Mengembangkan Ekonomi Digital, Pemerintah Buka Peluang Untuk Tenaga Kerja Asing

Bagi para profesional asing di bidang teknologi informasi (TI), Indonesia akan menjadi tempat mengembangkan karir untuk mereka. Alasannya, pemerintah membuka peluang agar mereka bisa masuk pasar kerja di Tanah Air.

Langkah ini merupakan solusi dari pemerintah karena kurangnya tenaga profesional untuk mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia saat ini. Selain itu, pemerintah juga sedang dalam proses menyiapkan sumber daya manusia dalam sektor ini. Kebijakan dalam bidang TI ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Hanya saja langkah ini dianggap sebagai langkah instan dan menerima banyak kritikan dari kalangan TI profesional di Indonesia. Menurut mereka, tenaga TI berbakat lulusan universitas terkemuka di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Mereka juga mengingatkan pemerintah bahwa masalah yang terjadi adalah karena kebanyakan vendor di bidang TI merupakan perusahaan asing. Tentu saja vendor asing ini lebih memilih untuk mendatangkan tenaga dari negara mereka daripada mempekerjakan orang Indonesia sendiri.

Menurut Darmin, sumber daya manusia untuk ekonomi digital seperti e-commerce masih minim. Jadi untuk saat ini Indonesia membutuhkan tenaga luar negeri karena butuh waktu untuk membentuk bakat yang ada di dalam negeri untuk menjadi tenaga profesional.

“Kita akan mempermudah masuknya tenaga kerja asing yang memang menguasai bidang-bidang keahlian tertentu, terutama e-commerce, secara spesifik,” ujarnya di Jakarta.

Saat ini memang banyak tenaga kerja asing yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan izin tinggal di Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah akan memberikan kemudahan untuk mendapatkan izin tinggal agar tenaga kerja asing tertarik untuk datang ke Indonesia.

“Ini mendesak. Pemerintah juga akan memberikan insentif kepada tenaga Indonesia yang diaspora. Selain itu juga mengembangkan pendidikannya. Jadi komplet,” tuturnya.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, juga membenarkan sektor ekonomi digital membutuhkan tenaga kerja ahli di bidang khusus seperti statistik dan coding. Dia juga ingin mendorong generasi muda untuk mempelajari dan menguasai statistik dan coding.

”Jadi kalau digital ekonomi itu tidak hanya didominasi mereka yang sekolah teknologi informasi. Tapi karena dianggap ekonomi digital, maka harus memberi solusi, solusi kesehatan, ekonomi, segala macam sehingga pendidikan coding dan analisis itu diajarkan di semua sektor,” tuturnya.
[Source]

Komentar