Panduan Eksklusif!

Panduan Umum Pinjaman Pribadi Untuk Pemula

Rangkaian informasi yang harus Anda ketahui tentang pinjaman, baik bank maupun online

Bagaimana Cara Mengajukan Pinjaman Online dan Offline?

Sekarang tiba saatnya kita mempelajari tentang bagaimana cara mengajukan pinjaman, baik secara online maupun offline.

Walaupun tujuannya sama, yaitu mendapatkan pinjaman namun setiap orang memiliki cara tersendiri yang lebih disukai. Hal ini karena banyak rakyat Indonesia yang membutuhkan proses pengucuran dana lebih cepat. Selain itu, masalah akses ke bank juga menjadi pertimbangan. Sehingga ada yang lebih menyukai cara online, ada juga yang lebih menyukai cara offline.

Untuk menyederhanakan pembahasan, kami hanya akan mengulas tentang pinjaman tanpa agunan.

Berikut adalah prosesnya mengajukan pinjaman secara online dan offline.

Mengajukan pinjaman secara online

Cara ini bisa dilakukan dengan mengunjungi website perbandingan seperti AturDuit.com untuk mengetahui penyedia pinjaman mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Atau langsung menggunakan Google untuk menemukan provider-provider pinjaman online, lalu dilihat satu per satu.

Berikut ini akan kami sajikan cara mengajukan pinjaman jika Anda memilih dari website pembanding seperti website kami.

1. Bandingkan beberapa penyedia pinjaman

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membandingkan beberapa situs penyedia pinjaman online. Provider-provider ini menawarkan sistem yang berbeda, mulai dari limit hingga perhitungan bunganya.

Jangan lupa untuk pastikan bahwa mereka diawasi oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Pilih dan ajukan pinjaman sesuai petunjuk

Setelah Anda memilih penyedia pinjaman online yang cocok, Anda bisa langsung mengajukan lewat website.

Isi kolom sesuai petunjuk, dan sertakan nomor telepon juga alamat email yang benar agar petugas mudah menghubungi.

Jangan lupa juga untuk perhatikan semua persyaratan pinjaman sebelum mengajukan.

3. Pihak petugas akan menghubungi

Jika Anda mengajukan dari website perbandingan, seperti AturDuit, maka petugas akan menelepon Anda untuk mengonfirmasi data-data yang penting. Adapun yang ditanyakan seperti nomor ktp, penghasilan, dan pekerjaan.

Nantinya hasil konfirmasi ini yang akan dikirimkan ke bank atau provider pinjaman online sebagai bahan untuk menetukan persetujuan.

Jadi pastikan nomor telepon Anda aktif setelah mengajukan pinjaman online, terutama selama jam kerja (jam 8 pagi sampai 5 sore).

4. Pihak penyedia pinjaman akan mengirim SMS

Setelah data diterima oleh pihak provider pinjaman online, maka Anda akan mendapatkan pesan singkat (SMS/email) dari mereka.

Pesan singkat ini merupakan notifikasi bahwa mereka telah menerima data Anda. Selanjutnya Anda tinggal menunggu persetujuan.

Bagi provider pinjaman yang menggunakan aplikasi, biasanya akan mengirimkan SMS dengan link ke aplikasi mereka. Sehingga Anda bisa klik link tersebut untuk konfirmasi pinjaman.

5. Petugas dari penyedia pinjaman akan datang untuk tanda tangan perjanjian

Walaupun online, Anda akan tetap didatangi oleh petugas untuk perjanjian pinjaman.

Hal ini sangat penting bagi kedua belah pihak, sehingga baik pihak yang meminjam maupun yang memberi pinjaman memiliki kekuatan hukum.

6. Dana dikucurkan

Setelah semua proses selesai, Anda kemudian akan mendapatkan dana pinjaman. Perhatikan biaya-biaya saat proses sebelumnya. Hal ini karena dana yang masuk ke rekening Anda merupakan jumlah pinjaman yang disetujui, dikurangi biaya-biaya.

Perlu diingat:

Jangan mengajukan pinjaman dua kali pada provider yang sama. Meskipun Anda mengajukan dari website yang berbeda, data tetap bisa dibaca oleh petugas. Jadi sebaiknya mengikuti proses yang berlaku.

Mengajukan pinjaman secara offline

Tentunya sebelum booming pinjaman online, orang sudah meminjam uang secara offline dengan cara langsung datang ke bank.

Berikut cara mengajukan pinjaman secara offline di bank. Di sini akan kami jelaskan persyaratan serta proses umum yang cenderung sama di tiap bank.

1. Datang ke bank dengan persyaratan

Langkah pertama tentunya Anda harus datang ke bank dengan persyaratan yang dibutuhkan.

Adapun syarat yang utama adalah kartu identitas (KTP) serta slip gaji atau keterangan penghasilan.

Kemudian jika jumlah pinjaman cukup besar (lebih dari Rp 50 juta), maka Anda harus membawa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Selain itu, khusus bagi aparatur negara atau anggota kepolisian, sebaiknya menyiapkan juga surat pengangkatan (SK). Hal ini karena ada bank yang mensyaratkan dokumen ini untuk lampiran dalam pengajuan pinjaman.

2. Pilih pinjaman dengan sistem yang sesuai

Pihak bank akan menjelaskan berbagai produk pinjaman yang mereka miliki. Oleh karenanya, penting untuk memilih jenis pinjaman yang sesuai. Jangan lupa tanyakan mengenai tenor, sistem pembayaran cicilan, bunga, serta biaya-biaya.

3. Petugas menghubungi kembali

Pastinya Anda tidak akan menerima kucuran dana saat itu juga. Pihak bank harus memeriksa kredibilitas keuangan Anda. Untuk alasan ini pulalah beberapa bank mewajibkan calon kreditur memiliki kartu kredit sebelumnya. Dengan demikian, bank memiliki referensi apakah Anda bisa membayar cicilan atau tidak. Bagi yang tidak mengharuskan kartu kredit, bank akan meminta bukti penghasilan.

Jika semua data dan dokumen sudah diverifikasi oleh bank, pihak bank akan menghubungi kembali untuk keputusan persetujuannya. Jika sampai tujuh hari Anda belum dihubungi, maka datang atau telepon pihak bank untuk meminta konfirmasi.

4. Pinjaman dicairkan

Jika Anda sudah dihubungi kembali dan menandatangani kesepakatan pinjaman, maka tinggal tunggu dana dicairkan.

Sekali lagi perlu diingat bahwa uang yang Anda terima pasti tidak utuh karena dipotong biaya-biaya lain seperti administrasi, asuransi, dan provisi.

Perhatikan rangkaian panduan pengaturan keuangan kami lainnya agar Anda tidak terjebak utang berkepanjangan.

‹ Previous Next: Bagaimana Anda Menentukan Pinjaman yang Tepat?

Leave your comment