Pasien terkonfirmasi100.303 orang
Pasien dirawat37.292 orang
Sembuh58.173 orang
Meninggal4.838 orang

Walaupun sejak 29 Februari 2020 pemerintah sudah menetapkan status Darurat Bencana Corona, kebijakan lockdown belum diumumkan pemerintah. Saat ini sudah ada banyak daerah yang mengajukan PSBB dan telah disetujui. Selain itu, larangan mudik pun sudah diterapkan sejak 24 April 2020.

Kebijakan untuk belajar atau bekerja dari rumah, semuanya diserahkan ke masing-masing daerah atau perusahaan. Namun, untuk mengurangi penyebaran virus, memang masyarakat disarankan untuk berdiam di rumah.

150 ribu kit untuk tes COVID-19 sudah sampai di Indonesia, dan akan didistribusikan ke berbagai daerah. Pemeriksaan ini diprioritaskan untuk seluruh petugas kesehatan.

Kemudian untuk rencana tes cepat atau rapid test, pihak petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lewat darah. Rapid test ini ditujukan untuk masyarakat umum. Jika ditemukan ada yang positif terinfeksi, maka pihak petugas kesehatan akan melacak kontak atau interaksi pasien selama 14 hari sebelumnya.

Lalu, bagaimana jika Anda mengalami gejala COVID-19? Berikut penjelasannya!

Bagaimana jika Anda mengalami gejala COVID-19?

Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala umum dari COVID-19 agar segera bisa mencari pertolongan dari petugas kesehatan. Gajala yang dimaksud adalah, demam, batuk, dan sesak napas.

Dalam rangka mencegah penularan yang lebih luas, orang yang mengalami gejala COVID-19 tidak disarankan untuk langsung ke rumah sakit. Melainkan menelpon dulu ke nomor darurat yang disediakan untuk nantinya dijemput oleh pihak rumah sakit.

Berikut Adalah nomor telepon yang harus Anda catat.

Hotline dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

COVID-19 Hotline : 119 ext,9

021 – 5210 411

0812 1212 3119

Jika Anda menelpon ke nomor 119, maka Anda akan ditanggapi oleh petugas dinas kesehatan di daerah masing-masing.

Sedangkan khusus untuk wilayah DKI Jakarta, Anda juga bisa menghubungi 112 atau 081388376955.

Daftar RS rujukan untuk pasien COVID-19

Berikut ini adalah 100 rumah sakit rujukan untuk pasien coronavirus.

