Panduan Eksklusif!

Panduan Komprehensif untuk Produk, Layanan, dan Perbankan di Indonesia

Cari tahu informasi umum seputar sistem, tugas, fungsi, tujuan, produk dan layanan dari bank-bank terbesar di Indonesia.

Pinjaman Bank – Prosedur dan Bunga Dari KPR, KTA, Kredit Mobil Serta Kredit Motor

Tugas utama dari bank selain menghimpun dana dari masyarakat adalah menyalurkan dana ke masyarakat. Demi mencapai pelaksanaan tugasnya, bank menyediakan produk pinjaman untuk penyaluran dana kepada pihak yang membutuhkan. Pengertian pinjaman atau kredit bank adalah produk bank dimana bank menyediakan sejumlah uang untuk dipinjamkan kepada nasabah, dengan pemberian bunga. Berdasarkan kesepakatan pinjam-meminjam di produk pinjaman, nasabah diwajibkan untuk melunasi utang pinjaman bersamaan dengan bunganya secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.

Cara kerja pinjaman bank

Pada dasarnya sistem atau cara kerja pinjaman uang di bank tidaklah rumit. Bagian terumit merupakan perhitungan bunga dan angsuran untuk jenis pinjaman yang berbeda-beda. Seperti yang dijelaskan di pengertiannya, bank akan meminjamkan sejumlah dana kepada nasabah untuk jangka waktu tertentu. Sebagai imbalan dari meminjamkan uang tersebut, bank menagihkan bunga dari total uang yang dipinjam. Setelah peminjam atau nasabah menerima uang tersebut maka nasabah perlu menyicil utang pinjaman dan bunga setiap bulan hingga lunas.

Apabila peminjam tidak membayar angsuran pada tanggal jatuh tempo setiap bulannya, maka bank akan memberikan denda kepada sang peminjam. Dan jika penunggakan angsuran ini terjadi secara terus-menerus hingga bank merasa nasabah tidak mampu lagi membayar angsuran pinjaman, maka bank dapat menuntut nasabah melalui jalur hukum. Bila pinjaman memiliki aset yang terkait sebagai jaminan maka bank berhak untuk menyita jaminan tersebut. Apabila pelunasan pinjaman dilakukan lebih awal dari waktu yang ditentukan maka bank berhak mengenakan penalti kepada nasabah.

Semua proses dan ketentuan pinjaman ini akan tercantum pada perjanjian pinjaman atas kesepakatan pihak bank dan nasabah.

Manfaat pinjaman bank

Manfaat dari pinjaman bagi pihak bank sudah pasti sebagai sumber pendapatan. Bank dapat memperoleh keuntungan dari bunga pinjaman yang ditagihkan ke nasabah. Akan tetapi bagaimanakah dari sisi nasabah? Apakah manfaat mengambil pinjaman dari bank? Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Memenuhi kebutuhan nasabah
    Manfaat yang paling jelas dari pinjaman bank untuk nasabah adalah memenuhi kebutuhan nasabah. Dengan mengambil pinjaman bank, nasabah dapat memanfaatkan uang yang diperoleh untuk keperluannya.
  2. Bank menawarkan berbagai macam pinjaman
    Baik itu untuk pembelian rumah, mobil, motor, pembayaran rumah sakit, biaya pernikahan, pendidikan maupun modal bisnis, bank menyediakan pembiayaannya dengan jenis pinjaman yang berbeda-beda. Dan setiap pinjaman tersebut memiliki keuntungan kompetitif.
  3. Suku bunga yang teregulasi
    Dengan adanya regulasi dari bank sentral (Bank Indonesia) atas suku bunga kredit, bank umum tidak dapat memasang suku bunga lebih tinggi dari regulasi itu. Jadi ada batasan suku bunga pinjaman yang dapat dikenakan kepada nasabah. Sedangkan lembaga keuangan lain dapat menagih suku bunga yang sangat tinggi di produk pinjamannya, contohnya rentenir. Maka dengan mengambil kredit bank, nasabah akan terlindungi dari tingkat suku bunga pinjaman yang tidak karuan.
  4. Jumlah pinjaman lebih tinggi
    Dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya, bank dapat memberikan jumlah pinjaman yang jauh lebih tinggi. Tentunya karena bank merupakan lembaga keuangan terbesar di Indonesia.
  5. Lebih mudah diperoleh
    Kredit bank relatif lebih mudah diperoleh jika peminjam memenuhi semua persyaratannya ketimbang sumber kredit dari lembaga lainnya.
  6. Keamanan informasi debitur
    Rahasia keuangan debitur dan informasi debitur lebih terjaga jika mengajukan pinjaman melalui bank.

