Masyarakat Indonesia Cenderung Membeli Tanah Daripada Menabung

Masyarakat Indonesia Cenderung Membeli Tanah Daripada Menabung

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa saat ini jumlah tabungan masyarakat terhdap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia baru hampir mendekati 30%. Sedangkan pemerintah menargetkan minimal 75 persen dari PDB pada 2019 demi mendukung investasi dalam negeri.

Untuk mendorong tabungan masyarakat terhadap PDB agar semakin besar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan bahwa pemerintah sedang menggalakan program inklusi (financial inclusion).

“Sebenarnya faktor yang paling banyak berpengaruh terhadap tabungan, selain konsumsi, ya spekulasi tanah. Masyarakat kita senang sekali saving di tanah, ini harus mulai kita pikirkan,” ungkap Darmin di Hotel Fairmont, Jakarta.

Menurutnya, orang Indonesia cenderung memilih investasi tanah dan hal ini tidak sehat karena harganya terus melonjak tinggi. Perilaku ini menjadikan investasi masyarakat Indonesia di pasar obligasi atau perbankan tidak mencapai yang diharapkan.

“Orang saving kerjanya beli tanah, itu tidak sehat harganya kan naik terus. Yang lebih buruk, saving di surat berharga dan perbankan tidak setinggi yang seharusnya karena kita perlu capital inflow, penanaman modal asing, dan portofolio, saving kita kerendahan karena orang senangnya beli tanah,” jelas Darmin.

Target tabungan terhadap PDB

Presiden Jokowi menargetkan rasio porsi tabungan terhadap PDB mampu mencapai angka 75 persen pada 2019 nanti. Sedangkan saat ini, rasio tabungan terhadap produk domestik bruto baru mencapai kisaran 36 persen.

Oleh karenanya, saat ini pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini agar mampu memenuhi target tabungan masyarakat nantinya.

Proyek-proyek infrastruktur yang besar, biayanya sudah dipersipkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun di luar proyek-proyek ini, terutama untuk investasi di sektor usaha kecil dan menengah, juga membutuhkan dana.

Sektor industri ini membutuhkan dukungan masyarakat melalui perbankan. Pemerintah pun akan mendorong masyarakat untuk gemar menabung agar dapat membantu pihak perbankan dalam mengumpulkan dana yang nantinya digunakan untuk disalurkan ke industri kecil dan menengah dalam bentuk kredit usaha.

“Saya sudah memberikan ancer-ancer ke Menko Perekonomian paling tidak rasio tabungan terhadap PDB kita di 2019 minimal 75 persen. Sekarang kan baru berada pada 36 persen hampir 40 persen,” jelas Darmin.

 

[Source]

Komentar