Pengeluaran Terbesar Rakyat Indonesia Saat Ramadhan

Pengeluaran Terbesar Rakyat Indonesia Saat Ramadhan

Selain resep hidangan berbuka puasa, pengelolaan keuangan juga menjadi topik hangat setiap Ramadhan.

Tidak dipungkiri lagi, bahwa pengeluaran pribadi saat Ramadhan pasti membengkak. Karena kebutuhan yang tidak ada pada bulan biasanya muncul saat Ramadhan. Berikut adalah pengeluaran terbesar saat Ramadhan menyapa.

Makanan

Setiap hari, walaupun bukan Bulan Puasa, kita pasti membutuhkan makanan. Bedanya, saat bulan Ramadhan kebutuhan akan makanan ini bertambah. Tidak hanya dari segi jumlah, melainkan juga harganya ikut naik.

Selama bulan Ramadhan, diketahui bahwa konsumsi pangan masyarakat naik hingga 9,2%. Menurut Badan Pusat Statistik, keadaan ini yang menyumbang inflasi sebesar 0,20% pada bulan Maret 2018 ini.

Fakta di atas dapat dijelaskan secara sederhana seperti sebagai berikut. Pada hari biasa Anda menyiapkan makanan untuk tiga kali, pada bulan Ramadhan Anda menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka. Namun makanan yang disiapkan lebih banyak dari hari biasanya. Hal ini karena Anda tidak hinya menyiapkan menu utama.

Pada bulan Ramadhan, Anda pasti akan membeli takjil, cemilan, dan makanan utama. Terutama pada awal dan akhir Ramadhan, keluarga di Indonesia akan menyediakan hidangan lebih karena masa-masa ini dianggap special.

Belum lagi kalau ada acara di lingkungan Anda, maka membeli makanan untuk disumbangkan adalah harus. Inilah yang menyebabkan kebutuhan makanan di bulan Ramadhan membengkak. Selain itu, acara buka puasa bersama dengan teman atau keluarga pastinya tidak dapat dihindari pada saat-saat ini.

Tentunya semua ini akan ditambah dengan harga bahan makanan yang melambung saat Ramadhan dan menjelang Lebaran. Bisa kita ambil contoh kenaikan harga yang terjadi di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, dimana rata-rata komoditi pangan naik hingga Rp 5.000.

Tips:
  1. Batasi pembelian makanan untuk keluarga sesuai kebutuhan, pastikan yang dibeli sesuai dengan konsumsi jadi tidak ada yang terbuang.
  2. Gunakan deals untuk belanja bulanan di supermarket atau minimarket.
  3. Usahakan untuk masak sendiri, sehingga bisa menghemat biaya makanan.
  4. Walaupun bulan Ramadhan adalah waktunya berkumpul, bukan berarti acara buka puasa bersama di restoran bisa dilakukan terlalu sering. Buat batas budget untuk makan bersama.

Pengganti asisten rumah tangga

Sekilas memang akan merepotkan jika pada pertengahan Ramadhan asisten rumah tangga pulang kampung. Selain memberikan ongkos dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk asisten rumah tangga Anda, Anda pun harus memikirkan bagaimana mengurus rumah selama ditinggal.

Di masa-masa inilah Anda harus memikirkan juga mengenai honor tenaga pengganti. Perlu juga diingat bahwa jasa pengganti asisten rumah tangga ini dihitung per hari. Selain itu, jika Anda biasa menggunakan jasa baby sitter maka harganya berbeda lagi.

Untuk pengganti asisten rumah tangga, honornya adalah Rp 150.000 sampai Rp 200.0000 per hari. Sedangkan untuk baby sitter honornya adalah Rp 200.000 sampai Rp 350.000. Makin lama jangka waktu Anda menggunakan jasa mereka, makin mahal pula biayanya.

Jika beberapa tahun lalu banyak tenaga asisten rumah tangga yang juga bersedia menjaga bayi. Sekarang asisten rumah tangga hanya mau menyanggupi pekerjaan rumah dan tidak mengerjakan tugas mengasuh bayi.

Tips:
  1. Belum tentu Anda membutuhkan tenaga pengganti. Usulkan pembagian tugas ke seluruh anggota keluarga untuk menghemat pengeluaran.
  2. Siapkan uang untuk tenaga pengganti ini beberapa bulan sebelumnya, dan pastikan tanggal mudik asisten rumah tangga jauh hari sebelumnya.
  3. Gunakan agen asisten rumah tangga yang terpercaya untuk membantu Anda.

Mudik

Kegiatan mudik atau pulang kampung memang selalu dilakukan oleh kebanyakan warga Indonesia menjelang Hari Raya Lebaran. Kesempatan ini menjadi ajang kumpul keluarga besar setahun sekali.

Bahkan pihak Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan akan ada 12,4 juta unit kendaraan yang digunakan untuk mudik Lebaran 2018. Mereka juga menyatakan pemudik yang menggunakan motor naik 33% dan yang menggunakan mobil naik 28%. Fasilitas bus yang disiapkan oleh pihak swasta dan pemerintah pun mencapai 3.000 unit.

