Untuk Apa Saja Kebanyakan Penduduk Indonesia Menghabiskan Uangnya?

Untuk Apa Saja Kebanyakan Penduduk Indonesia Menghabiskan Uangnya?

Pada bulan-bulan terakhir memang ramai dibicarakan bahwa daya beli masyarakat terasa menurun. Hal ini juga disampaikan oleh para pengusaha ritel di Indonesia. Hal ini jadi mengkhawatirkan karena pada dasarnya masyarakat Indonesia memiliki budaya belanja yang cukup royal.

Ya, orang Indonesia memang dikenal sebagai orang-orang yang konsumtif, walaupun tidak semua memiliki perilaku seperti ini. Tren belanja yang dilakukan oleh orang Indonesia juga cenderung seragam. Hal ini, salah satunya, dikarenakan perilaku konsumsi kebanyakan orang Indonesia yang cenderung mengikuti tren.

Contohnya, saat tahun 2015 sampai 2016 ada tren kuliner Kue Cubit. Pada rentan waktu inilah, banyak orang yang memburu Kue Cubit dengan modifikasi rasa terbaru dari gerai yang paling popular. Saat itu, banyak pula gerai-gerai Kue Cubit baru bermunculan dengan kreasi Kue Cubit yang beragam. Namun tren Kue Cubit pun tergantikan dengan tren Martabak, lalu olahan keju Mozarela. Pergantian tren ini pun menjadikan gerai-gerai Kue Cubit tidak seramai dulu.

Berikut adalah jenis barang dan jasa yang paling sering diburu orang Indonesia. Masyarakat di negara kepulauan ini, tidak keberatan untuk mengeluarkan banyak uang demi lima hal berikut.

Bisnis kuliner tidak akan pernah sepi pembeli

Harus diakui saat resesi besar-besaran yang dialami Indonesia di akhir tahun 90-an tidak menyebabkan pengusaha kuliner lantas tutup. Bahkan, para selebriti membuka gerai-gerai tenda yang menjual berbagai makanan.

Bagi orang Indonesia, makanan tidak hanya untuk mengenyangkan. Lebih dari itu, orang Indonesia memang lekat dengan budaya kulinernya yang beragam. Pada acara-acara besar atau festival di tiap daerah, hidangan khas daerah setempat pasti akan disajikan dan menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bahkan wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik bagi para turis lokal maupun manca negara.

Wisata kuliner juga sudah menjadi gaya hidup generasi millennial di Indonesia, yang ditandai dengan munculnya website-website yang berfungsi mengulas restoran-restoran di Indonesia. Website yang setia dengan fungsi ini seperti Zomato, Open Rice, dan Abra Resto. Kemudian saat media sosial massif digunakan di Indonesia, maka bermunculan juga akun-akun kuliner dengan jumlah pengikut yang luar biasa. Sebut saja akun @anakjajan yang menampilkan kegiatan wisata kulinernya di berbagai tempat di Indonesia bahkan di luar negeri. Selain @anakjajan, ada juga akun selebriti Instagram dunia kuliner seperti @ceritamakan, @gedeinperut, dan @warteggourmet.

Fenomena menarik dari perilaku konsumen makanan di Indonesia yang sering terjadi saat ini juga adalah, bagaimana ulasan di website dan media sosial mempengaruhi keputusan mereka dalam membeli makanan. Hal ini terlihat pada kasus Sate Taichan. Dengan banyaknya ulasan tentang Sate Taichan, akhirnya jenis sate ini pun menjadi tren an gerai Sate Taichan menjamur di Jakarta. Antriannya pun bukan main panjangnya, bahkan seringkali mengakibatkan kemacetan.

Dari fenomena dan tren yang dengan cepat berubah di dunia kuliner Indonesia, bisa kita lihat bahwa orang Indonesia tidak keberatan untuk membayar lebih mahal, bahkan antri berjam-jam, demi makanan yang ingin disantap.

Tips:
Gunakan aplikasi voucher seperti Groupon untuk mendapatkan harga terbaik saat makan di luar. Atau Anda bisa menggunakan aplikasi dengan sistem loyality reward seperti Manis. Jika Anda menyukai makanan unik yang murah meriah, cari informasi area street food kuliner di kota Anda. Di sana Anda bisa menemukan berbagai kuliner unik dengan harga murah, karena mereka tidak berjualan di dalam mall. Terakhir, tentu saja Anda bisa menggunakan promo dari kartu kredit untuk makan di mall atau restoran.

