Pertumbuhan PDB Tidak Dibarengi Dengan Kualitas Pendapatan Orang Indonesia

Pertumbuhan PDB Tidak Dibarengi Dengan Kualitas Pendapatan Orang Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sudah melewati angka US$ 1 triliun per tahunnya. Saat ini Indonesia berada pada urutan ke-15 dalam ekonomi raksasa dunia atau G20, serta telah memasuki kelompok trillion dollar club.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan yang besar untuk meningkatkatkan nilai PDB di tahun-tahun mendatang. Bahkan perekonomian Indonesia diprediksi akan menjadi lima besar negara dengan kemajuan ekonomi tercepat di dunia pada tahun 2030 nanti dengan nilai PDB US$ 5,42 triliun.

“Potensi PDB kita besar sekali, makanya kita masuk G20. Ke depan akan naik terus nilai PDB dari tahun ke tahun, apalagi kalau kita bisa memacu sektor ekonomi khusus. Seluruh sektor bergerak, itu sangat bagus,” kata Suhariyanto di Jakarta.

Namun Suhariyanto juga mengatakan kenaikan PDB Indonesia ini tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan per kapita yang signifikan. Sesuai dengan data BPS, ditemukan bahwa pendapatan per kapita atau rata-rata penghasilan orang Indonesia per tahunnya adalah Rp 47,96 atau mendekati Rp 4 juta setiap bulannya.

“Yang perlu diperhatikan tidak hanya total PDB, tapi juga pendapatan per kapita dan kualitas dari pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Lebih jauh lagi, dia mengatakan bahwa pendapatan per kapita juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Basis penduduk Indonesia saat ini adalah sekitar 260 juta jiwa.

Pendapatan per kapita ini bisa naik dengan signifikan jika pertambahan penduduk tidak terlampau tinggi, serta diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pendapatan per kapita kita masih kecil karena jumlah penduduk kita kan besar. Jumlah penduduk yang mempengaruhi adalah tingkat kelahiran, jadi harus dibatasi. Kualitas sumber daya manusia dan banyak hal harus dibenari. Kalau mau PDB naik, pendapatan per kapita naik, ya produktivitas ditingkatkan,” tegasnya.

Menurutnya, yang terpenting dalam pembangunan ekonomi adalah pembangunan sumber daya manusia, baik dari segi kualitas ekonominya, kesehatan dan pendidikan.

 

[Source]

Komentar