Jenis-jenis pinjaman

Secara umum, jenis pinjaman dapat dikategorikan berdasarkan banyak kategori, yakni jangka waktu, penggunaannya, keperluan, sifat penarikan, sifat pelunasan dan banyak lagi. Akan tetapi jenis pinjaman yang paling populer diambil oleh nasabah dapat digolongkan menjadi empat jenis berikut dan semuanya termasuk kredit konsumtif.

1) Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Kredit Pemilikan Rumah

KPR adalah kredit jangka panjang dari bank yang diberikan kepada nasabah khusus untuk pembelian rumah tinggal. Dengan KPR, nasabah tidak perlu menabung bertahun-tahun untuk membeli rumah impian. Berdasarkan aturannya, rumah yang hendak dibeli akan dijadikan sebagai jaminan dalam perjanjian KPR. Jadi jika terjadi kegagalan pelunasan pinjaman maka rumah akan diambil ahli oleh pihak bank.

KPR dapat membiayai pembelian rumah baik itu rumah baru maupun bekas. Rumah dalam konstruksi ataupun rumah yang sudah jadi, semuanya dapat dibiayai dengan KPR. Sebagian bank menawarkan variasi untuk KPR seperti kredit pemilikan apartemen (KPA), kredit ruko ataupun kredit rukan, sebagian bank menggabungkan ketiga variasi itu ke dalam KPR. Sebenarnya untuk KPA, kredit ruko dan kredit rukan, prinsip dan sistem yang dimiliki sama dengan KPR, begitu juga untuk kalkulasi bunga. Hanya saja sebagian bank memilih untuk membedakan produk ini karena perbedaan suku bunga, jangka waktu atau maksimum plafon pinjaman dari produk-produk tersebut.

Cara kerja KPR

Apabila nasabah ingin membeli rumah tinggal dengan KPR, maka nasabah masih perlu juga menyiapkan sejumlah dana. Memang benar KPR akan memberikan uang kepada nasabah untuk membayar harga rumah tersebut, tetapi perlu diketahui itu bukan sepenuhnya. Umumnya, KPR memiliki persentase plafon kredit yang diberikan oleh bank berdasarkan harga rumah. Sedangkan sisa dari persentase tersebut harus ditanggung oleh nasabah, biasanya disebut uang muka atau Down Payment (DP). Sebagai contoh nasabah ingin membeli rumah harga Rp 500.000.000 dengan KPR. Ketentuan plafon pinjaman KPR bank adalah 80% maka bank hanya memberikan pinjaman uang sebesar Rp 400.000.000 dan Rp 100.000.000 lagi akan ditanggung oleh nasabah.

KPR BCA

KPR BCA

Suku bunga fixed 5 tahun pertama 10,5%

Plafon pinjaman hingga Rp 5 Miliar

Besar kecil plafon pinjaman tersebut dipengaruhi oleh faktor yang berbeda, sebagian bank dapat memberikan plafon yang lebih tinggi jika nasabah memiliki catatan Informasi Debitur Individual (IDI) atau bank bekerja sama dengan developer rumah yakni mencapai 90%. Sebaliknya jika IDI nasabah tidak baik atau jumlah utang lain yang dimiliki nasabah terlalu tinggi dari porsi penghasilan bulanan maka plafon tersebut dapat menjadi lebih rendah.

Setelah KPR disetujui dan DP dibayar oleh nasabah ke penjual rumah. Uang KPR tersebut tidak diberikan kepada nasabah melainkan diberikan langsung kepada penjual rumah. Jadi tidak ada perpindahan dana dari bank kepada nasabah, melainkan langsung dari bank ke sang penjual.

Ketika KPR berjalan maka nasabah akan perlu membayar angsuran KPR setiap bulannya. Angsuran ini akan termasuk cicilan pokok dan bunga. Pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui pemotongan secara langsung dari rekening nasabah, pembayaran langsung ke cabang bank atau melalui internet banking. Angsuran perlu dibayarkan hingga durasi KPR selesai atau hingga nasabah memutuskan untuk melunasi utang pinjaman. Lama jangka waktu KPR dapat dipilih nasabah dan waktu terlama adalah 20 tahun.