Belanja berbagai item secara online

Menjamurnya platform belanja online di Indonesia tentunya disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Tribun News memberitakan sebuah survey yang diadakan oleh Visa pada tahun 2015 yang menunjukkan bahwa 70% orang Indonesia melakukan belanja online minimal sebulan sekali.

Berbelanja secara online dirasa lebih praktis karena bisa dilakukan di mana saja. Selain itu, pilihan pembayaran pun beragam. Konsumen bisa memilih cara bayar mulai dari Cash On Delivery (COD), transfer, kartu kredit, hingga menggunakan e-wallet.

Selain itu, para penyedia platform belanja online juga memungkinkan pembelinya untuk memilih warna dan ukuran yang sesuai. Selain pakaian dan aksesoris, jual beli online juga merambah item seperti keperluan rumah tangga, barang-barang elektronik, perlengkapan olahraga, hingga otomotif. Fleksibiltas inilah yang membuat banyak orang merasa lebih nyaman untuk berbelanja via online, baik lewat website, aplikasi, maupun media sosial.

Hal yang menarik tentang belanja online adalah Anda akan menemukan merek yang tidak umum di pasaran. Jadi, para pengusaha pakaian atau aksesoris yang membuat produknya sendiri merasa bahwa memasarkan produknya secara online lebih murah dan mudah, jika dibandingkan dengan memasukkan produknya ke mall atau toko-toko besar lainnya. Adanya merek-merek ini membuat konsumen bisa mendapatkan barang dengan model yang tidak pasaran.

Tips:
Platform belanja online saat ini sudah memungkinkan konsumennya untuk menggunakan kartu kredit, oleh karenanya manfaatkan promo kartu kredit saat belanja online. Buatlah budget khusus untuk belanja online. Jika Anda takut tidak bisa taat pada budget yang sudah dibuat, gunakan e-wallet untuk belanja online. Jangan lengah untuk mencari promo gratis ongkos kirim. Menghemat ongkos kirim juga bisa berkontribusi dalam penghematan belanja Anda.

Jalan-jalan

Satu lagi yang menjadi tren bagi orang Indonesia, yaitu jalan-jalan atau traveling. Bahkan menurut survey yang diadakan oleh Visa, di tahun 2015 sekitar 64% belanja online yang dilakukan oleh orang Indonesia adalah untuk pemesanan tiket dan hotel.

Tren jalan-jalan ini pula yang membuat situs jual beli tiket online dan pemesanan hotel menjamur. Bahkan, penyedia jasa tour pun banyak bermunculan dan menawarkan berbagai paket wisata. Baik wisata dalam negeri dan luar negeri. Orang Indonesia juga rela menabung selama berbulan-bulan untuk mewujudkan wisata impiannya ke luar negeri. Oleh karenanya, bisnis tour dan travel ini rasanya tidak akan sepi pembeli.

Berbagai festival pun diadakan oleh pemerintah daerah dan pihak swasta di daerah-daerah di Indonesia seperti Dieng Festival, Jember Fashion Carnival, festival music Jazz di Prambanan, Festival Lembah Baliem, semuanya bertujuan mendorong bisnis pariwisata daerah. Festival-festival ini pula yang dimanfaatkan para penyedia paket tour untuk memasarkan jasanya. Tentunya untuk festival besar seperti Dieng Festival, orang harus berebutan karena tiket masuk yang terbatas. Banyak yang memesan paket tour ke Festival Dieng beberapa bulan sebelumnya.

Tips:
Menurut situs Skyscanner, tiket lebih murah dari tanggal 20an sampai 30 atau 31. Jangan lupa juga untuk mengecek kembali waktu keberangkatan agar tidak salah jam dan terminal berangkatnya. Pada beberapa maskapai kecil, tidak ada salahnya jika Anda menelpon maskapai sehari sebelum tanggal keberangkatan untuk memastikan. Hal ini akan menghindarkan Anda dari kerugian tiket hangus.