NoProvinsiRumah SakitKota
1Nanggore Aceh
Darusaalam
1. RSU Dr. Zainoel Abidin
2. RSU Cut Meutia
Banda Aceh
Lhokseumawe
2Sumatera Utara1. RSU H. Adam Malik
2. RSU Kabanjahe
3. RSU Pematang Siantar
4. RSU Tarutung
5. RSU Padang Sidempuan
Medan
Kabanjahe
Pematang Siantar
Tarutung
Padang Sidempuan
3Sumatera Barat 1. RSU Dr. M. Jamil
2. RSU Dr. Achmad Ny'ochtar
Padang
Bukit Tinggi
4Riau1. RSU Arilin Ahmad
2. RSU Kab. Karimun
3. RSU Tanlung Hrnang
4. RSU Puri Husada
5. RSU Dumai
Pekan Baru
Karimun
Tanjung Pinang
Hilir Tembilahan
Dumai
5Kepulauan Riau1. RS Otorita BatamBatam
6Jambi1. RSU Raden MattaherJambi
7Sumatera Selatan1. RSU Dr. M. Hoesin
2. RSU Lubuk Linggau
3. RSU Kayu Agung
4. RSD Kabupaten Lahat
Palembang
Lubuk
Linggau Kayuagung
Lahat
8Bangka Belitung1. RSU Tanjung Pandan
2. RSU Pangkal Pinang
Tanjung Pandan
Pangkal Pinang
9Bengkulu1. RSU Dr.M.
2. RSU Arga Makmur
3. RSU Manna
Bengkulu
Bengkulu Utara
Manna
10Lampung1. RSU Abdul Moeloek
2. RSU Kalianda
3. RSU Mayjend HM Ryacudu
4. RSU Ahmad Yani
Lampung
Kalianda
Kotabumi
Metro
11DKI Jakarta1. RSPl Dr. Sulianti Saroso
2. RSU Persahabatan
3. RSPAD Gatot Sobroto
Jakarta Utara
Jakarta Timur
Jakarta Pusat
12Jawa Barat1. RSU Dr. Hasan Sadikin
2. RSU Dr. Slamet
3. RSU Gunung Jati
4. RSTP Dr. H.A. Rotinsulu
5. RSU R.Syamsudin
6. RSU Indramayu
7. RSU Subang
Bandung
Garut
Cirebon
Bandung
Sukabumi
Indramayu
Subang
13Banten1. RSU Serang
2. RSU Tangerang
Serang
Tangerang
14Jawa Tengah1. RSU Dr. Kariadi
2. RSU Dr. H. Soewondo
3. RSU Dr. Moewardi
4. RSU Banyumnas
5. RSU Kudus
6. RSU Dr. H. RM Soeselo W
7. RSU Pekalongan
8. RSU Tidar
9. RSU Prof. Dr. Margono Soekarjo
10. RSU Dr Suraji Tirtonegoro
Semarang
Kendal
Surakarta
Banyumas
Kudus
Slawi
Pekalongan
Magelang
Purwokerto
Klaten
15DI Yogyakarta1. RSU Dr. Sardjito
2. RSU Panembahan Senopati
Yogyakarta
Bantul
16Jawa Timur1. RSU Dr. Soetomo
2. RSU Dr. Saiful
3. RSU Dr. Soebandi
4. RS Dr R Koesma
5. RS Dr Djatikoesoemo
6. RS Pare
7. RS Blambangan
8. RS Dr Soedono
Surabaya
Malang
Jember
Tuban
Bojonegoro
Pare
Banyuwang
Madiun
17Bali1. RSU Sanglah
2. RSU Tabanan
3. RSU Sanjiwani
Denpasar
Tabanan
Gianyar
18Nusa Tenggara Barat1. RSU Mataram
2. RSU Raba
3. RSU Dr R Sudjono
4. RSU Praya
Mataram
Bima
Selong
Praya
19Nusa Tenggara Timur1. RSU Prof. Dr. Wz Johanes
2. RSU Dr TC Hillers
Kupang
Maumere
20Kalimantan Barat 1. RSU Dr. Sudarso
2. RSU Dr Abdul Aziz
3. RSU Sintang
Pontianak
Singkawang
Sintang
21Kalimantan Tengah1. RSU Dr. Doris Sylvanus
2. RSU Dr Murjani
Palangkaraya
Sampit
22Kalimantan Selatan1. RSU UIin
2. RSU H Boejasin
Banjarmasin
Pelaihari
23Kalimantan Timur1. RSU Tarakan
2. RSU Dr. Kanujoso Djatiwibowo
3. RSU HA Wahab Sjahranie
4. RSU Kota Bontang
5. RSU Panglima Sebaya
6. RSU Tanjung Selor
Tarakan
Balikpapan
Samarinda
Bontang
Paser
Tanjung Selor
24Sulawesi Utara1. RSU Prof.DR. RD Kandou
2. RSU Dr Sam Ratulangi
Manado
Minahasa
25Gorontalo1. RSU Prof.Dr.H.Aloei SaboGorontalo
26Sulawesi Tengah1. RSU Undata
2. SU Luwuk
3. RS Mokopido Toli Toli
4. RSU Kolonedale
Palu
Luwuk
Toli Toli
Kolonedale
27Sulawesi Selatan1. RSU Dr. Wahidin
2. RSU Andi Makkasau
3. RSU Lakipadada Tana Toraja
4. RS lslam Faisal
5. RS Akademis Jaury
6. RSU Sinjai
Makassar
Pare-pare
Toraja
Makassar
Makassar
Sinjai
28Sulawesi Tenggara1. RSU KendariKendari
29Maluku1. RSU Dr. M HaulussyAmbon
30Maluku Utara1. RSU Chasan BasoeTernate
31Papua1. RSU JayapuraJayapura
Sumber : katadata.co.id

100 rumah sakit ini sebelumnya sudah digunakan untuk penanganan pasien flu burung. Sehingga semua rumah sakit yang ditunjuk ini sudah memiliki fasilitas ruang isolasi dan perawatan yang memadai.