Bunga KPR

Sesuai dengan penjelasan di chapter ketiga tentang suku bunga perbankan, bunga KPR dihitung menggunakan kalkulasi anuitas. Sistem anuitas berarti bunga dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman setelah dicicil. Dan berdasarkan dengan sifatnya, bank di Indonesia umumnya menawarkan suku bunga KPR tetap (fixed) untuk beberapa tahun pertama dan kemudian akan difloatingkan (mengambang). Durasi fixed beberapa tahun pertama itu akan tergantung pada masing-masing produk dan ditentukan oleh bank.  Sebagian ada yang suku bunganya fixed dua tahun pertama, tiga tahun pertama atau lima tahun pertama. Seperti contohnya sebagai berikut:

Tenor KPRSuku BungaJenis Bunga
Tahun pertama9,5%Fixed
Tahun kedua9,5%Fixed
Tahun ketiga10%Floating
Tahun keempat9%Floating
Tahun kelima8,5%Floating
Jadi untuk contoh ini 2 tahun pertama suku bunga KPR fix di 9,5% sedangkan tahun berikutnya difloatingkan berdasarkan perubahan di suku bunga dasar kredit. Suku bunga bisa naik ataupun turun tergantung dari kondisi bunga di tahun tersebut.

Agar nasabah tidak merasa terbebani dengan KPR, sangat disarankan untuk mengecek suku bunga terkini dari bank-bank di Indonesia dan menghitung terlebih dahulu jumlah angsurannya. Perhitungan angsuran dapat dilakukan dengan simulasi KPR.

2) Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kredit Tanpa Agunan

KTA merupakan pinjaman jangka pendek dari bank untuk nasabah berupa uang tunai. Seperti namanya, Kredit Tanpa Agunan merupakan pinjaman yang tidak membutuhkan jaminan apapun. Jadi jika terjadi penunggakan angsuran yang berkelanjutan atau nasabah tidak dapat melunasi pinjaman tersebut, maka bank dapat menuntut nasabah melalui jalur hukum. Uang tunai yang diberikan dari bank dapat digunakan untuk berbagai keperluan konsumtif seperti untuk pembayaran rumah sakit, biaya pernikahan, renovasi, pendidikan ataupun untuk liburan.

Jumlah pinjaman uang tunai yang diberikan dari produk KTA biasanya tidak setinggi KPR atau pinjaman beragunan lainnya. Paling besar limit kreditnya mencapai Rp 300 juta. Jadi boleh dikatakan cukup besar untuk kebutuhan konsumtif. Sedangkan jangka waktunya paling lama mencapai lima tahun saja. Akan tetapi KTA dapat dicairkan dengan cepat karena tidak membutuhkan jaminan. Sebagian bank dapat mencairkan dana KTA dalam waktu tiga hari saja, pada umumya dalam waktu kurang dari satu minggu.

KTA HSBC

KTA HSBC

Suku bunga 1,2% hingga 1,3% per bulan

Cash back Rp 750.000 saat disetujui

Cara kerja KTA

Setelah KTA dicairkan, nasabah akan perlu membayar angsuran KTA setiap bulannya sepanjang jangka waktu yang disetujui. Besarnya jumlah angsuran dihitung dengan simulasi KTA berdasarkan jumlah pokok dan suku bunga kredit. Pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui pemotongan secara langsung dari rekening nasabah, pembayaran langsung ke cabang bank atau melalui internet banking. Apabila nasabah ingin melunasi KTA lebih awal dari jangka waktu yang ditentukan, maka ada denda yang perlu dibayar.

Suku bunga KTA

KTA memiliki suku bunga flat yang bersifat tetap. Jadi tidak akan ada perubahan pada suku bunga jika perjanjian pinjaman telah ditanda-tangani antara nasabah dan bank. Perhitungan bunga flat seperti yang dijelaskan di chapter 3, akan dihitung berdasarkan dari jumlah pokok pinjaman. Biasanya suku bunga KTA berkisar antara 1% hingga 2% per bulan.

3) Kredit Mobil

Kredit Mobil

Kredit Kendaraan Bermotor atau lebih umum dikenal sebagai kredit mobil adalah pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah khusus untuk pembelian mobil. Dengan kredit mobil, mobil idaman nasabah dapat dimiliki dengan mudah tanpa harus mengumpulkan uang berjuta-juta. Kredit mobil tergolong dalam kategori pinjaman jangka pendek dan memiliki jenis bunga yang mirip dengan KTA. Jangka waktu pinjaman kredit mobil berkisar satu hingga lima tahun dengan jumlah limit yang akan tergantung pada harga mobil.

Mobil yang dibiayai dapat berupa mobil baru ataupun mobil bekas. Perbedaan antara kredit mobil bekas dan baru biasanya terletak pada suku bunga pinjaman dan besar uang mukanya. Baik bekas maupun baru, mobil tersebut akan dijadikan sebagai jaminan untuk pihak bank. Jadi jika terjadi kegagalan pelunasan kredit, maka bank berhak mengambil ahli atas kepemilikan mobil tersebut.