Membeli gadget

Bukan rahasia lagi kalau orang Indonesia menyukai teknologi terbaru. Keluaran gadget terbaru bisa mendadak jadi tren. Orang Indonesia juga dikenal dengan kebiasaan memperbarui barang elektronik miliknya. Jadi, dalam beberapa tahun sekali, walaupun barang elektronik yang ada belum rusak, masyarakat Indonesia akan membeli barang elektronik baru dengan fitur yang lebih canggih.

Kebiasaan membeli barang elektronik atau gadget ini terutama untuk telepon genggam atau smartphone. Naiknya penjualan smartphone di Indonesia biasanya terjadi setelah masa mudik lebaran. Hal ini dikarenakan, anak muda biasanya mendapatkan angpao dari keluarganya dan uang inilah yang kemudian dipakai untuk memperbarui smartphone milik mereka.

Pembelian gadget ini pun tidak terbatas untuk digunakan oleh orang dewasa atau remaja saja. Anak-anak di Indonesia juga sudah banyak yang kenal dengan gadget berupa smartphone atau tablet. Oleh karenanya, angka penjualan smartphone di Indonesia ini mendukung tumbuhnya permainan online yang digandrungi oleh anak-anak.

Media sosial yang beragam pun mendukung munculnya inovasi baru dari berbagai perusahaan yang memproduksi smartphone untuk menyajikan kamera terbaik. Sebagai salah satu negara dengan pengguna media sosial yang terbanyak di dunia, orang Indonesia dikenal sangat suka mengambil foto hampir di mana saja berada. Kondisi ini juga yang mendukung naiknya angka unduhan aplikasi photo editor di Indonesia.

Tips:
Pastikan Anda membeli gadget yang sesuai kebutuhan dan bukan karena latah atau ikut tren. Tidak harus gadget keluaran terbaru untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Anda. Kalau memungkinkan, gunakan cara tukar tambah saat ingin upgrade gadget Anda. Dengan demikian, Anda tidak perlu membayar mahal untuk gadget baru.

Orang Indonesia lebih memilih membeli properti berupa tanah dan rumah

Anda mungkin pernah mendengar bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sempat merasa khawatir karena masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menghabiskan tabungannya untuk membeli properti seperti tanah dan rumah. Dampak dari kebiasaan ini berdampak buruk bagi program pemerintah yang berkaitan dengan kredit untuk usaha kecil. Dimana kredit ini sebagian berasal dari bank menggunakan uang dari nasabahnya. Dana dari tabungan masyarakat yang mendukung tumbuhnya usaha ini disebut Dana Pihak Ketiga (DPK) dari tabungan nasabah.

Selain itu, kebiasaan ini juga menyebabkan harga tanah menjadi semakin mahal. Akhirnya, orang-orang berburu untuk membeli tanah karena dalam beberapa bulan atau satu tahun kemudian harga tanah menjadi jauh lebih mahal.

Namun konsekuensi terhadap perekonomian nasional pasti tidak ada dalam hemat sebagian besar warga Indonesia. Bagi mereka, memiliki properti saat ini sama seperti menabung untuk masa depan. Memiliki tanah atau rumah secepatnya berarti memiliki kepastian untuk tempat tinggal, harta untuk diwariskan. Di sisi lain, walaupun bukan sebagai tempat tinggal, memiliki rumah dan tanah dianggap penting karena ke depannya bisa dijual lagi saat harganya mahal atau dapat disewakan.

Tips:
Tidak ada salahnya membeli properti untuk tujuan investasi. Namun, pastikan Anda tidak menghabiskan semua tabungan Anda untuk membayar uang muka pembelian tanah atau rumah. Jika Anda sudah memiliki rumah, maka cobalah investasi di sektor lain, seperti membuka tabungan emas di kantor Pegadaian atau membuka deposito.

Itulah lima hal yang menjadi pembelanjaan sebagian besar orang Indonesia. Ada yang tidak keberatan mengantri atau menabung dalam jangka waktu yang lama untuk kelima hal ini.

Nah, kalau Anda sendiri, paling banyak menghabiskan uangnya untuk apa? Simak juga alasan kenapa seseorang sulit untuk menabung. Sebagai referensi Anda yang ingin memiliki keuangan lebih sehat.

Komentar