Perlu diketahui bahwa tidak semua pasien akan diisolasi di rumah sakit. Pasien dengan kondisi ringan, maka bisa diisolasi di rumah. Pihak pelayanan kesehatan akan memberikan pengarahan bagaimana melakukan isolasi diri di rumah.

Pembiayaan pasien

Jika dulu biaya pengobatan akibat COVID-19 ini sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian Kesehatan, maka sekarang pihak BPJS Kesehatan siap membantu pembiayaan pasien terinfeksi coronavirus. Presiden juga meminta anggaran baik di tingkat nasional maupun daerah bisa dialihkan sebagian untuk pembiayaan pasien COVID-19 melalui BPJS Kesehatan.

Meningkatkan kewaspadaan akan wabah penyakit ini memang penting untuk dilakukan. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan cara melindungi diri agar tidak tertular COVID-19, terutama saat Anda dalam perjalanan.

Bantuan yang bisa didapatkan selama masa darurat Coronavirus

Kartu Sembako

Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan mengeluarkan penerima kartu sembako selama 6 bulan ke depan. Setiap penerima kartu sembako ini berhak atas bantuan sebesar Rp 200.000 per keluarga.

Kartu Pra-Kerja

Selain itu ada pula Kartu Pra-Kerja, yang kali ini, akan diprioritaskan untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan akibat COVID-19. Adapun cara untuk mendapatkan Kartu Pra-Kerja ini, Anda harus mendaftar lewat situs Kementerian Ketenagakerjaan. Kemudian akan ada seleksi sebelum dinyatakan berhak mendapatkan Kartu Pra-Kerja.

Jika Anda berhasil mendapatkan kartu ini, maka  ada saldo sebesar Rp 500 ribu untuk bekal Anda melamar pekerjaan. Nanti, akan ada survey yang dilakukan secara periodik mengenai status Anda, apakah sudah mendapat pekerjaan atau belum.

Kelonggaran kredit

Pihak yang berhak mendapatkan kelonggaran cicilan adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang usahanya terdampak COVID-19 dan beritikad baik. Adapun UMKM yang berhak mendapat kelonggaran juga termasuk industri kecil sektor informal dan pekerja berpenghasilan harian. Perlu diketahui juga bahwa peraturan ini berlaku untuk bank, leasing, dan perusahaan pembiayaan lainnya.

Persyaratan untuk mengajukan restrukturisasi kredit:

  • Terkena dampak wabah COVID-19 dengan pembiayaan di bawah Rp 10 miliar.
  • Pemilik UMKM, pekerja berpenghasilan harian, atau pekerja sektor informal.
  • Tidak memiliki tunggakan sebelum pengumuman dari pemerintah tentang wabah COVID-19.
  • Pemegang unit kendaraan/ jaminan.

Berikut ini adalah cara untuk mengajukan restrukturisasi/ kelonggaran kredit:

  • Mengajukan permohonan restrukturisasi ke pihak leasing atau bank, yang juga bisa dilakukan secara online.
  • Bank/leasing melakukan asesmen untuk menilai apakah pihak debitur terdampak COVID-19, serta meninjau riwayat pembayaran bunga atau pokok pinjaman.
  • Bank/leasing menetapkan restrukturisasi/kelonggaran kredit berdasarkan profil debitur, dan diskusi dengan debitur.

Kelonggaran yang diberikan berupa beberapa hal berikut:

  • Perpanjangan jangka waktu pembayaran.
  • Penundaan sebagian pembayaran.
  • Restrukturisasi atau keringanan lainnya yang ditawarkan oleh bank, leasing, atau perusahaan pembiayaan.

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)

PSBB ini resmi dimulai pada tanggal 10 April 2020. Di mana bulan Juni dimulai masa transisi menuju new normal. Harapannya, masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah, dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 di Jakarta.