Cara kerja kredit mobil

Untuk mendapatkan kredit mobil, nasabah harus menentukan terlebih dahulu mobil yang diinginkan. Setelah itu, nasabah perlu membayarkan sejumlah persentase dari harga mobil sebagai uang muka atau DP. Kemudian sisanya akan dibayarkan oleh pihak bank dengan kredit mobil. Jadi kredit mobil tidak membiayai penuh untuk mobil tersebut, biasanya plafon kredit mobil tertinggi dapat mencapai 90% dari harga mobil. Seandainya harga mobil sebesar Rp 75.000.000 maka jumlah DP adalah Rp 7.500.000 yang perlu ditanggung oleh nasabah.

Setelah aplikasi kredit mobil, nasabah akan perlu menanti tiga hingga tujuh hari untuk bank memproses permohonan tersebut. Apabila disetujui maka bank akan memberikan uang tersebut langsung ke pihak penjual mobil, lalu nasabah perlu memulai membayar angsurannya. Pembayaran dapat dilakukan melalui online banking, pemotongan rekening, langsung ke kantor bank atau transfer uang.

Suku bunga kredit mobil

Suku bunga pinjaman mobil serupa dengan KTA, yakni suku bunga flat dan bersifat tetap. Jadi bunganya dihitung berdasarkan nilai pokok pinjaman dan persentase suku bunga tidak berubah selama tenor kredit mobil. Besar suku bunga ditetapkan pada awal perjanjian antara pihak bank dan nasabah. Jumlah suku bunga kredit mobil yang ditawarkan bank saat ini berkisar antara 5% – 14% per tahun.

4) Kredit Sepeda Motor

Kredit Mobil

Kredit sepeda motor atau kredit motor merupakan pinjaman yang diberikan bank bertujuan untuk pembelian motor. Dasarnya kredit motor hampir sama dengan kredit mobil. Hanya saja kredit motor menggunakan BPKB motor sebagai jaminannya. Dalam hal perhitungan bunga, kredit motor serupa dengan kredit mobil. Selain itu, nasabah juga perlu membayarkan uang muka (DP) kepada penjual motor dan selebihnya akan ditanggung oleh pihak bank. Lama proses penyetujuan kredit motor juga secepat kredit mobil.

Faktor mempengaruhi tinggi rendah angsuran

Untuk menentukan pinjaman yang terbaik tentunya nasabah menginginkan pinjaman dengan angsuran serendah mungkin agar tidak membebani. Umumnya, kita semua mengetahui bahwa suku bunga yang rendah akan membuat angsuran lebih rendah, sehingga boleh dikatakan produk tersebut merupakan pinjaman terbaik. Tetapi selain bunga, ada dua faktor lain yang mempengaruhi tinggi rendahnya angsuran. Diantara adalah:

1) Jangka waktu
Semakin lama jangka waktu pinjaman nasabah maka semaking rendah angsuran yang perlu dibayarkan. Hal ini disebabkan karena pembagian pokok pinjaman ke pembayaran yang lebih banyak.

Sebagai perbandingan Anda bisa memperhatikan contoh dibawah

 Tenor 5 tahunTenor 8 tahun
Jumlah PinjamanRp 100.000.000Rp 100.000.000
Suku Bunga Flat5%5%
Angsuran per bulanRp 2.083.333Rp 1.458.333
Total Bunga yang dibayarkan hingga akhir periodeRp 25.000.000Rp 40.000.000

Perlu diketahui semakin lama periode pinjaman, memang benar jumlah angsuran lebih rendah, tetapi total bunga yang dibayarkan kepada bank akan semakin besar.

2) Uang muka dan pokok pinjaman
Jika uang muka (DP) yang dibayar lebih besar maka jumlah pokok pinjaman secara otomatis akan lebih kecil. Hal ini akan menyebabkan jumlah angsuran yang perlu dibayarkanpun semakin kecil. Tetapi jika pinjaman berupa KTA dimana tidak ada DP, maka nasabah dapat meminjam uang dengan jumlah yang lebih kecil.

Sebagai ilustrasi

 DP lebih besar / Pinjaman lebih kecilDP lebih kecil / Pinjaman lebih besar
Jumlah PinjamanRp 80.000.000Rp 100.000.000
Suku Bunga Flat5%5%
Tenor pinjaman5 tahun5 tahun
Angsuran per bulanRp 1.666.666Rp 2.083.333
Total Bunga yang dibayarkan hingga akhir periodeRp 20.000.000Rp 25.000.000
‹ Previous Next: Perbandingan Serta Keuntungan dari Kartu Kredit dan Kartu Debit

Leave your comment