Tentunya yang dimaksud dengan mudik bukan hanya sekedar perjalanan dari tanah rantau ke kampung halaman. Namun Anda juga harus memikirkan biaya perjalanan termasuk segala keperluan selama perjalanan, sumbangan untuk acara keluarga, uang jajan untuk anak dan keponakan, serta biaya oleh-oleh. Belum lagi jika selama mudik Anda dan keluarga juga ingin jalan-jalan atau berwisata.

Anda pun pasti familiar dengan kemacetan saat musim mudik Lebaran tiba. Dimana Anda bisa berada di dalam kendaraan seharian. Bagi yang menggunakan kendaraan sendiri kondisi jalan yang macet ini bisa membuat biaya perjalanan Anda membengkak. Mulai dari kebutuhan bahan bakar yang bertambah, hingga perbekalan seperti makanan saat beristirahat di rest area.

Karena libur Lebaran minimal satu minggu, tanggal merah ditambah cuti bersama, maka Anda harus menghitung biaya selama tinggal beberapa hari di kampung halaman. Bagi Anda yang membawa kendaraan sendiri, maka biaya bahan bakar serta perawatan kendaraan sebelum dan sesudah mudik juga harus jadi perhitungan.

Tips:
  1. Jangan lupa alokasikan dana untuk mudik pada bulan sebelumnya, agar Anda bisa menggunakan THR dengan lebih bijaksana.
  2. Buat perencanaan budget, karena Anda harus menentukan alokasi biaya untuk setiap keperluan selama mudik.
  3. Pesan tiket sejak jauh-jauh hari seblum tanggal mudik.
  4. Tidak ada salahnya menghindari macet dan berangkat mudik setelah Shalat Ied.
  5. Gunakan juga promo yang disediakan oleh penerbit kartu kredit Anda.

Perlengkapan baru untuk Hari Raya

Selama bulan Ramadhan, terutama menjelang Lebaran, diskon pasti pakaian bertebaran dimana-mana, mulai dari pakaian, alat shalat, gadget, hingga perlengkapan makan. Namun apakah potongan harga ini lantas membuat Anda jadi hemat? Jawabannya belum tentu.

Saat Lebaran menjelang, rasanya sudah menjadi tradisi untuk membeli semua perlengkapan yang baru. Hal ini pulalah yang menyebabkan banyak pusat perbelanjaan dan toko offline maupun online menawarkan potongan harga, termasuk jenis promo lainnya dengan tema Lebaran.

Tentunya promo dan diskon ini membuat banyak orang yang tergiur. Bagaimana tidak, harga yang “terasa” murah ini membuat Anda berfikir bahwa membeli banyak barang tidak akan rugi karena harganya tidak mahal. Sehingga, kalau tidak hati-hati, Anda bisa saja membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Jika Anda belanja melebihi dari yang dibutuhkan tentunya tidak dapat dikatakan hemat.

Tips:
  1. Bagaimanapun, membeli hal yang diperlukan saja merupakan cara belanja hemat yang terbaik. Pastikan Anda mengetahui apa yang dibutuhkan dan menahan diri dari membeli karena sekedar “ingin”.
  2. Jangan ragu untuk bandingkan harga dan kualitas dari berbagai tempat untuk dapatkan penawaran terbaik.
  3. Buat budget untuk setiap item yang ingin Anda beli, dengan demikian Anda tidak akan membeli barang dengan harga lebih dari budget.

Jangan habiskan THR Anda

THR atau Tunjangan Hari Raya memang sangat menolong di saat-saat mendekati Lebaran. Sesuai dengan keputusan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), pihak pemberi kerja harus membayarkan THR pada karyawannya seminggu sebelum hari Lebaran. Adapun besaran THR ini sama dengan besaran gaji pokok per bulannya. Bagi karyawan yang belum setahun bekerja, besaran THR ini dihitung secara prorata.

Sayangnya, tidak jarang uang THR ini langsung habis saat Lebaran. Padahal, mengingat THR ini sama seperti bonus tahunan, ada baiknya Anda menyisihkan 20% dari jumlah THR yang diterima untuk ditabung.

Agar uang THR tidak langsung ludes saat Ramadhan dan Lebaran, pastikan Anda memiliki perhitungan budget untuk setiap keperluan. Karena tambahan dari uang THR ini bisa sangat membantu untuk menambah jumlah tabungan masa depan Anda.

Satu hal lagi yang jangan Anda lupakan adalah untuk mengajarkan anak-anak Anda untuk tidak langsung menghabiskan uang pemberian keluarga saat Lebaran. Sebagai tradisi, anak-anak akan mendapatkan amplop atau angpao dari anggota keluarga yang lebih tua. Momen ini menjadi saat yang tepat untuk mengajarkan pengaturan finansial pada anak-anak.

Pastikan Anda menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran dengan tenang karena sudah memiliki persiapan yang matang. Simak juga pembahasan kami mengenai pengaturan finansial umur 20an yang, sebenarnya, bisa juga diaplikasikan untuk berbagai usia.

Komentar