Tidak Perlu Ijazah Universitas untuk Punya Karir dan Berpenghasilan Jutaan

Tidak Perlu Ijazah Universitas untuk Punya Karir dan Berpenghasilan Jutaan

Ada beberapa hal menarik akhir-akhir ini yang menjadi viral di Indonesia. Salah satunya adalah mengenai lulusan baru yang sedang mencari pekerjaan.

Pastinya Anda tahu tentang seorang lulusan Universitas Indonesia (UI) yang mengeluhkan angka Rp 8 juta sebagai gaji pertama. Namun, adapula sebuah video dari Deddy Corbuzer mengenai ijazah universitas yang, menurutnya, sudah tidak terpakai lagi.

Karena karir berkaitan langsung dengan keuangan, AturDuit tertarik untuk membahas topik ini secara ringan. Dengan harapan pandangan pembaca terhadap ijazahnya bisa lebih meluas.

Angkatan kerja Indonesia

Perlu diakui memang tidak mudah untuk mengenyam pendidikan tinggi di Indonesia. Apalagi, jika si anak berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah.

Jika meminjam untuk biaya kuliah, bunganya pasti akan berlipat dan lebih memberatkan. Oleh karenanya, banyak anak-anak yang memutuskan untuk bekerja setelah lulus sekolah menengah. Mereka akan langsung mencari pekerjaan, baik itu sebagai modal untuk meneruskan pendidikan, atau memang untuk kebutuhan sekeluarga.

Kondisi ini menjadi pemicu minimnya angkatan kerja yang berijazah perguruan tinggi atau universitas di Indonesia.

Pada sebuah artikel di Kompas, Menteri Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa 58% angkatan kerja Indonesia didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kemudian, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 23,06% angkatan kerja Indonesia merupakan lulusan SD, 22,80% lulusan SMP, dan 20,15% adalah lulusan SMA.

infographic industri

Sumber : tirto.id

Diketahui juga bahwa angkatan kerja lulusan SD dan SMP ini yang mendominasi tenaga kerja di sektor industri manufaktur.

Di satu sisi, fakta ini menunjukkan bahwa jika ingin mendapatkan pekerjaan, memang tidak perlu pendidikan tinggi. Namun jika dilihat dari niat pemerintah yang ingin mengembangkan industri digital dan robotik di Indonesia, kondisi ini mengkhawatirkan.

Hal ini karena Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang familiar dengan teknologi untuk menjalankan industri di masa depan.

Namun, tidak semua lulusan SD dan Sekolah Menengah menjadi pekerja di industri manufaktur. Ada juga yang membuka usaha sendiri, atau bekerja di sektor formal sebagai karyawan.

Pekerjaan yang tidak membutuhkan ijazah

Adakah orang di sekitar kita yang berhasil meniti karirnya tanpa ijazah perguruan tinggi? Jika Anda mau melihat lebih teliti lagi, pasti bisa menemukan satu dua orang yang tidak membutuhkan ijazah kuliahnya untuk mendapat pekerjaan.

Berikut adalah beberapa pekerjaan yang tidak memerlukan ijazah perguruan tinggi

Penulis

Kami pun mencoba menghubungi seorang penulis yang menerbitkan bukunya secara indie, Arie Adireksa.

Penulis yang dikenal dengan karya melankolis ini menjelaskan bahwa menulis sudah menjadi hobinya sejak masih di bangku SMP. Ia pun membuat beberapa cerpen yang diberikan ke teman-temannya. Dengan dorongan dari teman-teman di sekitarnya, ia menerbitkan karya pertama berjudul “Setapak Jalan” yang diterbitkan terbatas.

Karena banyak peminatnya, ia pun menerbitkan kembali bukunya. Bahkan, memiliki ragam merchandise bertema Setapak Jalan. Ia mengaku bahwa selama berkarir, tidak pernah menggunakan ijazah pendidikan formalnya.

Bukan hanya penulis novel seperti Arie, namun ada berbagai bidang yang bisa Anda geluti sebagai penulis. Contohnya, penulis konten untuk berbagai media serta penulis naskah film. Di mana pekerjaan tidak mementingkan nama besar universitas, melainkan kemampuan dan pengalaman.

Khusus untuk technical writer, Anda harus memiliki latar belakang bidang yang bersangkutan.

Kalau penulis buku dibayar berdasarkan jumlah penjualan buku dan merchandisenya, penulis konten bergaji Rp 4 juta sampai Rp 6 juta untuk pemula. Sedangkan, gaji technical writer bisa mencapai Rp 13 juta.

Programmer

Bekerja sebagai programmer memang tidak membutuhkan ijazah dari perguruan tinggi. Lebih dari itu, pekerjaan ini sebenarnya menuntut kemampuan dan pengalaman yang mumpuni.

Untuk mendapatkan kemampuan pemrograman sendiri, bisa dilakukan dengan belajar secara otodidak atau mengikuti kursus. Perlu diingat, bahwa pekerjaan ini tetap memerlukan sertifikasi dan portofolio.

Jadi, jika Anda tidak berminat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun tertarik dengan karir di dunia teknologi informasi (TI), bisa mengambil kursus atau sertifikasi.

Gaji rata-rata pekerja TI di Indonesia adalah Rp 4,5 juta hingga  Rp 5 juta untuk tingkat staf. Sedangkan untuk tingkat manajer antara Rp 6 juta sampai Rp 9 juta.

Namun, banyak juga tenaga TI Indonesia yang lebih memilih bekerja secara independen (pekerja lepas) untuk mendapatkan penghasilan lebih banyak.

Pengusaha

Walaupun tetap menginspirasi, cerita tentang pengusaha sukses dari latar pendidikan yang rendah banyak ditemukan di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Sanawi, pemilik merek es krim Vanesa. Ia merupakan tidak tamat bangku SD. Pada sebuah wawancara, dirinya mengakui hingga usia 35 tahun kesulitan untuk membaca surat-surat penting karena tidak bisa membaca atau menulis dengan lancar.

Walaupun dengan kondisi terbatas, Sanawi mencoba peruntungan sebagai pedagang es krim. Bahkan, mengambil pinjaman dari bank untuk mendukung usahanya. Saat ini omzet es krim milik Sanawi sudah mencapai Rp 1,5 miliar per bulan.

Selain tiga pekerjaan di atas, masih banyak profesi lainnya yang lebih membutuhkan kemampuan dan pengalaman daripada ijazah perguruan tinggi. Di antaranya adalah penata rias dan pekerja seni.

Dari ulasan ini, bisa dilihat bahwa untuk beberapa bidang, kemampuan itu lebih penting. Pendidikan formal di universitas adalah pelengkap untuk membentuk pola pikir serta membangun jaringan yang berguna bagi masa depan.

Bukan berarti ijazah tidak penting, ada beberapa bidang yang memang mengharuskan Anda untuk memiliki ijazah pendidikan formal. Contohnya adalah bidang kesehatan, pendidikan, dan teknik.

Simak juga artikel kami lainnya mengenai pendidikan, yaitu rekomendasi beasiswa bagi Anda yang ingin meraih gelar lebih tinggi.

Komentar