Total saat ini, daerah yang sudah mendapatkan izin untuk menetapkan PSBB. Provinsi dan kota yang menerapkan PSBB adalah:

Provinsi:

  1. DKI Jakarta
  2. Sumatera Barat

Kota dan Kabupaten

  1. Kabupaten Bogor
  2. Kabupaten Bekasi
  3. Kabupaten Tangerang
  4. Kabupaten Bandung Barat
  5. Kabupaten Sumedang
  6. Kabupaten Bandung
  7. Kabupaten Gresik
  8. Kabupaten Sidoarjo
  9. Kota Bogor
  10. Kota Depok
  11. Kota Bekasi
  12. Kota Tangerang Selatan
  13. Kota Tangerang
  14. Kota Pekanbaru
  15. Kota Makassar
  16. Kota Tegal
  17. Kota Bandung
  18. Kota Cimahi
  19. Kota Pekanbaru
  20. Kota Surabaya

Budgeting selama masa darurat

Ingat, kondisi ini tidak akan selamanya. Anda dan keluarga masih membutuhkan kehidupan finansial yang sehat setelah bencana penyakit ini.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan selama masa darurat bencana corona berlangsung.

Tunaiku

Tunaiku

Pinjaman dana online hingga Rp 20 juta cair dalam 24 jam
  1. Mindful buying

Pada awal Maret lalu, banyak orang yang melakukan panic buying, atau memborong semua keperluan di supermarket sekaligus.

Tindakan ini tentunya tidak bijak. Selain merugikan orang lain yang akhirnya tidak kebagian kebutuhan sehari-hari. Panic buying juga bisa membuat keuangan Anda bocor atau tidak terkendali.

Di saat seperti ini Anda akan berbelanja barang-barang yang “sepertinya” akan dibutuhkan selama masa karantina. Padahal kalau ternyata tidak terpakai, atau tidak sempat dimakan, akhirnya akan dibuang.

Tetap belanja bulanan seperti biasa karena supermarket atau minimarket tetap buka di saat darurat ini. Apalagi pemerintah pusat belum memutuskan untuk melakukan lockdown.

  1. Tetap alokasikan penghasilan

Saat Anda menerima penghasilan tetap alokasikan seperti biasa. Mulai dari tagihan, kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan asuransi.

Jangan sampai rasa panik akan wabah penyakit membuat Anda mengambil keputusan keuangan yang salah. Seperti menghabiskan 60% penghasilan untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan bulanan dalam jumlah besar. Apalagi sampai menghabiskan persediaan masker dan alat pelindung medis yang seharusnya diprioritaskan untuk petugas medis dan pasien.

  1. Sedia payung sebelum hujan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kehidupan Anda harus terus berlangsung bahkan setelah masa darurat ini selesai.

Jadi, pastikan Anda memiliki dana darurat dan asuransi. Hal ini karena asuransi bisa membantu Anda saat membutuhkan biaya kesehatan, sedangkan dana darurat membantu Anda untuk pemenuhan kebutuhan di saat darurat. Seperti, saat ada kondisi yang menyebabkan penghasilan Anda berkurang, maka Anda memiliki cadangan dana untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Rencanakan investasi

Uang transportasi Anda saat bekerja di rumah bisa dialokasikan ke tabungan, untuk nantinya dijadikan tambahan untuk memulai investasi.

Investasi memang beragam bentuknya, Anda bisa merencanakan bentuk investasi apa yang paling cocok dengan kemampuan serta target finansial Anda. Misalnya, untuk mempersiapkan masa pensiun, maka investasi dalam bentuk reksa dana bisa jadi pertimbangan.

Sebenarnya, jika Anda ingin memulai investasi dengan resiko rendah dan imbal hasil tinggi dengan reksa dana terjamin cobalah Ipotpay. Namun, jika Anda lebih nyaman dengan model deposito, bisa menggunakan fasilitas deposito online untuk menghindari keluar rumah atau kontak langsung.

 

*Artikel ini pertama kali dipublikasikan tanggal 6 Maret 2020.

Komentar