Pegadaian Bantu Petani Hilangkan Ketergantungan Pada Tengkulak

Pegadaian Bantu Petani Hilangkan Ketergantungan Pada Tengkulak

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso memberikan alat penggilingan padi untuk warga Desa Tawangsari dan Talangsari, Kulonprogo, sebagai bentuk dari Program Kemitraan dan Bina Linkungan (PKBL) dalam rangka menghilangkan ketergantungan petani pada tengkulak.

“PKBL di Desa Tawangsari dan Talansari binaan Pegadaian ini merupakan program lanjutan dari tahun lalu. Setelah kami berikan alat pengeringan padi pada 2017 dan saat ini Pegadaian berikan alat penggilingan padinya, sehingga diharapkan para petani mulai bisa melepaskan diri dari tengkulak,” jelas Sunarso pada pers.

Dia pun menjelaskan bahwa selama inipara petani di desa Tawangsari memiliki ketergantungan pada tengkulak dalam hal pembiayaan produksi pada musim tanam. Sebagai akibatnya, hasil panen harus dijual kembali pada tengkulak dengan harga yang rendah. Selain itu, petani juga harus mengembalikan pinjaman mereka.

Sunarso yang juga Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) juga menjelaskan bahwa kebiasaan petani untuk bergantung pada tengkulak menjadikan petani tidak punya daya tawar.

“Posisi petani tidak punya daya tawar. Apabila saat panen di musim hujan, gabah tidak bisa kering dan akhirnya mudah menjamur. Oleh sebab itu tahun lalu Pegadaian memberikan bantuan berupa alat pengering gabah sehingga pengeringan tidak tergantung pada cuaca,” tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, data Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menunjukkan bahwa produksi padi Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu mencapai 121.210 ton dengan luas tambah tanam seluas 18.938 hektare dan luas panen 19.425 hektare pada 2017.

 

[Source]

Komentar